Breaking News
light_mode
Home » Opini » Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
  • visibility 42
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta 14, Februari 2026| ​Ada pemandangan ganjil di koridor kekuasaan kita hari ini. Di saat Presiden Prabowo Subianto secara tersirat menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Polri dengan membentuk Tim Percepatan Reformasi Polri, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, justru tampil sebagai “benteng terakhir” yang menjaga status quo.

Peran Habiburokhman belakangan ini bukan lagi terlihat sebagai pengawas ( watchdog ), melainkan lebih mirip sebagai juru bicara atau bahkan personal bodyguard politik bagi Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Setidaknya ada empat momentum yang mengonfirmasi bahwa ada “sesuatu” yang sangat kuat mengikat kepentingan antara Senayan dan Trunojoyo.

Mengunci Status “Superbody” Polri

​Poin fundamental yang diperjuangkan Habiburokhman adalah memastikan status dan kedudukan Polri tetap mutlak di bawah Presiden. Dalam rapat Komisi III, ia dengan gigih menyatakan dukungannya terhadap status ini. ​Bagi publik, ini bukan sekadar soal administrasi negara. Dengan mengunci Polri langsung di bawah Presiden, Habiburokhman secara efektif menutup pintu bagi kementerian mana pun untuk mengaudit atau mengintervensi Polri secara struktural. Ini adalah upaya mempertahankan keistimewaan mutlak institusi agar tetap menjadi “superbody” yang hanya bisa disentuh oleh Presiden-yang kita tahu memiliki agenda nasional sangat padat-dan tentu saja oleh Komisi III sebagai satu-satunya pintu kontrol parlemen.

Perpol 10 Tahun 2025: Legalisasi Dwifungsi Modern?

Sikap pasang badan Habiburokhman mencapai puncaknya saat ia membela habis-habisan Perpol Nomor 10 Tahun 2025. Peraturan ini memungkinkan anggota Polri menduduki jabatan di kementerian/lembaga dengan dalih penugasan.

Jika Polri tetap berada langsung di bawah Presiden dan personelnya menyebar ke berbagai lembaga sipil, maka yang tercipta adalah gurita kekuasaan. Habiburokhman menutup mata bahwa hal ini bertentangan dengan semangat reformasi 1998 yang ingin memisahkan fungsi keamanan dari wilayah sipil. Dengan mendukung penuh Perpol ini, Habiburokhman seolah sedang merestu pembentukan “negara dalam negara” di bawah kepemimpinan Listyo Sigit.

Narasi “Loyalitas” sebagai Tameng Kritik

​Ketika mantan Panglima TNI menuding ada aroma pembangkangan (makar) dalam pernyataan Kapolri yang bersikeras mempertahankan posisi Polri langsung di bawah Presiden “sampai titik darah penghabisan,” Habiburokhman adalah orang pertama yang pasang badan. Ia menjamin loyalitas Listyo Sigit 100 persen kepada Presiden Prabowo. ​Namun, publik yang kritis tentu bertanya: Loyalitas kepada siapa? Kepada agenda besar Presiden untuk mereformasi institusi, atau loyalitas untuk mempertahankan kursi demi mengamankan jejaring kepentingan? Dengan mengatakan Sigit sangat loyal, Habiburokhman seolah-olah mengirim pesan kepada Prabowo: “Jika Anda mengganti Listyo Sigit, Anda membuang orang paling setia.” Ini adalah taktik cerdik untuk menyandera narasi reformasi di tingkat pimpinan.

Delegitimasi Suara Kritis: Upaya Mengunci Mata Presiden

Ketika para tokoh-tokoh kritis, Abraham Samad, Said Didu, Syahganda Nainggolan dan peneliti Siti Zuhro mendesak pergantian pucuk pimpinan sebagai prasyarat mutlak perbaikan sistemik, Habiburokhman justru mereduksinya menjadi persoalan sentimen pribadi dengan mengatakan sebagai “salah kaprah”, “tendensius” “subyektif” dan bersudut pandang sempit. Bagaimana
mungkin seorang Ketua Komisi III menutup mata terhadap rentetan skandal besar yang mencoreng citra Polri di era Listyo Sigit? Menolak pergantian pimpinan di tengah kegagalan sistemik dan degradasi kepercayaan publik bukan hanya sebuah “kemunduran,” melainkan bentuk pengkhianatan terhadap mandat pengawasan parlemen.

Ada Apa dengan Habiburokhman dan Listyo Sigit?

​Pertanyaan besar ini hanya bisa dijawab dengan melihat adanya potensi simbiose mutualisme. Pembelaan mati-matian terhadap status Polri langsung di bawah Presiden mengindikasikan ketakutan kolektif: bahwa jika kursi nomor satu di Trunojoyo berganti ke tangan orang yang benar-benar independen, maka zona nyaman yang selama ini dinikmati oleh oknum di parlemen akan runtuh.

​Presiden Prabowo berada di persimpangan jalan. Jika ia membiarkan narasi Habiburokhman menang, maka Tim Percepatan Reformasi Polri hanya akan menjadi sekadar “gincu” politik tanpa taring.

Rakyat tidak butuh perisai untuk melindungi pejabat; rakyat butuh institusi yang bersih. Dan itu tidak akan pernah tercapai selama pengawas dan yang diawasi masih asyik “saling pasang badan” untuk menjaga kekuasaan tetap tak tersentuh.[]

Oleh: Nazaruddin

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kriminalisasi Aktivis Jekson Sihombing: Cermin Buram Hukum dan Kekuasaan di Riau

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 168
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pekanbaru, 7 Februari 2026| Masyarakat Riau terus diguncang oleh kontroversi besar yang menyingkap wajah buram penegakan hukum di Indonesia. Kasus kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan dan anti-korupsi Jekson Sihombing menjadi sorotan publik, terutama setelah Kapolda Riau, Herry Heryawan, melalui Kabid Humas Polda Riau, membantah adanya kriminalisasi. Sang Kapolda bahkan menuding Kejaksaan Tinggi Riau sebagai pihak yang […]

  • Lagi, Tim Penyidik Kejati Kalbar Lakukan Penggeledahan Terkait Kasus Korupsi GKE-Petra

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 214
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pontianak, 25 November 2025| Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, kembali lakukan penggeledahan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Hibah Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang Ke Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) “Petra” TA. 2017 Dan TA. 2019, (24/11). Kegiatan penggeledahan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Nomor […]

  • Pengacara Bongkar Praktik Lancung Ucu Suhendar, Pesan 7 Tronton Pasir Lalu Menghilang

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 37
    • 0Comment

    Tegarnews co id-Lebak, 2 Maret 2026| Upaya penegakan hukum terhadap praktik dugaan penipuan dan penggelapan dalam transaksi komoditas bangunan kian diperketat. Melalui Surat Kuasa Khusus No. 012/RSP-SKK/Non.Lit/III/2026, kantor hukum Rudi-Sam & Partner secara resmi mengambil alih pembelaan hukum atas nama Egi Hendrawan. ​Kasus ini bermula dari transaksi pembelian pasir sebanyak 7 (tujuh) truk tronton yang […]

  • Anggota Polsek Ciampea Polres Bogor Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas Pagi Untuk Wujudkan Kamseltibcarlantas

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 89
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Ciampea – Polres Bogor, Dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, personel Polsek Ciampea Polres Bogor melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan pada Jumat pagi (20/06/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat jam-jam sibuk pagi hari.   Kegiatan pengaturan lalu lintas ini difokuskan […]

  • Alfi Abusar GMPBI: “Kejari Kota Depok Telah Lalai Menjalankan Fungsi!”

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 215
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Depok, 3 September 2025| Aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Depok yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa Indonesia (GMPBI), Rabu (25/9), menyeru kepada pihak Kejari Depok untuk segera memanggil dan memeriksa mantan Walikota M. Idris dan Supian Suri Walikota Depok, juga Wahid Suryono Kepala BKD Kota Depok serta Fadli, Kabid Pengelolaan Aset […]

  • Pemkab Tangerang Di Demo FWJ Indonesia Tuntut Tanggungjawab Bupati

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 251
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Tangerang, 18 September 2025| Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia turun aksi massa di depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sebagai bentuk protes keras pertanggunjawaban Bupati Tangerang atas berbagai persekusi jurnalis yang dilakukan jajarannya, (1/9). Ketua Umum FWJ Indonesia Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan mengatakan sedikitnya ada 150 wartawan dari berbagai media hadir […]

expand_less