Breaking News
light_mode
Home » Kesehatan » Dua Versi Pernyataan RS Hastein: Ada Apa di Balik Kematian Ny. Mursiiti…???

Dua Versi Pernyataan RS Hastein: Ada Apa di Balik Kematian Ny. Mursiiti…???

  • account_circle HUSEN
  • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
  • visibility 304
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Kabupaten Karawang, 17 Oktober 2025– Aroma dugaan malpraktik medis di tubuh RS Hastein Karawang semakin menyengat. Kasus kematian Ny. Mursiiti (62), warga Kampung Pamahan RT 01/01, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, kini menyeret nama besar rumah sakit tersebut ke pusaran sorotan publik. Bukan hanya karena dugaan kelalaian medis yang fatal, tetapi juga lantaran munculnya kontradiksi pernyataan dari pihak rumah sakit sendiri.

 

Setelah sempat bungkam, perwakilan RS Hastein Karawang akhirnya mendatangi rumah keluarga korban pada Selasa (13/10/2025). Dalam pertemuan itu, mereka mengakui secara terbuka bahwa tidak pernah ada edukasi atau penjelasan medis kepada keluarga pasien sebelum tindakan operasi dilakukan.

 

Namun ironisnya, ketika Ketua DPRD Kabupaten Karawang meminta keterangan resmi, pihak rumah sakit justru menyampaikan hal sebaliknya, bahwa edukasi kepada keluarga pasien telah dilakukan.

 

Pernyataan yang saling bertolak belakang ini menimbulkan tanda tanya besar: mana yang benar, dan apa yang sebenarnya ingin disembunyikan?

 

Sidak DPRD Ungkap Ketidaksinkronan Fakta

 

Kebingungan publik makin memuncak setelah Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang turun tangan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RS Hastein Karawang di Rengasdengklok pada Kamis (16/10/2025). Langkah itu diambil sebagai respon atas mencuatnya dugaan malpraktik yang menimpa Ny. Mursiiti, yang meninggal dunia tak lama setelah menjalani operasi di rumah sakit tersebut.

 

Sekretaris Komisi IV DPRD Karawang, H. Asep Syaripudin (Asep Ibe), mengungkapkan bahwa sidak dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi dan mendengar langsung penjelasan dari pihak rumah sakit.

 

“Kami ingin memastikan faktanya seperti apa. Dari pihak Hastein menyampaikan bahwa pasien sudah diedukasi sebelum pulang. Tapi kami juga tidak tahu seperti apa. Bisa jadi yang disampaikan A, yang diterima keluarga B,” ujar Asep Ibe, dikutip dari NarasiKita.ID.

 

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya meminta RS Hastein menunjukkan bukti dokumentasi atau video edukasi kepada keluarga pasien sebelum pasien diperbolehkan pulang.

 

“Kami tadi tanya ke pihak RS, apakah ada dokumentasi video waktu memberikan edukasi kepada keluarga pasien sebelum pulang. Karena pasien pascaoperasi itu dalam masa penyembuhan yang sensitif — rentan terhadap infeksi bakteri maupun virus. Harusnya benar-benar dijelaskan dulu sebelum diizinkan pulang,” tegasnya.

 

Komisi IV juga mendorong pihak RS Hastein untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen pelayanan, khususnya bagi pasien dengan risiko tinggi pascaoperasi. Pernyataan ini justru memperkuat dugaan bahwa ada inkonsistensi komunikasi dan potensi pengaburan fakta di tubuh manajemen RS Hastein Karawang.

 

AKPERSI Jabar: “Ada yang Disembunyikan dari Kasus Ini”

 

Sementara itu, DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Jawa Barat, yang sejak awal mengawal kasus ini, menilai perubahan pernyataan pihak rumah sakit sebagai indikasi ketidaktransparanan dan pelanggaran etik profesi medis.

 

Ketua DPD AKPERSI Jabar, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., menegaskan bahwa langkah RS Hastein Karawang terkesan tidak profesional dan berpotensi menyesatkan publik.

 

“Pernyataan yang berubah-ubah jelas tidak bisa dibiarkan. Kalau memang tidak ada edukasi kepada keluarga pasien, itu pelanggaran etik dan SOP rumah sakit. Tapi kalau mereka bilang sudah, kami minta bukti otentiknya siapa yang diedukasi, kapan, dan dalam bentuk apa,” tegas Ahmad

 

Menurut Ahmad, pihaknya telah mengirimkan surat resmi bernomor 013/SAK/AKPERSI/VI/2025 kepada Bagian Humas RS Hastein Karawang untuk meminta audiensi dan klarifikasi langsung terkait sejumlah poin penting, antara lain:

 

1. Prosedur dan standar medis yang diterapkan terhadap pasien.

 

2. Alasan dilakukannya operasi, serta lokasi sayatan dan pemasangan selang.

 

3. Kondisi luka besar di bagian perut dan area vital pasien.

 

4. Dugaan kain kasa tertinggal di dalam tubuh pasien pascaoperasi.

 

5. Mekanisme pengawasan internal dan tanggung jawab etik rumah sakit.

 

“Kami mencium ada upaya untuk menutupi fakta. Publik berhak tahu kebenaran. Ini bukan sekadar kelalaian teknis ini menyangkut integritas profesi dokter dan nama baik dunia medis,” tandasnya.

 

Ujian Integritas Dunia Medis Karawang

 

Kasus kematian Ny. Mursiiti bukan hanya membuka luka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi ujian besar bagi transparansi dan integritas dunia kesehatan di Karawang.

 

Publik kini menantikan langkah tegas Dinas Kesehatan dan DPRD Karawang untuk memastikan investigasi berjalan terbuka, tanpa intervensi, dan tanpa upaya menutup-nutupi kesalahan prosedural.

 

Hingga berita ini dirilis, RS Hastein Karawang belum memberikan tanggapan resmi secara tertulis terhadap surat klarifikasi dari DPD AKPERSI Jabar maupun hasil sidak DPRD.

Namun, tekanan publik semakin besar.

 

“Kami akan kawal sampai tuntas. Bila ditemukan pelanggaran etik atau hukum, kami siap merekomendasikan langkah hukum lanjutan,” tutup Ahmad Syarifudin dengan nada tegas.

 

Kasus ini bukan hanya tentang satu pasien yang kehilangan nyawa, tetapi tentang kejujuran, tanggung jawab, dan moralitas sebuah institusi medis terhadap masyarakat yang mempercayakan hidupnya kepada mereka.

  • Author: HUSEN
  • Editor: HUSEN
  • Source: AKPERSI

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haul 40 Hari APA NB: “Malam Cinta Untuk Sang Guru Ummat”

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 123
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Cikijing Majalengka, 16 September 2025| Senin malam, 9 September 2025, suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Barokah Kancana, Cikijing, Majalengka. Ratusan jamaah dari berbagai kalangan memadati lokasi dalam rangka memperingati Haul 40 Hari Wafatnya KH. Endin Muhyidin (Apa NB)—pendiri dan pengasuh pesantren yang telah wafat pada Rabu, 6 Agustus 2025. Acara dimulai selepas Maghrib dengan […]

  • Ketua LPA Sumut Tegaskan Pelanggaran Standar MBG Adalah Ancaman Anak, Operasional Bisa Dihentikan

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 105
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Mandailing Natal, 7 Februari 2026| Sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bukit Malintang semakin menguat setelah Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga, S.HI., M.Ag, menyampaikan sikap tegas terkait kepatuhan standar kebersihan dan keamanan pangan. Muniruddin menegaskan bahwa seluruh pengelola MBG wajib mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dalam […]

  • PT Busana Prima Cemerlang Resmi Gaet BUMP Nurul Barokah, Wujudkan Transformasi Ekonomi Pesantren Berbasis Digital dan Industri

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 155
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Majalengka, 24 Oktober 2025| PT. Busana Prima Cemerlang secara resmi menetapkan BUMP Nurul Barokah sebagai mitra utama dalam pengembangan program strategis berbasis pemberdayaan pesantren. Penetapan ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama, Mr. Stephen Chang, dalam kunjungan resmi ke Pondok Pesantren Nurul Barokah, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi pesantren yang modern, produktif, […]

  • Moroccan Sahara: UK Considers Morocco’s Autonomy Proposal as Most Credible, Viable & Pragmatic Basis to Settle This Dispute, Intends to Act Bilaterally, Regionally & Internationally in Line with This Position

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 90
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Rabat| The United Kingdom “considers Morocco’s autonomy proposal, submitted in 2007 as the most credible, viable and pragmatic basis for a lasting resolution of the dispute” over the Moroccan Sahara, and “will continue to act bilaterally, including economically, regionally and internationally in line with this position to support resolution of the conflict”. This position was […]

  • Maling Kotak Amal Beraksi di Musolah Nurul Bashor Duren Sawit Jaktim, Pelaku Gondol Duit Rp 10 Juta

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 205
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta 18 November 2025| Aksi pencurian kotak amal makin marak terjadi akhir-akhir ini. Terbaru, Pencurian kotak amal ini terjadi di Musala Nurul Bashor, Jalan Buaran Satu, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Arfan, warga sekitar, menerangkan aksi pencurian ini terjadi pada saat suasana lingkungan sekitar masjid sepi.”Kerugian akibat pencurian itu sekira Rp 8 juta hingga Rp […]

  • Polsek Ciomas Laksanakan Patroli KRYD Dini Hari, Antisipasi C3, Tawuran Dan Geng Motor

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 66
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 13 Juli 2025| Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Ciomas Polres Bogor Polda Jabar melaksanakan kegiatan Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Minggu dini hari, mulai pukul 03.00 WIB hingga selesai. Kegiatan patroli ini dipimpin langsung oleh Pawas Polsek Ciomas, AKP Arif Sarkoni, bersama personel gabungan yang terdiri dari Aiptu […]

expand_less