Rabu, Agustus 19, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
ADVERTISEMENT
Home Opini

AYO ! Dukung Listyo Sigit Prabowo Jadi Petani

Chairul Husen by Chairul Husen
30 Januari 2026
in Opini
0
AYO ! Dukung Listyo Sigit Prabowo Jadi Petani
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnrnews.co.id-Bekasi, 31 Januari 2026| MENJADI PETANI mungkin tidak prestisius dan memiliki kebanggaan layaknya menjadi anggota Polri. Tapi setidaknya, sulit menemukan perilaku seorang petani terlibat korupsi, menjadi irisan dari politik dinasti dan oligarki serta terlibat dalam pelbagai penyalahgunaan kekuasaan.

Sungguh sebuah keinginan terpuji dan terhormat, tercetus dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mengatakan lebih baik menjadi petani daripada bekerja sebagai Menteri Kepolisian.

You might also like

Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran

Kapitalisme Bencana di Serambi Mekah: Membongkar Ilusi Bantuan Rp 2,5 Triliun & Ancaman ‘Besi Mangkrak’ Kementan

Bisnis Gelap Alutsista: Membongkar Taktik Broker Merampok APBN di Balik Jubah Patriotisme

Belum pernah ada sejarah di republik ini, seorang Kapolri mau menjadi petani yang merupakan profesi mulia, nyata bermanfaat bagi rakyat, negara dan bangsa Indonesia.

Pernyataan terbuka dan berani serta terkesan menantang dari pemuncak jabatan Polri itu, ditenggarai sebagai reaksi terhadap tuntutan banyak pihak yang menginginkan kelembagaan polri dibawah kementerian atau setidaknya tidak lagi bernaung dan hierarkis pada presiden.

Jelas terlihat, narasi Kapolri yang begitu emosional mengumbar sikap defensif dan resisten serta cenderung melakukan perlawanan. Jenderal bintang empat aktif itu, merespon keras adanya polemik menyoal fungsi dan kelembagaan polri belakangan ini.

Listyo Sigit Prabowo, yang memasuki tahun ke-5 menjabat Kapolri. Dihadapan Komisi III dalam sidang DPR dan disaksikan publik, menyampaikan respon tegas yang berisi penolakannya terhadap rencana reposisi dan restrukturisasi polri. Termasuk menempatkan polri dibawah kementerian, atau bertransformasi menjadi kementerian, atau bahkan lebih ekstrim lagi dengan adanya keinginan stereotif membubarkan kepolisian.

Refleksi, evaluasi dan solusi terhadap kinerja polri, telah lama menjadi sorotan publik. Sebagai salah satu, produk dari agenda reformasi sejak era 1998. Institusi polri yang secara organisatoris langsung dibawah presiden, kerap menuai gugatan baik pada performans pimpinan dan anggotanya, maupun pada aspek institusi yang dinilai cenderung menjadi ‘super body’ dan ‘the unthouchables’.

Lepas dari itu semua, tanpa menghilangkan prestasi dan pengorbanan peran Polri sejauh ini, seiring persoalan kelembagaan dan aparatnya yang kerap diselimuti sikap skeptis dan apriori sebagian besar rakyat. Ada yang menarik dan sangat langka, terkait aspirasi politik kalau tidak mau disebut keluh kesah yang diungkapkan Kapolri.
Sungguh luar biasa dan menakjubkan, entah spontanitas atau hasil perenungan batin yang dalam, orang nomor satu di jajaran polri tersebut, dengan tegas menyampaikan niatannya menjadi petani.

Boleh jadi ungkapan Listyo Sigit Prabowo terkait antusiasme pada profesi petani itu, sebagai bentuk kemarahan dari pelbagai upaya yang ingin mereduksi sekaligus mendegradasi institusi polri. Atau bisa juga sejatinya, kesadaran jiwa yang lahir dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual seorang Listyo Sigit Prabowo terhadap pengabdian dan dinamika dalam institusi polri yang puluhan tahun digelutinya.

Apapun hasilnya, biarlah para pemangku kepentingan publik yang kompeten dan elit politik serta yang lebih relevan lagi Presiden yang akan membahas dan memutuskan nasib Polri.

Tentunya suara rakyat yang kini menjelma, dalam bentuk kekuatan netizen dengan “no viral, no justice”, juga signifikan ikut menentukan imej dan persfektif polri di masa lalu, saat ini dan waktu berikutnya.

Namun yang pasti, di tengah konstelasi pertarungan politik citra Polri. Entitas petani tiba-tiba muncul dari lisan Sigit Sulistiyo Prabowo yang notabene seorang Kapolri dan salah satu figur berpengaruh di republik ini. Rasanya, profesi petani bisa menjadi komparasi sekaligus resolusi dari kegamangan polri selama ini.

Tentang petani yang dianggap profesi rendahan dan kasar, namun memiliki kemuliaan dan kemanfaatan untuk semua penduduk negeri. Jauh dari kata bergengsi namun dari kerja kerasnya, petani banyak melahirkan generasi pemimpin dan orang-orang terhormat lainnya. Tentang Petani, hanya butuh tanah sepetak untuk menafkahi keluarga dan negara. Bukan jutaan hektar, untuk dieksploitasi demi kekayaan dan kemewahan hidup sambil merusak hutan alias deforestasi !.

Tentang petani yang hidup jauh dari kesejahteraan, namun ditopang oleh kesederhanaan, moral juga keadaban yang tinggi. Terbiasa menghadapi, hujan badai dan terik menyengat. Tentang petani dengan napas dan jiwa kejujuran dan empati, bukan dengan korupsi, membunuh dan membajak pajak. Tentang petani yang hanya berharap, beras dan gabahnya mendapatkan harga yang layak untuk dibeli. Tentang petani, yang ingin ketahanan pangan nasional terlindungi dan setiap tetes keringatnya menghidupi. Tentang petani yang tak peduli gengsi dan dominasi, tapi memiliki harga diri, tak seperti politik dinasti dan oligarki.

Semua kebaikan yang ada pada petani, mungkin itu yang membuat Listyo Sigit Prabowo tertarik dan mulai jenuh pada dedikasi dan gemerlapnya Polri. Memang jelas berbeda, Polri yang tidak bisa disamakan dengan petani dan begitupun petani yang tidak bisa disamakan dengan polri.

Keduanya jelas berbeda, meskipun ada kesamaan untuk kerja-kerja mengabdi dan perbedaan untuk kerja-kerja distorsi.

Oleh karena itu, selamat buat Listyo Sigit Prabowo yang mau membuka mata hati dan sanubari untuk menanam dan memanen padi. Ini bukan masalah pribadi, juga bukan tentang institusi. Ini bukan tentang petani semata, tapi ini juga bukan hanya soal Polri.
Ini tentang nasib dan masa depan, bagi seluruh penghuni negeri.

Buat seluruh rakyat Indonesia, ayo dukung Bapak Kapolri jadi petani ! Pastikan Listyo Sigit Prabowo jenderal yang peduli dan gagah berani, bisa benar-benar menjadi petani yang jujur, bersih dan terhormat. Semoga!.[]

Oleh: Yusuf Blegur
Bekasi Kota Patriot,
11 Sya’ban 1447 H/30 Januari 2026.

Tags: JendralListyoPolisiPrabowoSigit
Previous Post

DEN Baru Tidak Berhenti Sebagi Pergantian Struktur dan Seremoni Kenegaraan Saja

Next Post

“Bukan Orang Sembarangan! Mengenal Sugiono, Eks Kadet Amerika Kepercayaan Prabowo yang Kini Jadi Menlu RI Cetak Sejarah Baru!

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran
Opini

Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran

by Tegar News
19 Agustus 2026
Kapitalisme Bencana di Serambi Mekah: Membongkar Ilusi Bantuan Rp 2,5 Triliun & Ancaman ‘Besi Mangkrak’ Kementan
Opini

Kapitalisme Bencana di Serambi Mekah: Membongkar Ilusi Bantuan Rp 2,5 Triliun & Ancaman ‘Besi Mangkrak’ Kementan

by Tegar News
19 Agustus 2026
Bisnis Gelap Alutsista: Membongkar Taktik Broker Merampok APBN di Balik Jubah Patriotisme
Opini

Bisnis Gelap Alutsista: Membongkar Taktik Broker Merampok APBN di Balik Jubah Patriotisme

by Tegar News
19 Agustus 2026
Melawan Oligarki Daerah: Anatomi Dinasti Politik dan Strategi Warga Meruntuhkannya
Opini

Melawan Oligarki Daerah: Anatomi Dinasti Politik dan Strategi Warga Meruntuhkannya

by Tegar News
18 Agustus 2026
LAPORAN INVESTIGASI: Di Balik Tangkapan Emas Rp 3 Triliun, Siapa Bos Besar yang Sebenarnya Dilindungi?
Opini

LAPORAN INVESTIGASI: Di Balik Tangkapan Emas Rp 3 Triliun, Siapa Bos Besar yang Sebenarnya Dilindungi?

by Tegar News
18 Agustus 2026
Next Post
“Bukan Orang Sembarangan! Mengenal Sugiono, Eks Kadet Amerika Kepercayaan Prabowo yang Kini Jadi Menlu RI Cetak Sejarah Baru!

"Bukan Orang Sembarangan! Mengenal Sugiono, Eks Kadet Amerika Kepercayaan Prabowo yang Kini Jadi Menlu RI Cetak Sejarah Baru!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Polri Bantu Perbaikan 91 Jembatan, Perkuat Konektivitas Nasional

Polri Bantu Perbaikan 91 Jembatan, Perkuat Konektivitas Nasional

29 Januari 2026
Kepala Desa Karangsatu Diminta Turun Tangan, Jelaskan Kinerja BUMDes yang Mandek

Kepala Desa Karangsatu Diminta Turun Tangan, Jelaskan Kinerja BUMDes yang Mandek

12 Mei 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Bansos Kesra Bikin Heboh Sukadarma: Nama PPPK Tercatat, Uang Tak Pernah Diterima
Info Daerah

Bansos Kesra Bikin Heboh Sukadarma: Nama PPPK Tercatat, Uang Tak Pernah Diterima

19 Agustus 2026
Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran
Opini

Pasukan Berkuda Presiden, Antara Teater Kekuasaan dan Realitas Anggaran

19 Agustus 2026
Kepala PPATK Potensi Jadi Sasaran Oligarki Sesudah Febrie Adriansyah
Info Publik

Kepala PPATK Potensi Jadi Sasaran Oligarki Sesudah Febrie Adriansyah

19 Agustus 2026
Fuad Bawazier: “Prabowo  Presiden Paling Serius Laksanakan Pasal 33 UUD 45”
Tokoh

Fuad Bawazier: “Prabowo Presiden Paling Serius Laksanakan Pasal 33 UUD 45”

19 Agustus 2026
Cifor Dibersihkan, Pemkot Bogor Bongkar Lapak PKL yang Kuasai Ruang Publik
Info Daerah

Cifor Dibersihkan, Pemkot Bogor Bongkar Lapak PKL yang Kuasai Ruang Publik

19 Agustus 2026
Kapitalisme Bencana di Serambi Mekah: Membongkar Ilusi Bantuan Rp 2,5 Triliun & Ancaman ‘Besi Mangkrak’ Kementan
Opini

Kapitalisme Bencana di Serambi Mekah: Membongkar Ilusi Bantuan Rp 2,5 Triliun & Ancaman ‘Besi Mangkrak’ Kementan

19 Agustus 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News