Kamis, November 5, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

MBG Untuk Anak Sekolah, MBG Bagi Masa Depan

Chairul Husen by Chairul Husen
23 September 2025
in Opini
0
OTT Ketua LSM GEPAK dan Rekan jadi sorotan Lembaga Tegakkan Amanat Rakyat Lampung
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jakarta, 23 September 2025| Salah satu alasan bagi saya memilih Prabowo dalam Pilpres 2024 lalu adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Mengapa? Karena saya punya pengalaman melaksanakan program ‘MBG’ kecil-kecilan tahun 2001 di Pekanbaru, Riau. Bentuk programnya adalah pemberian makanan tambahan bagi bayi di bawah usia 2 tahun, dari keluarga kurang mampu yang banyak tersebar di pinggiran kota.

Program ini sangat sederhana, yang sebenarnya saya malu menceritakannya, sebab volumenya teramat kecil. Dengan dukungan dana yang dikumpulkan dari kawan-kawan alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 (Kappija-21) Riau, saya setiap Senin mengunjungi beberapa puskemas sasaran untuk membagikan bahan makanan tambahan bagi bayi-bayi, yang isinya terdiri dari biscuit, susu bayi, dan telur ayam. Program ini berjalan hampir setahun.

You might also like

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

Sambil membagikan makanan tambahan, saya mendengarkan penjelasan dan informasi terkait perkembangan bayi-bayi penerima manfaat dari petugas puskemas. Berdasarkan data perkembangan bayi yang disodorkan dapat dilihat peningkatan bobot atau berat bayi, ukuran tinggi badan, kesehatan, dan tingkat kelincahan gerakan mereka. Saya juga sering mendengarkan cerita ibu-ibu pemilik bayi tentang respon mereka atas program kecil ini, yang pada umumnya menyambut positif, maklum karena mereka semua adalah warga kurang mampu.

Di ruang kelas di seluruh dunia, kelaparan tetap menjadi hambatan tersembunyi dalam pembelajaran. Bagi ratusan juta anak, janji makanan bergizi gratis di sekolah lebih dari sekadar sepiring makanan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesungguhnya merupakan penyelamat menuju kesehatan yang lebih baik, konsentrasi yang lebih fokus, dan masa depan yang lebih cerah. MBG hakekatnya adalah masa depan.

Seiring usaha Pemerintah meningkatkan implementasi program MBG di Indonesia, urgensi upaya dan tantangan yang dihadapinya layak mendapat perhatian segera. Ada beberapa poin utama yang harus menjadi perhatian masyarakat dalam menelaah pentingnya MBG bagi generasi usia sekolah, termasuk bayi, ibu hamil dan ibu menyusui di negeri ini.

Menurut survei Global Child Nutrition Foundation tahun 2024 (https://gcnf.org/global-reports/), diketahui bahwa tidak kurang dari 142 negara menerapkan program MBG. Survey itu juga melaporkan adanya 207 lembaga pendidikan berskala besar yang melaksanakan program MBG bagi peserta didiknya.

Masih berdasarkan hasil survey yang sama, diketahui bahwa 41% siswa sekolah dasar di seluruh dunia menerima makanan gratis atau bersubsidi setiap hari. Di negara-negara dengan program pemberian makanan di sekolah yang konsisten, tingkat kehadiran siswanya meningkat hingga 9% dari biasanya, dan hasil belajar meningkat 20–30% dalam literasi (membaca) dan numerasi (berhitung). Selain itu, Program MBG yang bersumber dari bahan makanan lokal menghasilkan peningkatan ekonomi rata-rata sebesar 1,6–2,0; yang artinya setiap rupiah yang dibelanjakan untuk MBG dapat menghasilkan hingga dua kali lipat dalam kegiatan ekonomi lokal.

Bagi Indonesia, Program MBG diyakini dapat memerangi malnutrisi dan stunting yang masih tinggi. Lebih dari 40 persen anak Indonesia bersekolah dalam keadaan lapar, dan hanya 10% yang secara teratur mengonsumsi sarapan seimbang. Program seperti MBG secara langsung mengatasi kesenjangan ini.

Program MBG juga dapat meningkatkan prestasi akademik. Studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsentrasi dan fungsi kognitif di antara siswa yang menerima makanan bergizi. Lebih daripada itu, Prorgam stategis Presiden Prabowo Subianto ini telah mendorong kesetaraan sosial. Akses universal terhadap makanan mengurangi stigma dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal akibat kesulitan ekonomi.

Sebagaimana disampaikan oleh berbagai pihak, Program MBG secara langsung berdampak pada peningkatan ekonomi lokal. Ketika makanan bersumber dari bahan pangan lokal di daerah-daerah penerima manfaat MBG, program akan merangsang produksi pertanian, peternakan, dan perikanan. Tidak kalah pentingnya juga, Program MBG menciptakan lebih dari 1 juta lapangan kerja, terutama bagi perempuan.

Untuk memaksimalkan dampak dari Program MBG, berbagai pihak merekomendasikan beberapa usulan penting. Pertama, para pengelola MBG perlu menyesuaikan pola penyajian makanan dengan mempertimbangkan keragaman menu dan relevansi budaya. Tawarkan makanan yang bervariasi dan sesuai budaya untuk meningkatkan penerimaan siswa dan mengurangi pemborosan. Atur resep sedemikian rupa untuk meningkatkan cita rasa dan nilai gizi tanpa bergantung pada makanan olahan pabrik.

Kedua, Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai leading sector pelaksana Program MBG sangat perlu memberikan edukasi gizi kepada semua pihak, termasuk anak-anak, orang tua, dan masyarakat umum. Integrasikan literasi pangan ke dalam kurikulum untuk membantu anak-anak dan keluarga membuat pilihan yang lebih sehat. Kita juga perlu mendorong keterlibatan orang tua untuk memperkuat kebiasaan sehat seluruh anggota keluarga di rumah.

Ketiga, setiap satuan pengelola MBG, dalam hal ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disarankan untuk menjalin kerja sama kemitraan dengan berbagai komunitas di sekitarnya. SPPG perlu berkolaborasi dengan kelompok petani lokal, penyedia katering, dan dinas kesehatan untuk memastikan keberlanjutan dan kesegaran stok bahan pangan. SPPG juga mesti memberdayakan setiap sekolah untuk mengelola distribusi MBG kepada siswanya melalui pelatihan dan pengawasan yang tepat.

Salah satu persoalan yang umum ditemukan dalam Program MBG adalah keracunan makanan. Meskipun bermanfaat, distribusi makanan dalam skala besar mengandung risiko. Dari data terakhir, tidak kurang dari 5000-an siswa penerima manfaat MBG telah menjadi korban insiden keracunan makanan yang disediakan oleh puluhan SPPG di berbagai daerah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para pihak terkait mendesak agar dilakukan reformasi segera terhadap Program MBG melalui berbagai langkah strategis. Pertama, BGN dan seluruh unit pelaksana teknis MBG perlu menerapkan protokol kebersihan yang ketat. MBG harus menegakkan standar keamanan pangan di setiap tahapan, mulai dari pengadaan hingga penyajian. BGN bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) wajib melaksanakan inspeksi rutin terhadap dapur, peralatan, dan penjamah makanan.

Kedua, setiap SPPG harus disiplin dalam hal kontrol suhu makanan dan waktu penyajian. Petugas perlu selalu memastikan makanan dimasak hingga matang dan disimpan pada suhu aman. Juga, perlu pembatasan waktu antara persiapan dan konsumsi makanan untuk mengurangi pertumbuhan bakteri.

Ketiga, BGN perlu memperketat sistem pemantauan dan akuntabilitas yang transparan. Lembaga tersebut harus menetapkan prosesdur dan mekanisme dalam melacak dan merespons insiden keamanan pangan. BGN juga dituntut untuk tegas menghentikan operasional pada SPPG yang melakukan pelanggaran yang mengakibatkan keracunan makanan pada penerima manfaat, walaupun dalam jumlah yang sangat kecil.

Program makanan bergizi gratis bukan hanya inisiatif pemerintah, program ini harus dipandang sebagai komitmen rakyat Indonesia untuk membina generasi mendatang. Pemerintah Indonesia menargetkan melayani lebih dari 82,9 juta anak pada tahun-tahun mendatang, dunia mengamati dengan saksama. Karena ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik, mereka tidak hanya lebih sehat, mereka juga siap untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi memimpin dunia masa depan.[*]

Oleh: Wilson Lalengke

_Penulis adalah Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 pada tahun 2000_

Tags: BergiziGratisMakananProgram
Previous Post

Kapolri Bentuk Tim Transformasi, Sahabat Presisi: Langkah Tepat Tingkatkan Kepercayaan Publik

Next Post

Terungkap Siapa Pembunuh Penagih Hutang, di Sarjo Pasangkayu Sulbar

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”
Opini

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

by Tegar News
16 Oktober 2026
Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?
Opini

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

by Tegar News
8 Oktober 2026
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

by Tegar News
5 Oktober 2026
Next Post
Terungkap Siapa Pembunuh Penagih Hutang, di Sarjo Pasangkayu Sulbar

Terungkap Siapa Pembunuh Penagih Hutang, di Sarjo Pasangkayu Sulbar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Polisi Ringkus Orang Tua Anak Korban Penganiayaan di Jakarta Selatan

Polisi Ringkus Orang Tua Anak Korban Penganiayaan di Jakarta Selatan

13 September 2025
Bhabinkamtibmas Cipayung Girang Ajak Warga Tanam Pohon Dan Bersihkan Lingkungan

Bhabinkamtibmas Cipayung Girang Ajak Warga Tanam Pohon Dan Bersihkan Lingkungan

5 Juni 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

2,5 Bulan Berlalu, Kasus Upah Pungut Bappeda Kabupaten Bogor Belum Ada Tersangka?
Info Korupsi

2,5 Bulan Berlalu, Kasus Upah Pungut Bappeda Kabupaten Bogor Belum Ada Tersangka?

5 November 2026
Jokowi Bersaksi Hari Ini, PSI Kerahkan Ribuan  Kader Kawal Sidang Ijazah Palsu
Nasional

Jokowi Bersaksi Hari Ini, PSI Kerahkan Ribuan Kader Kawal Sidang Ijazah Palsu

5 November 2026
Kasus Penyadapan Ilegal, Presiden Prabowo Sampaikan Keprihatinan Mendalam
Nasional

Kasus Penyadapan Ilegal, Presiden Prabowo Sampaikan Keprihatinan Mendalam

5 November 2026
Pemkab Bogor Siapkan Pelebaran Jalan Laladon 1KM Pada 2027, Urai Kemacetan Menuju Kota Bogor
Info Daerah

Pemkab Bogor Siapkan Pelebaran Jalan Laladon 1KM Pada 2027, Urai Kemacetan Menuju Kota Bogor

5 November 2026
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Diperiksa KPK 5 Jam, Kasus Dugaan Suap Buka Blokir HGB Lahan Summarecon di Bogor
Info Korupsi

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Diperiksa KPK 5 Jam, Kasus Dugaan Suap Buka Blokir HGB Lahan Summarecon di Bogor

5 November 2026
Istana Copot Listyo Sigit dari KSP Setalah Jadi Tersangka Penyadapan Presiden
Nasional

Istana Copot Listyo Sigit dari KSP Setalah Jadi Tersangka Penyadapan Presiden

4 November 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News