Jumat, Agustus 7, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
ADVERTISEMENT
Home Opini

Jantung Kangker Dibalik Seragam: “Membedah Pabrik Kegagalan Reformasi Polri”

Chairul Husen by Chairul Husen
7 April 2026
in Opini
0
Jantung Kangker Dibalik Seragam: “Membedah Pabrik Kegagalan Reformasi Polri”
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 7 April 2026 | Pekan ini sebuah keritik di lesakkan kearah jantung birokrasi keamana kita. Bukan oleh kelompok kriminal, melainkan oleh Irjen Pol (Purn) Safaruddin, anggota DPR RI, yang secara berani membidik borok di “Hulu” kepolisian: Lamdiklat (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri).

Selama ini publik disuguhi kemarahan di hilir. Kita geram melihat arogansi dijalan, muak dengan oknum pembeking bisnis ilegal, hingga skandal perwira tinggi sekelas Teddy Minahasa. Namun, teguran ini memaksa kita menoleh ke belakang, ke sebuah pabrik yang justru sedang direproduksi untuk gagal secara sistemik.

You might also like

Ada Pemberi Ada Penolak, Jokowi Maunya Begitu

“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!

Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”

Mari kita buka empat “berkas forensik” yang mengungkap mengapa institusi ini sulit sembuh dari dalam:

File 1: Strategi Keranjang Sampah yang Mematikan

Ada rahasia publik dalam manajemen kepolisian: Mutasi, Demosi. Ketika seorang perwira di unit “basah” terbukti melanggar kode etik – menerima suap hingga memeras mereka sering kali dijatuhi sanksi pemindahan jabatan ke Lamdiklat atau Sekolah Polisi Negara (SPN).

Ironisnya perwira bermasah ini tidak masuk sebagai murid untuk dibina ulang, melainkan duduk sebagai pengajar, instruktur atau pengasuh. Bagaimana mungkin seorang mantan reserse yang dicopot karena pungli ditugaskan sebagai pengajar, mengajarkan “Etika Profesi” kepada ribuan taruna muda? Menempatkan oknum bermasalah sebagai “guru” sama saja menyuntikan virus secara langsung kedalam kantong darah bayi. Kita tidak sedang menghukum oknum. kita sedang meracuni masa depan institusi.

File 2: Ironi 0.86 Persen dan “Guru” yang Terhina

Fakta terbaru membongkar paradoks anggaran yang timpang. Polri adalah raksasa dengan alokasi anggaran diatas Rp100 triliun setiap tahunnya, namun distribusinya menunjukan skala prioritas yang menghawatirkan.

Pendidikan yang dianaktirikan: Dari total anggaran jumbo tersebut. Lamdiklat Polri dikabarkan mengelola sekitar Rp1,25 triliun. Kalkulasi ini menunjukan porsi pendidikan hanya menyumbang sekitar 0,86% dari total pagu anggaran.

Otot vs Otak: Triliunan rupiah mengalir deras untuk unjuk kekuatan fisik: gas air mata, kendaraan taktis, hingga senjata api. Sementara itu pembangunan manusia hanya diberi sisa-sisa.

Kesejahteraan Instruktur: Dengan porsi anggaran yang minim, honor instruktur menjadi sangat terbatas. Instruktur yang tidak disejahterakan akhirnya rentan mencari “sabetan” tambahan, yang secara tidak langsung menularkan budaya transaksional kepada siswa bahkan sebelum mereka resmi memegang lencana.

File 3: Siklus “Balik Modal” dan Gerilya Oknum Rekrutmen

Secara institusional. Polri selalu mengampayekan rekrukmen yang bersih dan gratis (BETAH). Namun, di zona abu-abu, praktik ilegal para oknum “calo” masih terus bergrilya, ini bukan tentang sistem resmi, melainkan tindakan kriminal oknum yang merusak tatanan.

Jika seorang pemuda terjebak pusaran transaksional ilegal ini-hingga keluarganya harus berhutang ratusan juta rupiah- ia akan masuk ke gerbang pendidikan dengan pola pikir seorang “investor“. Di dalam barak mentalitas ini bertemu dengan kultur instruktur hasil demosi. Begitu lulus, insting pertama yang muncul bukanlah pengabdian, melainkan tekanan finansial untuk Balik Modal. Inilah akar nengapa oknum baru jauh lebih rentan “memelihara” pelanggaran hukum demi menutup lubang masa lalu.

File 4: Revisi UU Polri, Karpet Merah Menuju Police State

Di tengah carut-marutnya “pabrik” manusia ini, draf Revisi UU Kepolisian yang sedang digodog justru menghkawatirkan. Alih-alih merombak total sistem pengawasan dan pendidikan, revisi tersebut tampak lebih fokus perluasan kewenangan: penyadapan hingga pengawasan ruang siber.

Memberikan kewenangan absolut kepada institusi yang sistem pendidikannya masih dihuni oknum bermasalah adalah resep sempurna untuk menciptakan negara tiran (Police State) di bawah payung hukum.

KESIMPULAN: Memutus Mata Rantai Virus

Lamdiklat seharusnya menjadi “Etalase Kehormatan” yang diisi oleh perwira-perwira terbaik, paling cerdas dan paling bersih rekam jejaknya. Alokasi anggaran untuk mencetak manusia harus jauh lebih rasional dari sekedar 0,86% .

Amputasi terhadap parasit institusi-para calo, pemeras, dan pelanggar etik-harus dilakukan dengan pemecatan tegas! (PTDH), bukan dengan membuang mereka ke ruang kelas. Reformasi sejati harus dimulai dengan mensterilkan hulunya, atau kita akan selamanya tenggelam dalam limbah di hilirnya.[]

Oleh: Lhynaa Marlinaa

#ReformasiPolri
#KritikInstitusi
#Lemdiklat
#AnggaranPolri
#PendidikanPolri
#LawanKeadilan
#PenaYangMenolakPatah

Tags: IndonesiaKepolisianReformasi
Previous Post

Mata Hukum Desak Presiden Copot Jaksa Agung Akibat Rentetan Kriminalisasi Rakyat Kecil

Next Post

Saktinya ‘Dewa Agraria’ di Deli Serdang, Bikin Hukum Bak Macan Ompong

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Ada Pemberi Ada Penolak, Jokowi Maunya Begitu
Opini

Ada Pemberi Ada Penolak, Jokowi Maunya Begitu

by Tegar News
5 Agustus 2026
“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!
Opini

“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!

by Tegar News
26 Juli 2026
Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”
Opini

Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”

by Tegar News
20 Juli 2026
Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat
Opini

Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat

by Tegar News
18 Juli 2026
NKRI Darurat Korupsi: Ketika Rakyat Menjerit, Para Pejabat Justru Sibuk Menjaga Kekuasaan & Menimbun Harta Sebanyak- banyaknya Mungkin dari Hasil Kejahatannya?
Opini

NKRI Darurat Korupsi: Ketika Rakyat Menjerit, Para Pejabat Justru Sibuk Menjaga Kekuasaan & Menimbun Harta Sebanyak- banyaknya Mungkin dari Hasil Kejahatannya?

by Tegar News
18 Juli 2026
Next Post
Saktinya ‘Dewa Agraria’ di Deli Serdang, Bikin Hukum Bak Macan Ompong

Saktinya 'Dewa Agraria' di Deli Serdang, Bikin Hukum Bak Macan Ompong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Dari Mimbar ke Balai Kota! Maigus Nasir Buktikan Nilai Religius Jadi Modal Utama Bangun Kota Padang Lebih Berkah

Dari Mimbar ke Balai Kota! Maigus Nasir Buktikan Nilai Religius Jadi Modal Utama Bangun Kota Padang Lebih Berkah

8 April 2026
Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Cikuda Polsek Parungpanjang Sambang Warga Berikan Pesan Kamtibmas

Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Cikuda Polsek Parungpanjang Sambang Warga Berikan Pesan Kamtibmas

30 Mei 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi
Nasional

Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi

7 Agustus 2026
Isu Pergantian Kapolri Dinilai Belum Urgen, Egi Hendrawan: Apresiasi Sikap Tenang Kapolri
POLRI

Isu Pergantian Kapolri Dinilai Belum Urgen, Egi Hendrawan: Apresiasi Sikap Tenang Kapolri

7 Agustus 2026
Ultimatum DPP LPK-RI kepada Bupati dan DLH Pekalongan: Jangan Tutup Mata Dugaan Pencemaran Limbah Laundry, Siap Tempuh Jalur Hukum Sampai Tingkat Pusat
Info Daerah

Ultimatum DPP LPK-RI kepada Bupati dan DLH Pekalongan: Jangan Tutup Mata Dugaan Pencemaran Limbah Laundry, Siap Tempuh Jalur Hukum Sampai Tingkat Pusat

7 Agustus 2026
Peringati HUT ke-2 AKPERSI, DPP yang Diwakili Ketua DPD Jawa Barat Santuni 40 Anak Yatim dan Salurkan Al-Qur’an di Ponpes Tahfidzul Qur’an Karanghaur
Info Daerah

Peringati HUT ke-2 AKPERSI, DPP yang Diwakili Ketua DPD Jawa Barat Santuni 40 Anak Yatim dan Salurkan Al-Qur’an di Ponpes Tahfidzul Qur’an Karanghaur

6 Agustus 2026
KDM Nyatakan Perang! Lawan Peredaran Tramadol dan Miras Ilegal, Janjikan Hadiah Bagi Pelapor
Info Daerah

KDM Nyatakan Perang! Lawan Peredaran Tramadol dan Miras Ilegal, Janjikan Hadiah Bagi Pelapor

6 Agustus 2026
Ratusan Pendukung Padati Kantor Desa, H. Acep Saepudin Mantap Maju di Pilkades Kertajaya
Politik

Ratusan Pendukung Padati Kantor Desa, H. Acep Saepudin Mantap Maju di Pilkades Kertajaya

6 Agustus 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News