Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 3 Desember 2025| Aksi unjuk rasa yang digelar Jaringan Koalisi Rakyat (JANGKAR) di depan Balai Kota Bogor hari ini memantik perhatian publik setelah massa menyuarakan kecaman keras terhadap dugaan gratifikasi dan penyalahgunaan APBD dalam keberangkatan tiga pejabat Pemerintah Kota Bogor ke Italia.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Fais, menyampaikan bahwa perjalanan pejabat tersebut bukan hanya tidak transparan, namun diduga tidak dilengkapi SPPD yang sah dan berpotensi merugikan uang negara.

Stop wisata pejabat pakai uang rakyat! Jika tidak ada urgensi dan tidak ada transparansi, maka itu pemborosan dan penghianatan terhadap warga Kota Bogor,” tegas Fais dalam orasinya.
Menurut JANGKAR, keberangkatan ke luar negeri yang dilakukan di tengah kebijakan efisiensi belanja negara bertentangan dengan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 29 Tahun 2025, yang membatasi kegiatan perjalanan luar negeri yang tidak prioritas.
Fais menilai inkonsistensi keterangan pejabat terkait sumber pendanaan perjalanan yang awalnya disebut berasal dari pihak luar lalu kemudian dinyatakan menggunakan APBD adalah sinyal kuat adanya penyimpangan.
Kalau benar pakai APBD, tunjukkan anggarannya! Kalau bilang tidak pakai APBD, tunjukkan bukti pendanaan dari pihak luar! Jangan ada dusta di antara pejabat dan rakyat,” ujar Fais lagi.
JANGKAR juga menyoroti ikut sertanya Direktur Utama PDAM Kota Bogor yang sebelumnya dikabarkan akan melakukan kunjungan ke Belanda. Hingga kini relevansi dan urgensi keberangkatannya masih gelap.

Tuntutan JANGKAR
1. Investigasi dan audit menyeluruh terhadap alokasi anggaran perjalanan luar negeri pejabat.
2. Transparansi dokumen SPPD dan sumber pembiayaan yang sebenarnya.
3. Sanksi tegas bagi pihak yang terbukti menyalahgunakan APBD.
4. Pengawasan ketat DPRD agar tidak ada ruang bagi praktik KKN.
5. Klarifikasi resmi Pemkot Bogor kepada masyarakat Kota Bogor.
Fais memastikan bahwa aksi ini bukan yang terakhir jika pemerintah tetap bungkam.
Kami akan datang lagi dengan massa lebih besar. Jangan main-main dengan uang rakyat. Rakyat tidak butuh pejabat jalan-jalan ke Eropa, rakyat butuh pelayanan yang layak di Kota Bogor!, “tutup Fais.
Aksi berjalan tertib dengan iringan orasi dan pembakaran ban bekas sebagai simbol perlawanan terhadap praktik penyimpangan anggaran daerah.[]














