KOMUK Desak Wali Kota dan Dewas PD Pasar Lakukan Evaluasi Total: “Copot Direksi dan Karyawan Bermasalah!”
- account_circle AG
- calendar_month Rab, 26 Nov 2025
- visibility 239
- comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 26 November 2025| Komunitas Masyarakat Kota (KOMUK) Kota Bogor kembali menegaskan desakan agar Wali Kota Bogor dan Dewan Pengawas (Dewas) segera melakukan evaluasi tanpa kompromi terhadap direksi, pejabat, dan seluruh jajaran manajemen Perumda Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ). KOMUK menilai kondisi pasar yang terus memburuk merupakan bukti bahwa tata kelola di tubuh BUMD tersebut sudah tidak sehat.
Ketua KOMUK Kota Bogor, Fachri Addam, menyebut bahwa pembenahan tidak boleh berhenti pada level direksi. Ia menegaskan perlunya pemeriksaan menyeluruh hingga ke tingkat karyawan.
“Jangan hanya direksinya. Cek satu per satu karyawan yang bermasalah. Jika terbukti tidak profesional, tidak transparan, atau menghambat pelayanan, copot! Jangan segan-segan. Pasar bukan tempat untuk eksperimen jabatan,” tegas Fachri.
Keluhan Pedagang Semakin Menggunung
Menurut KOMUK, berbagai laporan pedagang terkait penataan yang kacau, kebijakan yang tidak jelas, dan pola pelayanan yang tidak profesional menunjukkan bahwa masalah di PD PPJ sudah mengakar.

“Ini bukan sekadar miskomunikasi. Ini kegagalan sistemik. Dan sistem hanya bisa diperbaiki jika orang-orang yang menghambat dibersihkan dari dalam,” ujar Fachri.
Ia menilai bahwa membiarkan pegawai bermasalah tetap berada di posisi strategis sama saja dengan menjerumuskan pedagang serta merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Wali Kota dan Dewas Diminta Tidak Lindungi Pejabat atau Karyawan Tertentu
Fachri menegaskan bahwa Wali Kota Bogor dan Dewas PD PPJ memiliki kewajiban hukum untuk memastikan BUMD berjalan sesuai prinsip akuntabilitas.
“Evaluasi total berarti tidak ada yang kebal. Jangan ada perlindungan terhadap oknum tertentu. Tugas pengawas adalah menertibkan, bukan membiarkan,” katanya.

Audit Menyeluruh dan Reformasi Internal
KOMUK mendesak dilakukannya audit lengkap, bukan hanya di level kebijakan, tetapi hingga praktik operasional di lapangan. Menurut mereka, pembenahan harus dimulai dari budaya kerja, sistem pengawasan, hingga kompetensi individu.
“Ganti orang, ganti pola kerja, dan bersihkan dari bawah sampai atas. Pasar harus dikelola oleh orang yang mau bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tambah Fachri.
KOMUK Siap Kawal dan Ambil Langkah Lebih Besar
KOMUK menegaskan akan terus mengawasi dan siap turun dengan gerakan lebih besar apabila pemerintah daerah tidak menunjukkan tindakan konkret.
“Kami tidak akan berhenti. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah tegas dari Wali Kota dan Dewas, kami siap bergerak lebih besar untuk menuntut pembenahan menyeluruh PD PPJ,” tutup Fachri Addam.[]
- Penulis: AG
- Editor: Red/AG
- Sumber: Tim/Red


Saat ini belum ada komentar