Breaking News
light_mode
Home » Opini » Swasembada Pangan Nasional Sebagai Manifestasi Welfare State Sesuai Konstitusi

Swasembada Pangan Nasional Sebagai Manifestasi Welfare State Sesuai Konstitusi

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
  • visibility 258
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 November 2025| Swasembada pangan nasional merupakan salah satu tujuan strategis pemerintah Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks ini, konsep welfare state atau negara kesejahteraan menjadi sangat relevan, sebab negara memikul tanggung jawab untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kebutuhan akan pangan.

Landasan Konstitusional

Konstitusi Negara Republik Indonesia, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, telah memberikan dasar hukum yang kuat bagi pelaksanaan kebijakan pangan nasional.

Pasal 33 ayat (1) menegaskan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.”

Pasal 33 ayat (3) menyatakan bahwa “Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Dua ketentuan ini mempertegas peran negara dalam mengelola sumber daya alam, termasuk pangan, untuk kepentingan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Makna Swasembada Pangan

Swasembada pangan nasional berarti kondisi ketika produksi pangan dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Upaya mencapai kondisi ini menuntut kerja sama semua pihak—pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat luas—dalam memperkuat sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Swasembada pangan bukan hanya persoalan produksi, tetapi juga menyangkut kemandirian bangsa dalam menghadapi krisis global, fluktuasi harga pangan dunia, serta tantangan perubahan iklim.

Manifestasi Welfare State

Pencapaian swasembada pangan sejatinya merupakan wujud nyata dari penerapan konsep welfare state di Indonesia. Negara yang menjamin ketersediaan pangan berarti turut memastikan terpenuhinya hak dasar warga negara untuk hidup layak.

Akses masyarakat terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi akan meningkatkan kualitas hidup, menurunkan angka kemiskinan, dan memperkuat fondasi sosial-ekonomi bangsa. Dengan demikian, kebijakan pangan yang berpihak pada rakyat merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Strategi Menuju Swasembada

Untuk mencapai kemandirian pangan nasional, sejumlah langkah strategis perlu terus diperkuat, di antaranya:

1. Peningkatan produksi pangan melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.

2. Peningkatan produktivitas dengan penerapan teknologi modern dan inovasi pertanian.

3. Peningkatan kualitas pangan melalui perbaikan mutu benih, penggunaan pupuk dan pestisida ramah lingkungan, serta penerapan sistem pertanian berkelanjutan.

4. Perluasan akses masyarakat terhadap pangan, baik melalui program bantuan pangan, penguatan koperasi tani, maupun peningkatan pendapatan petani dan nelayan.

Penutup

Swasembada pangan nasional bukan hanya persoalan teknis produksi, melainkan sebuah cita-cita konstitusional dan manifestasi nyata dari negara kesejahteraan (welfare state). Dengan pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan, Indonesia dapat mewujudkan kemandirian pangan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan ketahanan nasional.[]

Oleh: Dadung Hari Setyo
(Ketua Umum Komunitas Masyarakat Pertanian SUTA Nusantara)

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Minta Maaf Usai Menuduh Pedagang Es Kue Berbahan Spons, Hasil Lab Nyatakan Aman

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 149
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta Pusar, 28 Januari 2026| Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi, menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan mendalam setelah secara keliru menuding seorang pedagang es kue, Sudrajat, menjual produk berbahan busa atau spons. Tindakan tersebut sempat viral dan menimbulkan kegaduhan serta kerugian bagi pedagang. ​“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat memengaruhi […]

  • Bunda Salma Temui Habib Rizieq, Bahas MoU Helsinki, UUPA dan Penguatan Syariat Islam untuk Aceh

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 345
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta, 27 Agustus 2025| Anggota DPRA sekaligus istri Gubernur Aceh, Hj. Salmawati atau akrab disapa Bunda Salma, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Maulana Habib Muhammad Rizieq Syihab di Jakarta. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekhidmatan, sebagai wujud sinergi antara umara dan ulama Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Bunda Salma bersama rombongan membahas sejumlah […]

  • Asep Riana: GMOCT Apresiasi Kolaborasi HAPI Bandung Dan DHSI Hadapi Tantangan Hukum Siber

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 142
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung| Wakil Ketua Umum Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dan bagian dari Bidang IT Himpunan Advokasi Pengacara Indonesia (HAPI) Jawa Barat, Asep Riana, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi strategis antara Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia (HAPI) DPC Kota Bandung dan Dewan Hukum Siber Indonesia (DHSI). Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di […]

  • IKA Alumni STM 11 Grogol 1989-1998 Gelar Temu Kangen

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 97
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 22 September 2025| Alumni STM 11 Grogol Jakbar angkatan 1989-1998 yang tergabung dalam IKA Alumni STM 11 Embargo ( Empang Bahagia Grogol ) mengelar temu kangen (silahturahmi) di Jln Arteri Jalan Panjang, Kebon Jeruk Jakarta Barat (Jakbar). Acara silahturahmi yang dikemas dalam kegiatan merayakan Maulid Nabi ini dihadiri 125 orang dari berbagai daerah Jabodetabek. […]

  • Oleh Yudhi Haryono: Pergolakan Pemikiran Ekopol Pancasila

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 404
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta| Kubur kekerdilan. Hapus mental kate. Tikam jago kandang. Sebab, setiap peradaban besar, bermula dari pikiran besar. Lalu, dikerjakan oleh “orang besar.” Demikian hukum besi sejarah dan alamnya. Tanpa pikiran besar dan pemimpin besar, sungguh tak dimungkinkan lahir dan tumbuh peradaban, bangsa, negeri dan komunitas besar plus dikagumi semesta. Sebagai wilayah yang pernah menghasilkan peradaban […]

  • Bhabinkamtibmas Desa Sukaluyu Polsek Tamansari Sambangi Tokoh Masyarakat, Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 98
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor, 22 Juli 2025| Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Sukaluyu Polsek Tamansari, Polres Bogor, Polda Jawa Barat, rutin melaksanakan kegiatan sambang kepada tokoh masyarakat. Salah satu kegiatan tersebut dilakukan oleh Bripka M. Andriansyah pada Senin (21/07/2025) di Kampung Gang Tangkil, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Kegiatan sambang ini merupakan implementasi […]

expand_less