Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Jejak Roda India di Priok: Saat ‘Ketuk Palu’ Kalah Cepat dari Kapal Kargo

Jejak Roda India di Priok: Saat ‘Ketuk Palu’ Kalah Cepat dari Kapal Kargo

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
  • visibility 53
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 28 Februari 2026| Deretan mobil pikap berkelir garang itu berbaris rapi di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok. Logo Mahindra dan Tata Motors berkilau tertimpa matahari Jakarta. Bagi para pekerja pelabuhan, ini mungkin sekadar bongkar muat biasa. Namun, bagi para penghuni Senayan, pemandangan ini adalah sebuah kejutan yang menyesakkan dada.

​Bagaimana mungkin ratusan unit kendaraan operasional sudah mengaspal di tanah air, sementara kertas kerja di meja rapat komisi belum sempat dibalik?

​Polemik ini bermula bukan dari ruang sidang yang sejuk, melainkan dari tajuk berita. Anggota DPR RI dibuat terperangah ketika mendapati kabar bahwa proyek pengadaan kendaraan untuk Koperasi Desa Merah Putih senilai Rp24,66 triliun ternyata sudah melaju jauh.

​”Kami kaget, tahu-tahu unitnya sudah ada di media dan di pelabuhan,” ungkap salah satu anggota dewan dengan nada masygul. Ketidaktahuan ini menciptakan jurang komunikasi yang lebar antara eksekutif dan legislatif. Rencana mendatangkan 105.000 unit kendaraan dari negeri Bollywood ini seolah menjadi “penumpang gelap” dalam agenda pembangunan desa.

​Pihak PT Agrinas selaku pelaksana beralasan bahwa langkah ini adalah bentuk efisiensi. Mobil 4×4 dari India diklaim memiliki harga yang jauh lebih bersahabat bagi kantong petani dan koperasi desa dibandingkan produk rakitan dalam negeri.

​Namun, argumen ini justru memicu api perdebatan baru. DPR menilai kebijakan ini bak “pukulan balik” bagi industri otomotif nasional yang sedang mencoba mandiri. Di tengah semangat Presiden Prabowo Subianto yang gencar mempromosikan Maung buatan Pindad, kehadiran massal mobil India dianggap tidak sinkron dengan visi kedaulatan industri.

​Situasi kini berada di titik nadir. Pimpinan DPR, Sufmi Dasco Ahmad, telah meminta pengadaan ini dihentikan sementara. Semua mata kini tertuju pada kepulangan Presiden dari lawatan luar negeri untuk memberikan kata putus.

​”Ini bukan sekadar soal membeli mobil, tapi soal ke mana arah keberpihakan industri kita mengalir,” ujar seorang pengamat kebijakan publik.

​Untuk saat ini, roda-roda baja dari India itu harus terdiam di pelabuhan. Mereka menjadi saksi bisu dari sebuah proses birokrasi yang “balapan” dengan logistik, di mana transparansi sempat tertinggal di garis start.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Regional 1 Hadiri Upacara Harhubnas Tahun 2025

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 105
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 17 September 2025| Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Medan pada Rabu (17/9). Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, bersama jajaran Forkopimda, insan perhubungan, dan mitra transportasi nasional. Dengan tema “Bakti Transportasi untuk Negeri”, Harhubnas 2025 menjadi wadah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam […]

  • Tembus 26 Juta Pelangan, Pegadaian Terus Perkuat Layanan Lewat Program “Badai Emas”

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 55
    • 0Comment

    Tegarnews.co id-Jakarta, 22 Januari 2026| PT Pegadaian terus memperkuat transformasi layanan dengan menghadirkan kemudahan transaksi bagi masyarakat. Upaya tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan jumlah nasabah yang kini mencapai sekitar 26 juta orang di seluruh Indonesia, seiring meningkatnya minat masyarakat bertransaksi dan berinvestasi emas secara praktis Salah satu bentuk kemudahan yang ditawarkan Pegadaian adalah melalui program Badai […]

  • Dokter Hussam Abu Safiya Disiksa Saat Ditahan oleh Militer Israel Sejak Desember 2024

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 410
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta| Kondisi Hussam Abu Safiya, dokter anak sekaligus direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara, dilaporkan semakin memburuk setelah berbulan-bulan ditahan oleh militer Israel di sel bawah tanah yang gelap dan lembap. Menurut pengacaranya, Ghaida Qasem, dr Abu Safiya mengalami penyiksaan fisik, kekurangan makanan, dan tidak mendapat perawatan medis meski memiliki riwayat gangguan jantung. […]

  • Saurip Kadi Soroti RUU BPIP: Bicara Pancasila Jangan Basa-Basi, Tapi Substansi

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 139
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta , 21 Juli 2025| Mantan Anggota DPR RI yang juga seorang purnawirawan, Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip Kadi, melontarkan kritik tajam terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP) dalam sebuah forum resmi bersama Komisi II DPR RI, di gedung nusantara kompleks parlemen senayan Jakarta, Rabu (16/7/2025) lalu. Menurut Saurip Kadi, Pancasila […]

  • Kuasa Hukum Keluarga Korban Tawuran Pelajar di Kabupaten Bogor, Angkat Bicara!

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Rls/Inel
    • visibility 142
    • 1Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 17 Februari 2026| Kuasa hukum keluarga korban tawuran pelajar di Kabupaten Bogor, Endang Ahdiah, S.H., M.H., CLA, menegaskan proses hukum kasus tersebut masih berada pada tahap awal penyidikan dan mengedepankan Undang- Undang Perlindungan Anak. Menurut Endang, baik korban maupun terduga pelaku masih di bawah umur, sehingga dasar hukum yang digunakan merujuk pada ketentuan perlindungan […]

  • Di Polsek Pahandut, Orang Mati Bisa Buat Laporan Polisi

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 475
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Palangka Raya,3 Deseber 2025| Sebagai warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, kita percaya bahwa hukum adalah pilar utama dalam menjaga keadilan dan ketertiban. Penegakan hukum oleh Kepolisian Republik Indonesia seharusnya menjadi benteng kepercayaan masyarakat. Namun, pengalaman saya menunjukkan betapa rapuhnya sistem ini ketika rekayasa hukum bisa terjadi, bahkan sampai pada titik absurditas: seorang […]

expand_less