Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » HMI Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi: Dinas Koperasi Bogor Jadi Ancaman bagi Ekonomi Rakyat

HMI Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi: Dinas Koperasi Bogor Jadi Ancaman bagi Ekonomi Rakyat

  • account_circle AG
  • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
  • visibility 30
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Kota Bogor, 2 April 2026 | Kota Bogor saat ini sedang menghadapi problematika serius dalam tata kelola sektor informal, khususnya terkait penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang semakin menunjukkan ketidakjelasan arah kebijakan. Pemerintah Kota Bogor terkesan tidak memiliki desain kebijakan yang komprehensif, konsisten, dan berkeadilan dalam mengelola eksistensi PKL sebagai bagian integral dari denyut ekonomi mikro masyarakat.

HMI menyoroti serius ketidakjelasan ini tercermin dari pola penertiban yang sporadis, reaktif, dan tidak berbasis pada perencanaan jangka panjang. Aparat kerap melakukan tindakan represif tanpa diiringi dengan solusi struktural yang menjamin keberlanjutan ekonomi para pelaku usaha kecil. Alih-alih menghadirkan kepastian hukum dan ruang ekonomi yang layak, pemerintah justru menciptakan ketidakpastian yang berdampak langsung terhadap stabilitas pendapatan masyarakat kelas bawah.

Lebih jauh, kami secara tegas menyoroti kinerja Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor yang menunjukkan kegagalan institusional dalam menjalankan mandatnya. Kepala dinas sebagai penanggung jawab utama tidak mampu menghadirkan arah kebijakan yang jelas, terukur, dan berpihak pada pelaku usaha mikro. Ketiadaan zonasi resmi bagi UMKM dan PKL merupakan bukti nyata dari lemahnya perencanaan strategis serta minimnya keberpihakan terhadap ekonomi rakyat.

Absennya wilayah zonasi tersebut tidak hanya mencerminkan kelalaian administratif, tetapi juga merupakan bentuk pengabaian terhadap prinsip kepastian hukum dan memberikan peluang terhadap munculnya kekuasaan bayangan oleh oknum-oknum tidak bertanggun jawab. Para pelaku UMKM dipaksa beroperasi dalam ruang abu-abu tanpa perlindungan regulatif yang jelas, sehingga rentan terhadap tindakan penertiban sepihak dan praktik diskriminatif di lapangan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM tidak menjalankan fungsi fasilitatifnya, melainkan justru membiarkan ketidakpastian menjadi sistem yang merugikan masyarakat kecil.
Ujar Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi Himpunan Mahasiswa Islam Kota Bogor.

Fenomena ini menunjukkan adanya kegagalan dalam implementasi prinsip good governance, terutama pada aspek akuntabilitas, partisipasi, dan keadilan distributif. PKL bukan sekadar objek penertiban, melainkan subjek ekonomi yang berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan sirkulasi ekonomi lokal. Mengabaikan aspek ini merupakan bentuk pengingkaran terhadap realitas sosial-ekonomi yang ada.

Inkonsistensi kebijakan antara regulasi dan implementasi memperlihatkan adanya disharmoni struktural dalam birokrasi pemerintah daerah. Regulasi yang ada tidak dijalankan secara optimal, sementara kebijakan baru tidak disosialisasikan secara transparan. Hal ini menciptakan ruang konflik horizontal antara aparat dan masyarakat, sekaligus memperbesar potensi ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah.

Kami menilai bahwa Pemerintah Kota Bogor, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM, telah gagal menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada ekonomi rakyat. Ketika sektor formal belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal, justru sektor informal yang menjadi bantalan ekonomi malah ditekan tanpa solusi yang manusiawi dan berkelanjutan
Tegas Raden.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka ancaman terhadap ekonomi mikro bukan lagi sekadar potensi, melainkan keniscayaan. Penurunan daya beli, meningkatnya pengangguran terselubung, serta melemahnya ketahanan ekonomi masyarakat kecil akan menjadi konsekuensi logis dari kebijakan yang tidak berpihak.

Oleh karena itu, kami menuntut:

1. Pemerintah Kota Bogor dan Dinas Koperasi dan UMKM segera menyusun kebijakan penataan PKL dan UMKM yang berbasis riset, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi.

2. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor bertanggung jawab secara langsung atas kegagalan kebijakan dan segera melakukan langkah korektif yang konkret.

3. Menetapkan zonasi resmi dan legal bagi PKL dan UMKM sebagai bentuk kepastian hukum dan perlindungan usaha.

4. Menghentikan segala bentuk penertiban represif tanpa solusi relokasi yang jelas dan layak.

5. Menjamin kepastian hukum bagi PKL melalui regulasi yang transparan dan implementatif.

6. Melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat dan akademisi, dalam proses perumusan kebijakan.

Hmi menegaskan bahwa kota yang maju bukanlah kota yang menyingkirkan pelaku ekonomi kecil, melainkan yang mampu mengelola keberagaman aktivitas ekonomi secara adil dan berkelanjutan.[]

  • Author: AG
  • Editor: Redaksi
  • Source: AG

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • PETI di Sawahlunto Melonjak Drastis, Puluhan Excavator Beroperasi Bebas “APH Diduga Menutup Mata”

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 50
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Sawahlunto Sumbar (GMOCT), 23 Februari 2026| Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang telah lama menjadi masalah di lima desa di Kota Sawahlunto, yakni Desa Talago Gunung, Talawi, Kolok, Sijantang, dan Rantih, kini memasuki tahap yang lebih mengkhawatirkan. Puluhan unit alat berat excavator tercatat beroperasi dengan leluasa di lokasi-lokasi tersebut, sementara Polres Kota Sawahlunto […]

  • Sorotan Terhadap Ketua PC SPSI PT. Socfindo Seumayam: Dugaan Mafia Bayangan dan Ketidaktransparanan Keuangan

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 142
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Nagan Raya, Aceh| Kepemimpinan ketua PC SPSI PT. Socfindo Seumayam di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, tengah menjadi sorotan menyusul dugaan praktik mafia bayangan dan ketidaktransparanan dalam pengelolaan keuangan serikat. Informasi ini didapatkan Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari media online Bongkarperkara yang tergabung dalam GMOCT. Dugaan ini muncul setelah beredarnya laporan dari beberapa […]

  • Disita dan Dilelang! “Negara Jual Aset Terpidana Ivan CH Litha demi Pemulihan Dana PT Elnusa”

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 229
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 24 November 2025| Upaya pemulihan aset negara kembali menunjukkan hasil signifikan. Tim Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, bekerja sama dengan Tim Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Makassar, sukses melaksanakan lelang satu bidang tanah beserta bangunan ruko tiga lantai milik terpidana Ivan CH Litha. Penjualan aset tersebut digelar pada Jumat, 21 […]

  • DLH Provinsi Jawa Barat ‘Lempar Bola’ Soal Penanganan Pencemaran Lingkungan

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 103
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bandung, 13 November 2025 (GMOCT)| Program Citarum Harum yang berjalan selama 7 tahun (2018-2025) berakhir dengan kesan kurang memuaskan dalam meningkatkan ekosistem lingkungan. Program yang menelan anggaran triliunan rupiah ini dinilai kurang efektif dalam mengatasi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, (19/11). Kini, Citarum Harum jilid dua dimulai dengan harapan baru. Satgas Citarum Harum […]

  • Disiplin dan Loyalitas Adalah Fondasi Yang Akan Memperkuat Marwah Kejaksaan

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 158
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Aceh, 15 September 2025| Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Yudi Triadi, S.H., M.H., memimpin langsung pelaksanaan apel pagi di halaman Kantor Kejati Aceh, Senin (15/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para Asisten, Koordinator, Pejabat Struktural, serta seluruh pegawai Kejati Aceh. Dalam arahannya, Kajati Aceh menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan wujud nyata dari sikap profesionalitas dan tanggung jawab setiap […]

  • Kritik Tajam Riswan Ketua LSM BPI KPNPA RI Perihal Acara ” Bogor Overland” Habiskan Anggaran Miliaran

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 221
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 12 Desember 2025| Rencana Pemerintah Kabupaten Bogor menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk penyelenggaraan sebuah event besar bertajuk “Bogor Overland” pada Desember 2025 menuai kritik tajam. Program yang tercatat dalam dokumen RUP Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor tersebut mencakup penyediaan influencer, dekorasi megah, publikasi nasional, hingga pengisi acara selebritas. Di tengah […]

expand_less