Kamis, November 5, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Jantung Kangker Dibalik Seragam: “Membedah Pabrik Kegagalan Reformasi Polri”

Chairul Husen by Chairul Husen
7 April 2026
in Opini
0
Jantung Kangker Dibalik Seragam: “Membedah Pabrik Kegagalan Reformasi Polri”
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 7 April 2026 | Pekan ini sebuah keritik di lesakkan kearah jantung birokrasi keamana kita. Bukan oleh kelompok kriminal, melainkan oleh Irjen Pol (Purn) Safaruddin, anggota DPR RI, yang secara berani membidik borok di “Hulu” kepolisian: Lamdiklat (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri).

Selama ini publik disuguhi kemarahan di hilir. Kita geram melihat arogansi dijalan, muak dengan oknum pembeking bisnis ilegal, hingga skandal perwira tinggi sekelas Teddy Minahasa. Namun, teguran ini memaksa kita menoleh ke belakang, ke sebuah pabrik yang justru sedang direproduksi untuk gagal secara sistemik.

You might also like

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

Mari kita buka empat “berkas forensik” yang mengungkap mengapa institusi ini sulit sembuh dari dalam:

File 1: Strategi Keranjang Sampah yang Mematikan

Ada rahasia publik dalam manajemen kepolisian: Mutasi, Demosi. Ketika seorang perwira di unit “basah” terbukti melanggar kode etik – menerima suap hingga memeras mereka sering kali dijatuhi sanksi pemindahan jabatan ke Lamdiklat atau Sekolah Polisi Negara (SPN).

Ironisnya perwira bermasah ini tidak masuk sebagai murid untuk dibina ulang, melainkan duduk sebagai pengajar, instruktur atau pengasuh. Bagaimana mungkin seorang mantan reserse yang dicopot karena pungli ditugaskan sebagai pengajar, mengajarkan “Etika Profesi” kepada ribuan taruna muda? Menempatkan oknum bermasalah sebagai “guru” sama saja menyuntikan virus secara langsung kedalam kantong darah bayi. Kita tidak sedang menghukum oknum. kita sedang meracuni masa depan institusi.

File 2: Ironi 0.86 Persen dan “Guru” yang Terhina

Fakta terbaru membongkar paradoks anggaran yang timpang. Polri adalah raksasa dengan alokasi anggaran diatas Rp100 triliun setiap tahunnya, namun distribusinya menunjukan skala prioritas yang menghawatirkan.

Pendidikan yang dianaktirikan: Dari total anggaran jumbo tersebut. Lamdiklat Polri dikabarkan mengelola sekitar Rp1,25 triliun. Kalkulasi ini menunjukan porsi pendidikan hanya menyumbang sekitar 0,86% dari total pagu anggaran.

Otot vs Otak: Triliunan rupiah mengalir deras untuk unjuk kekuatan fisik: gas air mata, kendaraan taktis, hingga senjata api. Sementara itu pembangunan manusia hanya diberi sisa-sisa.

Kesejahteraan Instruktur: Dengan porsi anggaran yang minim, honor instruktur menjadi sangat terbatas. Instruktur yang tidak disejahterakan akhirnya rentan mencari “sabetan” tambahan, yang secara tidak langsung menularkan budaya transaksional kepada siswa bahkan sebelum mereka resmi memegang lencana.

File 3: Siklus “Balik Modal” dan Gerilya Oknum Rekrutmen

Secara institusional. Polri selalu mengampayekan rekrukmen yang bersih dan gratis (BETAH). Namun, di zona abu-abu, praktik ilegal para oknum “calo” masih terus bergrilya, ini bukan tentang sistem resmi, melainkan tindakan kriminal oknum yang merusak tatanan.

Jika seorang pemuda terjebak pusaran transaksional ilegal ini-hingga keluarganya harus berhutang ratusan juta rupiah- ia akan masuk ke gerbang pendidikan dengan pola pikir seorang “investor“. Di dalam barak mentalitas ini bertemu dengan kultur instruktur hasil demosi. Begitu lulus, insting pertama yang muncul bukanlah pengabdian, melainkan tekanan finansial untuk Balik Modal. Inilah akar nengapa oknum baru jauh lebih rentan “memelihara” pelanggaran hukum demi menutup lubang masa lalu.

File 4: Revisi UU Polri, Karpet Merah Menuju Police State

Di tengah carut-marutnya “pabrik” manusia ini, draf Revisi UU Kepolisian yang sedang digodog justru menghkawatirkan. Alih-alih merombak total sistem pengawasan dan pendidikan, revisi tersebut tampak lebih fokus perluasan kewenangan: penyadapan hingga pengawasan ruang siber.

Memberikan kewenangan absolut kepada institusi yang sistem pendidikannya masih dihuni oknum bermasalah adalah resep sempurna untuk menciptakan negara tiran (Police State) di bawah payung hukum.

KESIMPULAN: Memutus Mata Rantai Virus

Lamdiklat seharusnya menjadi “Etalase Kehormatan” yang diisi oleh perwira-perwira terbaik, paling cerdas dan paling bersih rekam jejaknya. Alokasi anggaran untuk mencetak manusia harus jauh lebih rasional dari sekedar 0,86% .

Amputasi terhadap parasit institusi-para calo, pemeras, dan pelanggar etik-harus dilakukan dengan pemecatan tegas! (PTDH), bukan dengan membuang mereka ke ruang kelas. Reformasi sejati harus dimulai dengan mensterilkan hulunya, atau kita akan selamanya tenggelam dalam limbah di hilirnya.[]

Oleh: Lhynaa Marlinaa

#ReformasiPolri
#KritikInstitusi
#Lemdiklat
#AnggaranPolri
#PendidikanPolri
#LawanKeadilan
#PenaYangMenolakPatah

Tags: IndonesiaKepolisianReformasi
Previous Post

Mata Hukum Desak Presiden Copot Jaksa Agung Akibat Rentetan Kriminalisasi Rakyat Kecil

Next Post

Saktinya ‘Dewa Agraria’ di Deli Serdang, Bikin Hukum Bak Macan Ompong

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”
Opini

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

by Tegar News
16 Oktober 2026
Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?
Opini

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

by Tegar News
8 Oktober 2026
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

by Tegar News
5 Oktober 2026
Next Post
Saktinya ‘Dewa Agraria’ di Deli Serdang, Bikin Hukum Bak Macan Ompong

Saktinya 'Dewa Agraria' di Deli Serdang, Bikin Hukum Bak Macan Ompong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Jalan Warga Rusak, AKPERSI Tagih Komitmen Perbaikan Proyek Cikampek–Plumpang

Jalan Warga Rusak, AKPERSI Tagih Komitmen Perbaikan Proyek Cikampek–Plumpang

30 Agustus 2026
Pasca Banjir Aceh Utara, BKO Brimob Polda Banten Fokus Pembersihan Sisa Lumpur di Sekolah

Pasca Banjir Aceh Utara, BKO Brimob Polda Banten Fokus Pembersihan Sisa Lumpur di Sekolah

9 Januari 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Kasus Penyadapan Ilegal, Presiden Prabowo Sampaikan Keprihatinan Mendalam
Nasional

Kasus Penyadapan Ilegal, Presiden Prabowo Sampaikan Keprihatinan Mendalam

5 November 2026
Pemkab Bogor Siapkan Pelebaran Jalan Laladon 1KM Pada 2027, Urai Kemacetan Menuju Kota Bogor
Info Daerah

Pemkab Bogor Siapkan Pelebaran Jalan Laladon 1KM Pada 2027, Urai Kemacetan Menuju Kota Bogor

5 November 2026
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Diperiksa KPK 5 Jam, Kasus Dugaan Suap Buka Blokir HGB Lahan Summarecon di Bogor
Info Korupsi

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Diperiksa KPK 5 Jam, Kasus Dugaan Suap Buka Blokir HGB Lahan Summarecon di Bogor

5 November 2026
Istana Copot Listyo Sigit dari KSP Setalah Jadi Tersangka Penyadapan Presiden
Nasional

Istana Copot Listyo Sigit dari KSP Setalah Jadi Tersangka Penyadapan Presiden

4 November 2026
IHSG Jebol ke 4.800: Ini Tiga Penyebab Utamanya!
Ekonomi

IHSG Jebol ke 4.800: Ini Tiga Penyebab Utamanya!

4 November 2026
H. Isin Resmi Pimpin Desa Srijaya, Siap Percepat Pelayanan dan Pembangunan
Pemerintahan

H. Isin Resmi Pimpin Desa Srijaya, Siap Percepat Pelayanan dan Pembangunan

4 November 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News