Breaking News
light_mode
Home » Nasional » “Pakai Otak Dikit”: Saat Senayan Menggugat Logika Investasi di Tanah Fakfak

“Pakai Otak Dikit”: Saat Senayan Menggugat Logika Investasi di Tanah Fakfak

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
  • visibility 46
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 Februari 2026| Tawa khas Bahlil Lahadalia sempat pecah di ruang rapat Komisi VI DPR RI. Namun, kali ini tawanya bukan respons atas kelakar santai antar-sahabat, melainkan tameng dari serangan verbal yang menohok ulu hati kebijakan investasinya. Di hadapannya, anggota DPR RI, Khilmi, tidak sedang melawak. Wajahnya serius, nadanya tinggi, dan telunjuknya mengarah tajam pada satu persoalan: Proyek Kawasan Industri Pupuk di Fakfak, Papua Barat.

“Jadi pakai otak dikit!”

Kalimat itu meluncur tanpa rem. Di Gedung Parlemen yang biasanya penuh dengan eufemisme santun, seruan Khilmi terdengar seperti petir di siang bolong. Ia menggugat keputusan pemerintah—khususnya Kementerian Investasi yang dipimpin Bahlil—yang memindahkan lokasi proyek strategis dari Bintuni ke Fakfak, tanah kelahiran sang menteri.

Pusat kemarahan Khilmi bukan tanpa alasan. Ia membedah logika supply and demand yang dinilainya cacat. Indonesia, menurut data yang ia pegang, sudah surplus pupuk Urea. Gudang-gudang penuh. Lantas, untuk apa memaksakan pembangunan pabrik pupuk Urea baru di Papua?

“Gas itu kan bisa dibuat industri hulu di sana. Tidak dibuat untuk pupuk saja,” cecar Khilmi.

Ia menyodorkan alternatif yang lebih mendesak bagi perut ekonomi negara: ketahanan energi. Di saat Indonesia masih terseok-seok mengimpor bahan bakar, gas alam melimpah di Papua justru diarahkan untuk memproduksi komoditas yang sudah jenuh di pasaran. “Kenapa investasi di sana kok nggak dibikin bensin aja?” tanyanya retoris. Sebuah gugatan atas hilangnya opportunity cost yang mahal.

Perdebatan kian runcing saat masuk ke ranah teknis yang berbalut kecurigaan politis. Proyek yang awalnya direncanakan di Bintuni, tiba-tiba “banting setir” ke Fakfak.

Bahlil, dengan gaya komunikasinya yang luwes, mencoba meredam tensi. Ia menyodorkan alasan teknis: kedalaman laut. Bintuni dinilai terlalu dangkal (7-8 meter) untuk dermaga logistik skala besar, sementara Fakfak menawarkan kedalaman ideal (di atas 14 meter). “Singkat, padat, terpercaya,” jawab Bahlil mencoba meyakinkan.

Namun, bagi Khilmi yang mengaku telah memonitor sektor ini selama lima tahun, alasan itu terasa dicari-cari. Ia mempertanyakan transparansi Feasibility Study (FS). Baginya, memindahkan proyek raksasa ke kampung halaman pejabat pengambil keputusan akan selalu memantik tanda tanya besar: ini demi efisiensi negara, atau legacy pribadi?

“Enaknya Jadi Direktur BUMN”
Momen puncak dalam rapat itu bukan hanya soal teknis gas dan laut, melainkan sentilan keras Khilmi terhadap budaya korporasi pelat merah. Ia menyoroti betapa “nyamannya” posisi para petinggi BUMN yang mengerjakan proyek-proyek penugasan seperti ini.

“Jadi direktur BUMN itu enak, Pak. Ada rugi nggak tanggung jawab. Kalau ada untung dapat tantiem (bonus). Gaji masih tetap,” sindirnya pedas.

Pernyataan ini menyasar jantung persoalan akuntabilitas. Jika proyek di Fakfak ini kelak gagal atau merugi karena salah perencanaan, siapa yang akan menanggung dosa? Khilmi mengingatkan bahwa direksi bisa berganti, menteri bisa lengser, tapi kerugian negara akan tetap tercatat.

Di akhir debat, Bahlil tetap tersenyum dan menjawab dengan data versi kementeriannya. Namun, gaung kalimat “pakai otak dikit” terlanjur menggema, menjadi penanda bahwa di balik deretan angka investasi triliunan rupiah, masih ada logika dasar yang “belum tuntas” di mata wakil rakyat.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Bogor Pimpin Pelaksanakan Patroli Rutin Ditingkatkan Di Malam Minggu

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 99
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan patroli rutin yang ditingkatkan pada malam Minggu, 12 Juli 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya preventif guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Bogor, khususnya di akhir pekan yang cenderung meningkat aktivitas masyarakatnya. Dalam patroli tersebut, Kapolres Bogor turun langsung bersama personel […]

  • Polresta Cilacap Ungkap Pembunuhan Berencana WN Singapura, Dua Pelaku Ditangkap

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 63
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Cilacap, 29 Maret 2026 | Kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap seorang warga negara asing asal Singapura berinisial SS (80) akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran Polresta Cilacap. Pengungkapan ini menjadi titik terang setelah sebelumnya jasad korban ditemukan di aliran Sungai Citanduy. Dari hasil penyelidikan, dua pelaku telah diamankan, sementara satu lainnya masih dalam daftar […]

  • Tokoh Masyarakat Desak PT Indocement Klarifikasi Status SHP Yang Telah Kedaluwarsa

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 114
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Cirebon, 8 Oktober 2025| Persoalan pertanahan kembali mencuat di Desa Palimanan Barat setelah masa berlaku Surat Hak Pakai (SHP) yang digunakan PT Indocement dinyatakan telah melewati jatuh tempo. Agung, selaku pimpinan redaksi SBI, bersama tokoh masyarakat H Mustani, menyoroti penggunaan lahan oleh perusahaan tersebut yang dinilai sudah tidak memiliki dasar legal yang sah. Mereka menegaskan […]

  • Setelah Kasus Kayu Ilegal Rp230 Miliar Terbongkar, Aktivis Soroti PT Indopallet Mulia Pratama

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 107
    • 0Comment

    Tegarnews co id-Bogor Raya, 17 November 2025| Sorotan terhadap industri kayu kembali menguat setelah Kejaksaan Agung RI menggagalkan penyelundupan 4.610 meter kubik kayu ilegal bernilai lebih dari Rp 230 miliar melalui operasi Satgas Penegakan Hukum Kehutanan (PKH). Temuan besar ini mendorong aktivis di Bogor untuk menyoroti perusahaan pengolahan kayu yang dinilai perlu memberikan transparansi asal […]

  • Diplomasi Maritim: Rusia Tawarkan Alutsista Canggih Lewat Kunjungan Kapal Perang di Jakarta

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 73
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 3 April 2026 | Sejumlah armada tempur unggulan Angkatan Laut Rusia bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak akhir Maret 2026. Kehadiran Korvet Gromky-335, Kapal Selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274, dan Kapal Tunda Andrey Stepanov ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan misi strategis untuk memperkenalkan teknologi militer mutakhir kepada Indonesia. Duta Besar […]

  • Terkait Kasus“Tipu-tipu Abunawas”, Lambert Jitmau: Dokumen Izin Reklamasi Mr Ching itu Palsu

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 167
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Sorong, Papua Barat Daya, 9 September 2025| Mantan Wali Kota Sorong dua periode, Lambert Jitmau, hadir di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Sorong pada Selasa, 09 September 2025. Lambert Jitmau dihadirkan untuk memberikan kesaksian dan keterangan tentang dokumen izin reklamasi yang diklaim sebagai alas hak Paulus George Hung alias Ting-ting Ho alias Mr. Ching atas […]

expand_less