Jumat, Juli 3, 2026
tegarnews.co.id
Advertisement
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Nasional Sejarah

Marsinah Diangkat Jadi Pahlawan Nasional, Ironi Kasusnya Tidak Pernah Selesai Hingga Kini

Chairul Husen by Chairul Husen
27 Desember 2025
in Sejarah
0
Marsinah Diangkat Jadi Pahlawan Nasional, Ironi Kasusnya Tidak Pernah Selesai Hingga Kini
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jakarta, 27 Desember 2025| Marsinah. Dia hanya seorang buruh di pabrik jam tangan di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Buruh. Pendidikannya setingkat SMA. Marsinah lahir pada 10 April, 1969 di Nganjuk Jawa Timur. Kalau ia masih hidup, sekarang umurnya 56 tahun.

Dia tidak memiliki beaya untuk sekolah. Ia pun dibesarkan oleh neneknya sekalipun dia memiliki ayah dan ibu kandung. Hal ini sangat biasa dalam masyarakat Indonesia. Kesulitan ekonomi membuat orang-orang tua harus mengasuh cucu-cucunya karena orangtuanya harus bekerja. Kadang merantau jauh.

You might also like

Musnid ad-Dunya! Mengenal Syekh Yasin Al-Fadani, Ulama Keturunan Padang yang Menjadi Guru Para Ulama Hadis Dunia di Mekkah

Imam Besar Masjidil Haram Pertama Asal Jakarta! Inilah Syekh Junaid Al-Batawi, Gurunya Segala Ulama Besar di Indonesia

Imam Besar Masjidil Haram dari Banten! Inilah Syekh Nawawi al-Bantani, Guru Para Pendiri NU dan Muhammadiyah yang Mendunia

Dengan pendidikan setingkat itu, tidak banyak pilihan untuknya. Dia menjadi buruh di kota-kota dekat tempat kelahirannya. Pertama dia menjadi buruh pabrik sepatu Bata (yang saja tutup) di Surabaya. Kemudian, dia menjadi buruh pabrik jam tangan di PT Catur Putra Surya di Sidoarjo. Pabrik jam tempat Marsinah bekerja sekarang sudah tenggelam oleh lumpur Lapindo Sidoarjo.

Saat Marsinah bekerja sebagai buruh (awal 1990an), Indonesia masih dibawah Orde Baru pimpinan Jendral Soeharto. Rejim militer ini sangat haus akan investasi setelah mengeruk habis sumber daya alam. Soeharto membuka Indonesia seluas-luasnya untuk investasi. Buruh murah diuanggap sebagai keunggulan komparatif demi bersaing dengan negara-negara lain.

Itulah sebabnya buruh sangat diawasi. Pemogokan buruh dilarang. Serikat buruh dikontrol ketat dan diafiliasikan dengan Golkar, yang saat itu tidak menjadi partai politik, tapi pura-pura berfungsi seperti partai. Serikat-serikat buruh selain yang dikontrol pemerintah dilarang.

Awalnya adalah tahun 1992, ketika Gubernur Jawa Timur, Mayjen Soelarso mengeluarkan edaran yang berupa himbauan agar para pengusaha di wilayahnya menaikkan upah harian sebesar 20% dari gaji pokok. Sebagaimana pada jaman Orde Baru, ini hanya imbauan. Bukan peraturan yang penerapannya bisa dipaksakan.

Namun itu sudah membuat buruh untuk memprotes keadaan mereka. Termasuk Marsinah. Ia adalah buruh biasa. Sebagai buruh, ia sangat merasakan bagaimana sulitnya hidup. Jam kerja yang panjang. Jaminan-jaminan sosial yang kurang. Dan, upah yang tak pernah cukup.

Marsinah kemudian menjadi aktivis buruh. Ia mengorganisir kawan-kawannya meminta perbaikan upah. Dia termasuk salah satu pemimpin buruh di pabriknya. Pada 3-4 Mei buruh PT Catur Putra Surya melakukan protes dan pemogokan. Mereka menuntut kenaikan upah minimum seperti yang dianjurkan gubernur dan menuntut pendirian serikat buruh independen.

Hari-hari sebelum protes dan pemogokan, aparat-aparat dari Koramil sudah mengintimidasi para buruh. Mereka diminta untuk tidak mogok, dan kalau mogok akan mendapat konsekuensi. Namun itu tidak dihiraukan oleh para buruh. Pada hari pemogokan, Kodim mengerahkan seluruh aparatnya untuk berjaga-jaga. Tentu intimidasi dan ancaman-ancaman juga tetap dilakukan.

Pada tanggal 5 Mei, Marsinah yang adalah salah satu pemimpin pemogokan menghilang. Pada mulanya kawan-kawannya mengira bahwa ia pulang ke Nganjuk. Namun tidak ada kabar hinggal tanggal 8 Mei, Marsinah ditemukan tewas dengan tubuh mengenaskan di sebuah gardu ronda di Dusun Jegong, Desa Wilangan, Nganjuk.

Ia disiksa secara brutal dan sadis sebelum dibunuh. Komite Solidaritas Untuk Marsinah menemukan tanda-tanda penyiksaan yang sadis termasuk patah tulang, sundutan rokok, dan bahkan kerusakan kelamin akibat dimasukkan benda keras seperti kayu/besi. Penyiksaan yang sulit dibayangkan dilakukan oleh manusia biasa.

Ketika itu, aparat menahan dan mengadili pemilik dan manajemen PT Catur Putra Surya. Namun sekalipun dihukum berat, Mahkamah Agung membebaskan mereka semua karena proses pemeriksaan yang penuh dengan rekayasa.

Komite Solidaritas Untuk Marsinah dan Komnas HAM menemukan indikasi bahwa Marsinah disiksa secara brutal dan sadis oleh aparat-aparat militer di Kodim 0816/Sidoarjo. Dugaan ini tidak pernah bisa dikonfirmasikan. Setiap usaha penyelidikan atas kematian Marsinah dihalang-halangi oleh pihak militer. Hingga saat ini tidak ada pihak yang bertanggungjawab atas kematian mengenaskan dari seorang aktivis sederhana ini.

Hari ini, barangkali Saudara mendengat bahwa Marsinah diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Saya tidak tahu apa maksud rejim ini mengangkat Marsinah menjadi Pahlawan Nasional. Kasusnya sendiri tidak pernah diselesaikan. Tidak pernah ada niat untuk menghukum orang-orang yang terlibat dalam kematian tragis aktivis buruh ini.

Bagai menggarami luka, pengumuman Marsinah sebagai Pahlawan Nasional disandingkan dengan Jendral Soeharto. Ini persis seperti menyandingkan pembunuh dan korbannya. Militer yang diduga membunuh Marsinah beroperasi atas perintah Soeharto untuk membungkam hak-hak buruh atas hidup layak.

Tidak banyak yang diminta oleh para buruh seperti Marsinah hanya cukup makan tiga kali sehari, berpakaian pantas, dan punya kamar kos yang kadang dibagi dengan beberapa orang. Juga mungkin, kalau ada sisa, mengirim sedikit untuk nenek yang membesarkannya.

Untuk saya, sangat jelas mengapa Marsinah disandingkan dengan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional? Sebab Marsinah bisa berfungsi sebagai pemutih dan penetral kontroversi tentang Soeharto. Hei, lihat kami juga menjadikan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Tidak hanya Soeharto.

Ini adalah penghinaan atas penderitaan Marsinah. Khususnya karena tidak ada orang yang bertanggungjawab atas kematiannya. Ini memperkuat asumsi “kalau kamu militer, kamu bisa berbuat apa saja” tanpa ada konsekuensi apapun. Dan bahkan kamu bisa menjadi Pahlawan Nasional.

Menghukum orang yang menyiksa secara brutal dan sadis Marsinah, jauh lebih penting daripada menjadikannya Pahlawan Nasional. Apalagi menyandingkannya dengan Soeharto.[]

Tags: GelarMarsinahNasionalPahlawanUntuk
Previous Post

Ziarah Makam Hingga Groundbreaking Museum Marsinah, Kapolri: Mengenang Pahlawan Nasional Buruh

Next Post

Usai OTT di Kejari Tangerang, Sorotan Beralih ke Dugaan Korupsi Lahan RSUD

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Musnid ad-Dunya! Mengenal Syekh Yasin Al-Fadani, Ulama Keturunan Padang yang Menjadi Guru Para Ulama Hadis Dunia di Mekkah
Sejarah

Musnid ad-Dunya! Mengenal Syekh Yasin Al-Fadani, Ulama Keturunan Padang yang Menjadi Guru Para Ulama Hadis Dunia di Mekkah

by Chairul Husen
4 Maret 2026
Imam Besar Masjidil Haram Pertama Asal Jakarta! Inilah Syekh Junaid Al-Batawi, Gurunya Segala Ulama Besar di Indonesia
Sejarah

Imam Besar Masjidil Haram Pertama Asal Jakarta! Inilah Syekh Junaid Al-Batawi, Gurunya Segala Ulama Besar di Indonesia

by Chairul Husen
4 Maret 2026
Imam Besar Masjidil Haram dari Banten! Inilah Syekh Nawawi al-Bantani, Guru Para Pendiri NU dan Muhammadiyah yang Mendunia
Sejarah

Imam Besar Masjidil Haram dari Banten! Inilah Syekh Nawawi al-Bantani, Guru Para Pendiri NU dan Muhammadiyah yang Mendunia

by Chairul Husen
1 Maret 2026
Prada Samlawi Asal Rumpin Bogor Yang Diseret dan Dibakar Setelah Shalat Dzuhur
Sejarah

Prada Samlawi Asal Rumpin Bogor Yang Diseret dan Dibakar Setelah Shalat Dzuhur

by Chairul Husen
22 Februari 2026
Dari Meja Korektor Menuju Panggung Perjuangan Nasional
Sejarah

Dari Meja Korektor Menuju Panggung Perjuangan Nasional

by Chairul Husen
17 Februari 2026
Next Post
Usai OTT di Kejari Tangerang, Sorotan Beralih ke Dugaan Korupsi Lahan RSUD

Usai OTT di Kejari Tangerang, Sorotan Beralih ke Dugaan Korupsi Lahan RSUD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Dalil Margoyowono: Perbaikan Aturan Negara Berdasarkan Nilai Asli UUD 1945 Hasil BPUPKI dan PPKI

Dalil Margoyowono: Perbaikan Aturan Negara Berdasarkan Nilai Asli UUD 1945 Hasil BPUPKI dan PPKI

12 April 2026
Satu Sekolah Dua Kepala Sekolah: GMOCT Desak Kadisdik Cilacap Tegakkan Kepastian Hukum, Jangan Biarkan Marwah Pendidikan Tercoreng

Satu Sekolah Dua Kepala Sekolah: GMOCT Desak Kadisdik Cilacap Tegakkan Kepastian Hukum, Jangan Biarkan Marwah Pendidikan Tercoreng

2 Februari 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Dandim 0509/Kabupaten Bekasi: Serah Terima Jabatan Hal Wajar, Kekompakan Tetap Prioritas
TNI

Dandim 0509/Kabupaten Bekasi: Serah Terima Jabatan Hal Wajar, Kekompakan Tetap Prioritas

2 Juli 2026
Prabowo Pimpin Upacara Peringati Hari Bhayangkara Ke-80 “Beri Pesan,Tidak Pernah Berhenti Memperbaiki Diri
Nasional

Prabowo Pimpin Upacara Peringati Hari Bhayangkara Ke-80 “Beri Pesan,Tidak Pernah Berhenti Memperbaiki Diri

2 Juli 2026
Sungai Cipunegara Indramayu Rusak Akibat Penambangan Pasir Ilegal, Aktivis Lingkungan “Tindak Tegas Para Pelaku
Info Daerah

Sungai Cipunegara Indramayu Rusak Akibat Penambangan Pasir Ilegal, Aktivis Lingkungan “Tindak Tegas Para Pelaku

2 Juli 2026
Ketua APDESI Jawa Barat Kembali Dilaporkan ke Mabes Polri Terkait Dugaan Tindak Pidana Penganiayaan 
Hukum

Ketua APDESI Jawa Barat Kembali Dilaporkan ke Mabes Polri Terkait Dugaan Tindak Pidana Penganiayaan 

2 Juli 2026
Harta Bahlil Rp337 Miliar Naik Terus, Sementara RKAB Pengusaha Kaltim & Daerah Lain ‘Dikerjain’
Opini

Harta Bahlil Rp337 Miliar Naik Terus, Sementara RKAB Pengusaha Kaltim & Daerah Lain ‘Dikerjain’

2 Juli 2026
BCW Soroti Proyek RSUD Kartini Rangkasbitung di Sempadan Sungai
Info Daerah

BCW Soroti Proyek RSUD Kartini Rangkasbitung di Sempadan Sungai

29 Juni 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi Tegarnews
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News