RI Mau Beli Minyak Rusia, Apakah Aman dari Sanksi Amerika Serikat?
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 2 hour ago
- visibility 3
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id -Jakarta, 15 April 2026 | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait pembelian minyak mentah dari Rusia. Utamanya terkait dengan gangguan atau ancaman lanjutan dari pihak Amerika Serikat yang telah bernegosiasi dengan Indonesia untuk urusan minyak mentah.
”Nanti kita tunggu perkembangan selanjutnya,” kata Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, (13/4).
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pergi ke Rusia pada tengah malam (12/4). Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin malam (13/4).
Dilansir dari CNBC Indonesia. Kunjungan kerja Presiden yang turut didampingi Menteri ESDM ini karena sejalan dengan tujuan Presiden untuk mengamankan pasokan minyak di dalam negeri, terutama di tengah krisis pasokan minyak dunia akibat gejolak di Timur Tengah.
Agenda utama pertemuan tersebut difokuskan pada upaya memastikan stabilitas pasokan minyak nasional di tengah perubahan lanskap energi dunia yang memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai ketersediaan minyak menjadi prioritas dalam diplomasi energi kali ini guna menghadapi dinamika geopolitik global.
Seperti diketahui, perang antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel memengaruhi kondisi energi dunia. Iran yang berani memblokade Selat Hormuz membuat dunia khawatir akan ketersediaan pasokan minyak mentah dunia.
Pasalnya, 20% lalu lintas kapal minyak dunia melalui Selat Hormuz. Meskipun kapal angkut yang membawa pasokan minyak Indonesia tidak banyak melewati selat Hormuz, namun ketidakpastian kapan perang berhenti harus membuat Indonesia bersiap dalam ketahanan energi, terutama pasokan emas hitam itu.
Pengamat energi dari Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai rencana pembelian minyak dari Rusia berpotensi memberikan penghematan signifikan bagi keuangan negara. Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke Rusia pada Minggu (12/4). Sebelumnya pemerintah membuka opsi impor minyak dari negara tersebut.
Adapun mengenai risiko sanksi sekunder (secondary sanctions) jika Indonesia impor minyak mentah dari Rusia, Yayan mengakui hal tersebut tetap ada. Meski demikian, ia melihat Indonesia saat ini juga menjaga hubungan geopolitik dengan Amerika Serikat, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam mengambil langkah.
Menurutnya, pemerintah perlu menimbang secara cermat agar kebijakan energi tetap aman secara ekonomi sekaligus tidak menimbulkan tekanan geopolitik yang berlebihan.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: CNBC






At the moment there is no comment