Selasa, September 22, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Info Daerah

HMI Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi: Dinas Koperasi Bogor Jadi Ancaman bagi Ekonomi Rakyat

Chairul Husen by Chairul Husen
2 April 2026
in Info Daerah
0
HMI Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi: Dinas Koperasi Bogor Jadi Ancaman bagi Ekonomi Rakyat
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Kota Bogor, 2 April 2026 | Kota Bogor saat ini sedang menghadapi problematika serius dalam tata kelola sektor informal, khususnya terkait penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang semakin menunjukkan ketidakjelasan arah kebijakan. Pemerintah Kota Bogor terkesan tidak memiliki desain kebijakan yang komprehensif, konsisten, dan berkeadilan dalam mengelola eksistensi PKL sebagai bagian integral dari denyut ekonomi mikro masyarakat.

HMI menyoroti serius ketidakjelasan ini tercermin dari pola penertiban yang sporadis, reaktif, dan tidak berbasis pada perencanaan jangka panjang. Aparat kerap melakukan tindakan represif tanpa diiringi dengan solusi struktural yang menjamin keberlanjutan ekonomi para pelaku usaha kecil. Alih-alih menghadirkan kepastian hukum dan ruang ekonomi yang layak, pemerintah justru menciptakan ketidakpastian yang berdampak langsung terhadap stabilitas pendapatan masyarakat kelas bawah.

You might also like

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif

Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main

Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?

Lebih jauh, kami secara tegas menyoroti kinerja Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor yang menunjukkan kegagalan institusional dalam menjalankan mandatnya. Kepala dinas sebagai penanggung jawab utama tidak mampu menghadirkan arah kebijakan yang jelas, terukur, dan berpihak pada pelaku usaha mikro. Ketiadaan zonasi resmi bagi UMKM dan PKL merupakan bukti nyata dari lemahnya perencanaan strategis serta minimnya keberpihakan terhadap ekonomi rakyat.

Absennya wilayah zonasi tersebut tidak hanya mencerminkan kelalaian administratif, tetapi juga merupakan bentuk pengabaian terhadap prinsip kepastian hukum dan memberikan peluang terhadap munculnya kekuasaan bayangan oleh oknum-oknum tidak bertanggun jawab. Para pelaku UMKM dipaksa beroperasi dalam ruang abu-abu tanpa perlindungan regulatif yang jelas, sehingga rentan terhadap tindakan penertiban sepihak dan praktik diskriminatif di lapangan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM tidak menjalankan fungsi fasilitatifnya, melainkan justru membiarkan ketidakpastian menjadi sistem yang merugikan masyarakat kecil.
Ujar Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi Himpunan Mahasiswa Islam Kota Bogor.

Fenomena ini menunjukkan adanya kegagalan dalam implementasi prinsip good governance, terutama pada aspek akuntabilitas, partisipasi, dan keadilan distributif. PKL bukan sekadar objek penertiban, melainkan subjek ekonomi yang berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan sirkulasi ekonomi lokal. Mengabaikan aspek ini merupakan bentuk pengingkaran terhadap realitas sosial-ekonomi yang ada.

Inkonsistensi kebijakan antara regulasi dan implementasi memperlihatkan adanya disharmoni struktural dalam birokrasi pemerintah daerah. Regulasi yang ada tidak dijalankan secara optimal, sementara kebijakan baru tidak disosialisasikan secara transparan. Hal ini menciptakan ruang konflik horizontal antara aparat dan masyarakat, sekaligus memperbesar potensi ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah.

Kami menilai bahwa Pemerintah Kota Bogor, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM, telah gagal menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada ekonomi rakyat. Ketika sektor formal belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal, justru sektor informal yang menjadi bantalan ekonomi malah ditekan tanpa solusi yang manusiawi dan berkelanjutan
Tegas Raden.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka ancaman terhadap ekonomi mikro bukan lagi sekadar potensi, melainkan keniscayaan. Penurunan daya beli, meningkatnya pengangguran terselubung, serta melemahnya ketahanan ekonomi masyarakat kecil akan menjadi konsekuensi logis dari kebijakan yang tidak berpihak.

Oleh karena itu, kami menuntut:

1. Pemerintah Kota Bogor dan Dinas Koperasi dan UMKM segera menyusun kebijakan penataan PKL dan UMKM yang berbasis riset, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi.

2. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor bertanggung jawab secara langsung atas kegagalan kebijakan dan segera melakukan langkah korektif yang konkret.

3. Menetapkan zonasi resmi dan legal bagi PKL dan UMKM sebagai bentuk kepastian hukum dan perlindungan usaha.

4. Menghentikan segala bentuk penertiban represif tanpa solusi relokasi yang jelas dan layak.

5. Menjamin kepastian hukum bagi PKL melalui regulasi yang transparan dan implementatif.

6. Melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat dan akademisi, dalam proses perumusan kebijakan.

Hmi menegaskan bahwa kota yang maju bukanlah kota yang menyingkirkan pelaku ekonomi kecil, melainkan yang mampu mengelola keberagaman aktivitas ekonomi secara adil dan berkelanjutan.[]

Tags: DinasHMIKoperasiKota BogorUMKM
Previous Post

Pemilik Kafe Karaoke di Way Lunik Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal

Next Post

Tragedi Alfin Berujung Hilangnya Nyawa, Terkubur di Cikeas Bogor “Sedalam Tiga Meter”

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif
Info Daerah

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif

by Tegar News
22 September 2026
Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main
Info Daerah

Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main

by Tegar News
22 September 2026
Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?
Info Daerah

Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?

by Tegar News
22 September 2026
Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat
Info Daerah

Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat

by Tegar News
22 September 2026
Pemanggilan Kades Giriwetan Mahmudi Belum/Tidak Jelas, Apif Sularso Kabid APD Dispermades Magelang Dinilai Tidak Tegas – GMOCT Siap Lanjut Ranah Hukum
Info Daerah

Pemanggilan Kades Giriwetan Mahmudi Belum/Tidak Jelas, Apif Sularso Kabid APD Dispermades Magelang Dinilai Tidak Tegas – GMOCT Siap Lanjut Ranah Hukum

by Tegar News
21 September 2026
Next Post
Tragedi Alfin Berujung Hilangnya Nyawa, Terkubur di Cikeas Bogor “Sedalam Tiga Meter”

Tragedi Alfin Berujung Hilangnya Nyawa, Terkubur di Cikeas Bogor "Sedalam Tiga Meter"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

4 Maret 2026
Kantor Pertanahan Kota Medan Mengadakan Rapat Data Lokasi Pengadaan Tanah

Kantor Pertanahan Kota Medan Mengadakan Rapat Data Lokasi Pengadaan Tanah

5 Januari 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif
Info Daerah

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif

22 September 2026
DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci
Nasional

DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci

22 September 2026
Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main
Info Daerah

Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main

22 September 2026
Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo
Hukum

Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo

22 September 2026
Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?
Info Daerah

Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?

22 September 2026
Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat
Info Daerah

Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat

22 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News