Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Sejarah » Marsinah Diangkat Jadi Pahlawan Nasional, Ironi Kasusnya Tidak Pernah Selesai Hingga Kini

Marsinah Diangkat Jadi Pahlawan Nasional, Ironi Kasusnya Tidak Pernah Selesai Hingga Kini

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 27 Des 2025
  • visibility 52
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 27 Desember 2025| Marsinah. Dia hanya seorang buruh di pabrik jam tangan di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Buruh. Pendidikannya setingkat SMA. Marsinah lahir pada 10 April, 1969 di Nganjuk Jawa Timur. Kalau ia masih hidup, sekarang umurnya 56 tahun.

Dia tidak memiliki beaya untuk sekolah. Ia pun dibesarkan oleh neneknya sekalipun dia memiliki ayah dan ibu kandung. Hal ini sangat biasa dalam masyarakat Indonesia. Kesulitan ekonomi membuat orang-orang tua harus mengasuh cucu-cucunya karena orangtuanya harus bekerja. Kadang merantau jauh.

Dengan pendidikan setingkat itu, tidak banyak pilihan untuknya. Dia menjadi buruh di kota-kota dekat tempat kelahirannya. Pertama dia menjadi buruh pabrik sepatu Bata (yang saja tutup) di Surabaya. Kemudian, dia menjadi buruh pabrik jam tangan di PT Catur Putra Surya di Sidoarjo. Pabrik jam tempat Marsinah bekerja sekarang sudah tenggelam oleh lumpur Lapindo Sidoarjo.

Saat Marsinah bekerja sebagai buruh (awal 1990an), Indonesia masih dibawah Orde Baru pimpinan Jendral Soeharto. Rejim militer ini sangat haus akan investasi setelah mengeruk habis sumber daya alam. Soeharto membuka Indonesia seluas-luasnya untuk investasi. Buruh murah diuanggap sebagai keunggulan komparatif demi bersaing dengan negara-negara lain.

Itulah sebabnya buruh sangat diawasi. Pemogokan buruh dilarang. Serikat buruh dikontrol ketat dan diafiliasikan dengan Golkar, yang saat itu tidak menjadi partai politik, tapi pura-pura berfungsi seperti partai. Serikat-serikat buruh selain yang dikontrol pemerintah dilarang.

Awalnya adalah tahun 1992, ketika Gubernur Jawa Timur, Mayjen Soelarso mengeluarkan edaran yang berupa himbauan agar para pengusaha di wilayahnya menaikkan upah harian sebesar 20% dari gaji pokok. Sebagaimana pada jaman Orde Baru, ini hanya imbauan. Bukan peraturan yang penerapannya bisa dipaksakan.

Namun itu sudah membuat buruh untuk memprotes keadaan mereka. Termasuk Marsinah. Ia adalah buruh biasa. Sebagai buruh, ia sangat merasakan bagaimana sulitnya hidup. Jam kerja yang panjang. Jaminan-jaminan sosial yang kurang. Dan, upah yang tak pernah cukup.

Marsinah kemudian menjadi aktivis buruh. Ia mengorganisir kawan-kawannya meminta perbaikan upah. Dia termasuk salah satu pemimpin buruh di pabriknya. Pada 3-4 Mei buruh PT Catur Putra Surya melakukan protes dan pemogokan. Mereka menuntut kenaikan upah minimum seperti yang dianjurkan gubernur dan menuntut pendirian serikat buruh independen.

Hari-hari sebelum protes dan pemogokan, aparat-aparat dari Koramil sudah mengintimidasi para buruh. Mereka diminta untuk tidak mogok, dan kalau mogok akan mendapat konsekuensi. Namun itu tidak dihiraukan oleh para buruh. Pada hari pemogokan, Kodim mengerahkan seluruh aparatnya untuk berjaga-jaga. Tentu intimidasi dan ancaman-ancaman juga tetap dilakukan.

Pada tanggal 5 Mei, Marsinah yang adalah salah satu pemimpin pemogokan menghilang. Pada mulanya kawan-kawannya mengira bahwa ia pulang ke Nganjuk. Namun tidak ada kabar hinggal tanggal 8 Mei, Marsinah ditemukan tewas dengan tubuh mengenaskan di sebuah gardu ronda di Dusun Jegong, Desa Wilangan, Nganjuk.

Ia disiksa secara brutal dan sadis sebelum dibunuh. Komite Solidaritas Untuk Marsinah menemukan tanda-tanda penyiksaan yang sadis termasuk patah tulang, sundutan rokok, dan bahkan kerusakan kelamin akibat dimasukkan benda keras seperti kayu/besi. Penyiksaan yang sulit dibayangkan dilakukan oleh manusia biasa.

Ketika itu, aparat menahan dan mengadili pemilik dan manajemen PT Catur Putra Surya. Namun sekalipun dihukum berat, Mahkamah Agung membebaskan mereka semua karena proses pemeriksaan yang penuh dengan rekayasa.

Komite Solidaritas Untuk Marsinah dan Komnas HAM menemukan indikasi bahwa Marsinah disiksa secara brutal dan sadis oleh aparat-aparat militer di Kodim 0816/Sidoarjo. Dugaan ini tidak pernah bisa dikonfirmasikan. Setiap usaha penyelidikan atas kematian Marsinah dihalang-halangi oleh pihak militer. Hingga saat ini tidak ada pihak yang bertanggungjawab atas kematian mengenaskan dari seorang aktivis sederhana ini.

Hari ini, barangkali Saudara mendengat bahwa Marsinah diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Saya tidak tahu apa maksud rejim ini mengangkat Marsinah menjadi Pahlawan Nasional. Kasusnya sendiri tidak pernah diselesaikan. Tidak pernah ada niat untuk menghukum orang-orang yang terlibat dalam kematian tragis aktivis buruh ini.

Bagai menggarami luka, pengumuman Marsinah sebagai Pahlawan Nasional disandingkan dengan Jendral Soeharto. Ini persis seperti menyandingkan pembunuh dan korbannya. Militer yang diduga membunuh Marsinah beroperasi atas perintah Soeharto untuk membungkam hak-hak buruh atas hidup layak.

Tidak banyak yang diminta oleh para buruh seperti Marsinah hanya cukup makan tiga kali sehari, berpakaian pantas, dan punya kamar kos yang kadang dibagi dengan beberapa orang. Juga mungkin, kalau ada sisa, mengirim sedikit untuk nenek yang membesarkannya.

Untuk saya, sangat jelas mengapa Marsinah disandingkan dengan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional? Sebab Marsinah bisa berfungsi sebagai pemutih dan penetral kontroversi tentang Soeharto. Hei, lihat kami juga menjadikan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Tidak hanya Soeharto.

Ini adalah penghinaan atas penderitaan Marsinah. Khususnya karena tidak ada orang yang bertanggungjawab atas kematiannya. Ini memperkuat asumsi “kalau kamu militer, kamu bisa berbuat apa saja” tanpa ada konsekuensi apapun. Dan bahkan kamu bisa menjadi Pahlawan Nasional.

Menghukum orang yang menyiksa secara brutal dan sadis Marsinah, jauh lebih penting daripada menjadikannya Pahlawan Nasional. Apalagi menyandingkannya dengan Soeharto.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aroma Tekanan di Balik Laporan BUMDes Bantarsari, Ketua Didesak Tanda Tangan Surat Pengunduran Diri

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 278
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 9 Oktober 2025– Dugaan penyimpangan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bantarsari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, kian memanas. Setelah kasus ini dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Bekasi dan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) oleh DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Jawa Barat, kini muncul dugaan intervensi terhadap Ketua BUMDes. Ketua BUMDes […]

  • Resmi: GMOCT Adukan Dugaan Tebang Pilih dan Pelanggaran Etik Satresmob Polres Semarang ke Propam Polri

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 189
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta (GMOCT) 27 Agustus 2025|  Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT) secara resmi menyampaikan pengaduan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri terkait dugaan tindakan tebang pilih dan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Satresmob Polres Semarang dalam penegakan hukum tindak pidana perjudian. Pengaduan ini diajukan pada hari Rabu, 27 Agustus 2025, di Sekretariat Umum (SETUM) […]

  • Giat Cooling Sistem Bhabinkamtibmas Polsek Dramaga, Beri Himbauan Ajak Jaga Kondusifitas Cegah Gangguan Kamtibmas

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Rls/Inel
    • visibility 78
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 27 Desember 2025| Giat sambang Kamtibmas warga adalah tugas rutin Bhabinkamtibmas yang menjadi tugas kesehariannya, yakni dengan melaksanakan kunjungan kepada masyarakat binaannya untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat, Sabtu (27/12/2025). Pada kesempatan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Babakan Aiptu Yan Ruhyana menyambangi Warganya dan  menyampaikan pesan-pesan kamtibmas untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama ikut serta […]

  • PBTI: Taekwondo Indonesia Gelar Seleknas Hadapi SEA Games 2025

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 748
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta, 2 Agustus 2025| Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) menggelar seleksi nasional atlet taekwondo untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi ajang SEA Games 2025 di Cibubur, Jakarta Timur. Kami rencanakan dua kali seleknas, (pada seleknas) pertama ini kami akan ambil 10 orang,” kata Sekretaris Jenderal (PB TI) di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, […]

  • KADIN: Investasi Kabupaten Tangerang “Jangan Cuma Untungkan Investor”

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 34
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Tangerang, 15 Februari 2026| Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tangerang Bidang Kerjasama Luar Negeri, Investasi, dan Penanaman Modal, Denny Charter, memberikan catatan kritis terhadap iklim investasi di Kabupaten Tangerang pada awal tahun ini. Meski Kabupaten Tangerang terus mencatatkan angka realisasi investasi yang tinggi—seringkali menempati peringkat atas di Provinsi Banten—Denny menilai terdapat […]

  • Warga Desa Tegal Taman Indramayu Mengadu Ke Dewan, Masalah Tanah Terkungkung PT Tesco Belum Terselesaikan, Asep NS: Camat Sukra Ga Becus Tangani Tesco

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 156
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Indramayu, 21 Mei 2025| (GMOCT)-Empat keluarga di Desa Tegal Taman, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, kembali mengadukan nasib mereka terkait permasalahan tanah yang terkungkung akibat pembangunan PT Tesco Indomaritim. Selama dua tahun, mereka berjuang mencari keadilan dari tingkat desa hingga Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, namun belum membuahkan hasil. Informasi ini diperoleh dari media online Penajournalis, […]

expand_less