Jumat, November 6, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Diplomasi “Dompet Kosong” Ala Prabowo di Selat Hormuz

Chairul Husen by Chairul Husen
1 April 2026
in Opini
0
Diplomasi “Dompet Kosong” Ala Prabowo di Selat Hormuz
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 1 April 2026 | Berita Internasional ramai membicarakan soal “ogahnya” Indonesia “menolak” atau setidaknya menunda membayar iuran keanggotaan di Board of Peace (BOP) bentukan Donald Trump. Mungkin ada sisi baiknya, setidaknya di mata Iran.

Bagi Iran, penolakan iuran berarti perlawanan bagi Paman Donald dan itu tiket dua tanker Pertamina melewati Selat Hormuz. Tapi bagi Paman Donald, penolakan iuran Indonesia di BOP berarti sikap “mencla-mencle” Presiden Prabowo Subianto.

You might also like

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

Atau karena ada jaminan kapal tanker Iran yang ditahan Bakamla karena isu pencemaran lingkungan bakal dilepas, tidak jadi dilelang dan dikembalikan kepada Iran?

Justru alasan terakhir inilah yang mungkin lebih kuat diperbolehkannya dua tanker Pertamina melalui Selat Hormuz daripada soal “mencla-mencle”-nya Indonésia tidak membayar iuran BOP.

Memang ada pameo tua sih, “jika Anda ingin selamat dari kepungan serigala, janganlah terlihat seperti singa yang menantang, tapi jadilah kancil yang terlihat sedang sakit”. Sepertinya, itulah yang sedang dimainkan Indonesia di Selat Hormuz hari ini.

Kabar dari Teheran menyebutkan dua kapal tanker kita akhirnya dilepas oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Di saat kapal-kapal Barat gemetar menunggu nasib, tanker berbendera Merah Putih itu justru melenggang.

Pemerintah kita segera meniupkan trompet keberhasilan “diplomasi intensif” dan “netralitas aktif”. Sebuah narasi yang manis didengar telinga publik yang rindu akan kejayaan non-aligned movement.

Namun, di balik jabat tangan diplomatik yang hangat itu, mari kita tengok sejenak ke belakang, ke dalam rumah kita sendiri yang sedang riuh.

Itu tadi, beberapa waktu lalu, publik kita sempat dihebohkan oleh berita “pembangkangan” kecil yang dilakukan Indonesia terhadap tatanan hukum maritimnya sendiri, yakni ketidakmampuan atau ketidakmauan membayar iuran BOP sebesar Rp17 triliun. Angka yang demikian fantastis, yang bagi banyak pengamat adalah potret manajemen yang sedang terengah-engah.

Apakah mungkin Iran, sang dedengkot perlawanan global terhadap hegemoni Barat, melihat Indonesia bukan sebagai mitra strategis yang gagah, melainkan sebagai “kawan senasib dalam pembangkangan”?

Iran bertahan puluhan tahun dari sanksi Amerika karena mereka menolak membayar “upeti” kepatuhan pada sistem global. Sementara kita, barangkali tanpa sengaja, menunjukkan gestur serupa: jangankan membayar iuran keamanan laut dunia, bayar iuran pelabuhan sendiri pun kita kadang “khilaf”.

Ada semacam solidaritas bawah sadar antara negara yang sedang dipersekusi (Iran) dan negara yang sedang mengurus dompet yang bolong (Indonesia).

Bagi Teheran, mungkin mereka berpikir, “Buat apa menahan kapal bangsa yang iuran BOP saja belum lunas atau dilunasi? Mereka ini bukan antek kapitalis, mereka ini cuma sedang bingung mengatur pengeluaran dan mencari teman buat perlindungan.”

Tentu, pejabat kita akan membantah keras analisis satir ini. Mereka akan bilang ini murni karena “hubungan baik Jakarta-Teheran”. Tapi tengah kecamuk perang Israel-AS vs Iran, kadang kala kejujuran tentang kemiskinan atau ketidakmampuan justru menjadi perisai yang paling ampuh hahaha…

Sebut saja “blessing in disguise”. Kita selamat di Selat Hormuz bukan karena kita kuat, tapi karena kita tampak “tidak berdaya” dengan cara yang sangat manusiawi. Keberhasilan yang dipanen dari ketidakmampuan memenuhi kewajiban finansial membayar iuran BOP.

Dua tanker kita pulang dengan selamat, membawa minyak untuk mesin-mesin kita yang haus. Sementara di meja kerja Prabowo, angka Rp17 triliun itu masih membeku, menanti jawaban yang mungkin tak akan pernah datang secepat izin melintas dari IRGC.

Di dunia yang penuh dengan adu otot militer, kadang-kadang menjadi “pembangkang iuran” justru memberikan kita tiket gratis melewati zona perang, bahkan dengan melepas kembali tanker Iran yang sempat ditahan Bakamla.

Sebuah ironi yang menampar, tapi setidaknya, lampu di rumah kita tetap menyala malam ini dan tidak ada antrian sepeda motor yang kehabisan bensin di pom-pom bensin.[]

Oleh: Pepih Nugraha

Tags: 2HormuzIndonesiaKapalSelatTanker
Previous Post

Undang-Undang Hukuman Mati Baru Israel Memicu Kecaman Global, Wilson Lalengke: “Hormati Hak Asasi Manusia, Hapus RUU Ini”

Next Post

JANGKAR Resmi Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Perjalanan Dinas ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”
Opini

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

by Tegar News
16 Oktober 2026
Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?
Opini

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

by Tegar News
8 Oktober 2026
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

by Tegar News
5 Oktober 2026
Next Post
JANGKAR Resmi Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Perjalanan Dinas ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor

JANGKAR Resmi Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Perjalanan Dinas ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Direktur RSUD Ryacudu Lampung Utara dan Rekanan Jadi Tersangka Korupsi Renovasi Rumah Sakit

Direktur RSUD Ryacudu Lampung Utara dan Rekanan Jadi Tersangka Korupsi Renovasi Rumah Sakit

5 Januari 2026
Perkuat Profesi, Bekasi, Karawang dan Purwakarta Agendakan Silaturahmi Akbar 2026

Perkuat Profesi, Bekasi, Karawang dan Purwakarta Agendakan Silaturahmi Akbar 2026

23 Februari 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

LSM TEGAR Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Pemufakatan Makar! Negara Tak Boleh Dikhianati dari Dalam
Hukum

LSM TEGAR Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Pemufakatan Makar! Negara Tak Boleh Dikhianati dari Dalam

6 November 2026
Kapolri Suyudi Bertindak Cepat! Skenario Show Of Force yang Disusun Rapi,”Ambyar”
Nasional

Kapolri Suyudi Bertindak Cepat! Skenario Show Of Force yang Disusun Rapi,”Ambyar”

6 November 2026
UU Perampasan Aset: Senjata Ampuh Memberantas Kejahatan, Atau Potensi Ancaman  Terhadap Hak Warga
Hukum

UU Perampasan Aset: Senjata Ampuh Memberantas Kejahatan, Atau Potensi Ancaman Terhadap Hak Warga

6 November 2026
Dua Agenda Sidang Joko Widodo Hadir, Tunjukkan Ijazah SD Hingga S1 UGM
Nasional

Dua Agenda Sidang Joko Widodo Hadir, Tunjukkan Ijazah SD Hingga S1 UGM

6 November 2026
BPN Serang Minta Warga Desa Kopo Lengkapi Berkas PTSL untuk Target 2027
Info Daerah

BPN Serang Minta Warga Desa Kopo Lengkapi Berkas PTSL untuk Target 2027

5 November 2026
Dana Rp 234 Juta Diduga Digelapkan Pengasuh Anak; Mantan PMI Asal Tukdana Indramayu Akan Laporkan ke Aparat, Serta Soroti Dugaan Kekerasan Psikis Terhadap Anak
Info Daerah

Dana Rp 234 Juta Diduga Digelapkan Pengasuh Anak; Mantan PMI Asal Tukdana Indramayu Akan Laporkan ke Aparat, Serta Soroti Dugaan Kekerasan Psikis Terhadap Anak

5 November 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News