Breaking News
light_mode
Home » Opini » Hanya Bertanya MBG, Wartawan CNN “Diusir” dari Istana

Hanya Bertanya MBG, Wartawan CNN “Diusir” dari Istana

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • visibility 214
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 29 September 2025| “Kadang saya merasakan ada ketakutan saat menulis soal keracunan MBG. Banyak yang gerah. “Abang ini mendukung ndak sih MBG?” Sering muncul pertanyaan demikian. Padahal, berkali-kali dibilang, saya dukung MBG. Ternyata, pihak istana jauh lebih gerah. Sekelas wartawan CNN saja mereka “usir” atau dicabut identitas liputan dari istana. Apa penyebabnya? Sambil menikmati kopi tanpa gula di subuh dini hari, suasana hujan lagi, simak narasi pengusiran wartawan dari istana ini.

Apa yang lebih menakutkan bagi istana hari ini? Bakteri di nasi kotak MBG atau pertanyaan seorang wartawan? Pertanyaan itu mendadak relevan ketika Diana Valencia, reporter CNN Indonesia, nekat mengajukan pertanyaan soal keracunan massal MBG kepada Presiden Prabowo di Halim. Pertanyaan sederhana, jujur, dan tepat sasaran, tetapi bagi istana, itu seperti lemparan granat. Malam harinya, kartu identitas liputan Istana miliknya dicabut oleh Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI). Tak lama, Diana pamit dari grup WhatsApp wartawan istana, dengan nada getir, “Saya bukan wartawan istana lagi.” Bukan bakteri yang diisolasi, melainkan jurnalis.

Di sisi lain, ribuan anak sekolah justru masih berjuang melawan sakit perut akibat makanan yang seharusnya bergizi. Di Bandung Barat, lebih dari 300 siswa tumbang. Di Banggai, 250 siswa ikut keracunan. JPPI menghitung 6.452 anak menjadi korban hingga September, sementara INDEF mencatat lebih dari 4.000 siswa keracunan dalam delapan bulan program berjalan. Tapi Presiden santai bilang hanya “di bawah 200 orang.” Angka-angka ini menari-nari saling bertabrakan, tapi tetap saja yang kesakitan adalah anak-anak desa yang seharusnya belajar, bukan antre di Puskesmas.

Yang lebih ironis, Dewan Pers pun ikut angkat suara. Mereka mengingatkan istana, pencabutan kartu pers bukan sekadar administrasi, melainkan bentuk penghalangan kerja jurnalistik. Dewan Pers menilai tindakan itu mengancam kemerdekaan pers dan meminta agar akses wartawan CNN segera dipulihkan. Sederhananya, jangan sampai kritik dibungkam hanya karena tak enak didengar. Tapi apakah suara Dewan Pers lebih nyaring dari suara perut ribuan anak yang keroncongan sambil menahan mual?

Setneg lewat Mensesneg Prasetyo Hadi mencoba menenangkan publik dengan kalimat klise, “Kami cari jalan keluar terbaik.” Jalan keluar terbaik? Apakah itu berarti mengembalikan kartu pers, atau sekadar memindahkan wartawan kritis ke daftar hitam? Sementara dapur-dapur MBG ditutup sementara, alat makan disterilkan, dan polisi ikut turun tangan, kebebasan pers justru yang pertama kali dikunci rapat.

Drama ini makin absurd ketika kita membayangkan perut anak-anak desa sebagai laboratorium kebijakan negara, dan reporter CNN sebagai “tikus percobaan” kebebasan pers. Anak-anak muntah, pemerintah bilang “tenang, ini bagian dari transisi gizi.” Wartawan bertanya, pemerintah bilang, “awas, jangan keluar konteks!” Seolah-olah konteks yang benar hanyalah memuji program, bukan mengkritik keracunan.

Maka jangan heran jika publik kecewa. Yang ditunggu adalah jawaban jujur, perbaikan nyata, dapur yang higienis, dan MBG yang benar-benar bergizi. Tapi yang datang justru drama pencabutan kartu pers, seperti sinetron politik yang murahan. Kita jadi bertanya, apakah istana sudah mulai alergi bukan pada bakteri, tapi pada kata-kata? Apakah perut anak-anak yang mulas lebih ringan nilainya dibanding telinga penguasa yang gatal mendengar kritik?

Sejarah akan mencatat, di era ini, keracunan massal bisa dianggap “kecelakaan kecil”, tapi wartawan yang bertanya dianggap ancaman besar. Betapa lucunya republik ini, ketika nasi basi dianggap wajar, tapi pertanyaan basi dianggap dosa.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Publik

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1,2 Juta Ha Hutan Jabar Lenyap: Jejak Perusahaan Kayu di Bogor Raya Wajib Diusut

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 60
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 4 Desember 2025| Hilangnya 1,2 juta hektare (Ha) kawasan hutan lindung di Jawa Barat, dari total 1,6 juta Ha, kini menempatkan provinsi padat penduduk ini di ambang krisis lingkungan, Data mengejutkan yang disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pada Rabu (3/12), menegaskan adanya degradasi masif yang hanya menyisakan 400.000 Ha hutan sebagai […]

  • Camat Gedebage Diduga Jalan-Jalan ke Makassar di Tengah Isu Rawan Korupsi Kota Bandung

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 112
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung, 20 November 2025 (GMOCT)| Camat Gedebage, Jaenudin Sukma, kerap sulit ditemui di kantornya dengan berbagai alasan. Kinerja Jaenudin di wilayah Gedebage menjadi sorotan karena lingkungan kantor kecamatan yang tampak kumuh, halaman amburadul, serta infrastruktur yang tidak terawat, Rabu (19/11). Jaenudin, yang telah lama berkiprah di wilayah Gedebage dan sebelumnya menjabat sebagai sekretaris camat, dinilai […]

  • Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko Sebagai Solusi Sahara Maroko

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 14
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Rabat, 2 Maret 2026| Finlandia menegaskan bahwa “otonomi sejati di bawah kedaulatan Maroko dapat menjadi solusi paling layak” untuk menyelesaikan masalah Sahara Maroko. Pernyataan ini disampaikan dalam Komunike Bersama yang diadopsi di Rabat setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, dengan Menteri Luar Negeri Finlandia, Elina Valtonen, yang […]

  • Pengerjaan Hotmix Jaling di Desa Neglasari Terkesan Asal Jadi?

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Asep Hidayat
    • visibility 81
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 25 November 2025| Pemerintahan Desa Neglasari Kecamatan Drmaga Kabupeten Bogor Jaw-Barat. Dalam pelaksanan paket program kegiatan infrastruktur pengerjaan hotmix jalan lingkungan di Desa Neglasari menuai terkesan asal asalan dan menuai sorotan. Kegiatan hotmix dan tembok penahan tanah (TPT), dengan volume P. 110 m x 3 m x 0,03 m & P 33 m […]

  • Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk Adalah Harga Mati Bagi Maroko

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 12
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Rabat, Maroko, 2 Maret 2026| Di tengah eskalasi ketegangan yang melanda kawasan Timur Tengah, Istana Kerajaan Maroko merilis pernyataan diplomatik yang sangat krusial pada Sabtu, 28 Februari 2026. Yang Mulia Raja Mohammed VI melakukan serangkaian panggilan telepon strategis kepada para pemimpin negara Teluk Arabia untuk menyatakan dukungan tanpa syarat terhadap kedaulatan dan keamanan wilayah mereka. […]

  • Warga Keluhkan Jalan Berlubang di Jakarta Timur, Bahayakan Pengendara “Perbaikan Asal Jadi”

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 265
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta 4 Oktober 2025| Viral di sosial media instagram (PDSB) adanya jalan amblas setelah underpass di Panjaitan arah Tebet tepatnya di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur, Sabtu (4/10/2025). “Dari pantauan di lokasi lubang tersebut kini ditutup oleh barrier oranye dan kerucut dan ditengah-tengahnya diberikan tanda arah. Tujuannya adalah ketika pengendara melintas bisa […]

expand_less