Breaking News
light_mode
Home » Peristiwa » Tragedi Pena di NTT: Denny Charter Kritik Kegagalan Negara dan Dorong Sekolah Berdaya

Tragedi Pena di NTT: Denny Charter Kritik Kegagalan Negara dan Dorong Sekolah Berdaya

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
  • visibility 28
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 9 Februari 2026| Kematian tragis seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat jeratan kemiskinan yang ekstrem menyisakan luka mendalam bagi dunia pendidikan Indonesia. Bocah tersebut dilaporkan mengakhiri hidupnya hanya karena orang tuanya tidak mampu membeli buku tulis dan pena—sebuah potret kontras di tengah ambisi pemerintah yang gencar menggaungkan digitalisasi pendidikan dan istilah-istilah kurikulum yang canggih.

Kasus ini dipandang bukan sekadar peristiwa bunuh diri biasa, melainkan sebuah fenomena “Social Murder” (Pembunuhan Sosial). Sebuah kondisi di mana sistem politik dan sosial menempatkan kelompok rentan pada posisi yang sedemikian rupa, hingga kekurangan kebutuhan dasar berujung pada kematian dini yang tak terelakkan.

Menanggapi fenomena tersebut, Denny Charter, politisi Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), melayangkan kritik keras terhadap arah reformasi pendidikan saat ini yang dinilainya kehilangan kompas kemanusiaan.

Kritik Keras: Laptop Tak Bisa Dimakan, Smart TV Tak Gantikan Buku

Denny menilai pemerintah terjebak dalam pendekatan teknokratis-administratif yang dangkal. Baginya, teknologi hanyalah pengeras suara (amplifier) yang jika dipasang pada sistem yang timpang, justru akan memperlebar jurang ketimpangan tersebut.

“Ketika negara sibuk membagikan laptop, memasang Smart TV, hingga merombak kurikulum dengan istilah mentereng, ada anak yang merasa nyawanya tak lagi berharga hanya karena ketiadaan alat tulis seharga ribuan rupiah. Ini memilukan sekaligus memuakkan,” tegas Denny Charter dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/2).

Ia menambahkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang krusial untuk fisik, namun gagal mengatasi “kelaparan eksistensial”. “Perut yang kenyang tidak otomatis menghapus rasa malu (shame) seorang anak yang tidak bisa menulis di kelas karena tak punya pena. Rasa malu akibat kemiskinan inilah yang membunuh mental anak sebelum fisiknya hancur,” lanjutnya.

Gagasan Sekolah Berdaya: Melawan Stigma dan Birokrasi

Sebagai solusi konkret, Denny mendorong perubahan paradigma menuju “Sekolah Berdaya” (Empowered School). Ia mendesak agar sekolah ditransformasi menjadi Ekosistem Penyangga Kehidupan (Life-Support Ecosystem) bagi komunitas di sekitarnya melalui dua langkah radikal:

Dana Darurat Tanpa Stigma: Denny mengusulkan agar Dana BOS atau dana daerah memiliki pos fleksibel “Dana Darurat Siswa”. Tujuannya agar sekolah memiliki sumber daya untuk memastikan nol hambatan logistik bagi siswa. “Jika ada siswa tak punya sepatu atau buku, sekolah wajib menyediakan tanpa birokrasi rumit dan tanpa membuat siswa merasa malu,” tuturnya.

Guru sebagai Pekerja Sosial: Ia menekankan perlunya Pedagogi Empati. Evaluasi guru tidak boleh hanya berbasis administrasi pengajaran, tapi pada kemampuan memetakan psikososial siswa. Guru harus terlatih untuk mendeteksi dini masalah ekonomi siswa sebelum menjadi tragedi.

Denny Charter menutup pernyataannya dengan peringatan keras bagi para pemangku kebijakan. “Reformasi saat ini baru menyentuh hardware (fisik sekolah) dan software (kurikulum), tapi melupakan humanware (kondisi siswa). Negara tidak boleh hanya memamerkan sekolah digital di kota besar, sementara membiarkan harga buku tulis menjadi penghalang hidup dan mati di pelosok negeri,” pungkasnya.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Egi

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skandal Makanan Kadaluarsa di Manado: Fresh Mart Bahu Mall Diduga Menjual Daging Ayam Busuk, Anak Konsumen Jadi Korban

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 86
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Manado, 01 Nopember 2025| Sebuah kasus serius mengguncang dunia perdagangan pangan di Kota Manado, Sulawesi Utara, setelah Seorang warga melaporkan Toko Fresh Mart Bahu Mall atas dugaan penjualan daging ayam busuk yang menyebabkan anaknya mengalami keracunan makanan dan sempat diperiksa dirumah sakit. Laporan resmi telah diajukan pada tanggal 25 Februari 2025, nomor laporan: STTLP-B/142/II/2025/SPKT/POLDA SULAWESI […]

  • Warga Bekasi Patungan Rp10 Ribu Ditransfer ke RKUD, Simbol Protes Lemahnya Pemkab Bekasi

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Rls/M.Ifsudar
    • visibility 95
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bekasi, 4 Oktober 2025| Aksi satir muncul di Kabupaten Bekasi, warga diajak patungan Rp10 ribu untuk ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemkab Bekasi. Gerakan ini bukan soal jumlah uang, melainkan simbol protes atas pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat, sekaligus sindiran terhadap lemahnya Pemkab Bekasi dalam memperjuangkan hak fiskal daerahnya. Aktivis […]

  • Kapolda Jabar Dan Masyarakat Shalat Idul Adha 1446 H Di Masjid Al-Amman, Jaga Semangat Kebersamaan Serta Berbagi

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 105
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung 6 Juni 2025| Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan S.I.K., S.H., M.H. memimpin pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Al Amman Mapolda Jabar, Jum’at (6/06/2025) Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Jabar, Pejabat Utama Polda Jabar, para anggota kepolisian dan masyarakat sekitar yang berkumpul untuk bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Adha 1446 H. Dalam kesempatannya, […]

  • Polres Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah, Gandeng Bulog Untuk Stabilisasi Harga Beras

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Rls/Asep
    • visibility 84
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Cibinong Bogor, 13 Agustus 2025| Polres Bogor hari ini secara resmi memulai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bentuk sinergisitas dengan Bulog Cabang Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras, di wilayah Kabupaten Bogor di tengah dinamika harga bahan pokok. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., menyatakan […]

  • Pernyataan Tegas Ketua LSM TEGAR: Soroti Penggunaan Anggaran Proyek RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Lampung

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Naryoto
    • visibility 93
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Lampung 25 Agustus 2025| Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Tegakkan Amanat Rakyat (TEGAR), Ir.Okta Resi Gumantara., menyampaikan pernyataan tegas mengenai tindak lanjut terhadap surat penting yang telah dikirimkan kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Surat dengan nomor 0198/TEGAR-LPG/VIII/2025 ini, berisi permintaan klarifikasi terkait penggunaan anggaran dan pengelolaan proyek yang dikelola oleh Rumah […]

  • PWI-LS Membuat Ricuh Acara Tagbligh Akbar di Pemalang, Jawa Tengah.

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Syarif H / M Dekra
    • visibility 575
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Pemalang, Jawa Tengah, 24 Juli 2025| Organisasi PWI (Perjuangan Walisongo Indonesia) membuat ricuh saat menjelang dan sesudah acara Tabligh Akbar Istighotsah Muharram 1447 H dan Haul Almarhum KH. Muhammad Hasyim di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Rabu, (23/07/2024) Menurut kesaksian anggota FPI & BATIK yang berjaga di lokasi, pihaknya melihat sekitar 500 orang anggota […]

expand_less