Breaking News
light_mode
Home » Uncategorized » Mancanegara » Internasional » Politik » Rebranding PKN, IndexPolitica: Gede Pasek Bisa Arahkan Partai ke Politik Inklusif Berbasis Identitas Nusantara

Rebranding PKN, IndexPolitica: Gede Pasek Bisa Arahkan Partai ke Politik Inklusif Berbasis Identitas Nusantara

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 5 hour ago
  • visibility 3
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 13 April 2026 | Mundurnya Anas Urbaningrum dan kembalinya Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) menjadi momentum penting bagi arah baru partai. Perubahan ini dinilai membuka ruang bagi PKN untuk melakukan rebranding menuju politik yang lebih inklusif dan berakar pada identitas Nusantara.

Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo, menilai dinamika tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan peluang strategis untuk melakukan rekalibrasi arah politik dan kelembagaan partai.

“PKN sedang berada di titik balik. Ini bukan hanya soal figur, tetapi kesempatan untuk mendefinisikan ulang arah perjuangan politiknya,” ujar Alip.

Momentum Kepemimpinan Pasek

Menurut Alip, kepemimpinan Gede Pasek Suardika menghadirkan peluang yang relatif jarang dimiliki partai politik lain.

“Di bawah kepemimpinan Gede Pasek Suardika, PKN memiliki momentum langka untuk meletakkan dasar kepartaian baru yang lebih dinamis dan relevan dengan tantangan keindonesiaan. Pengalaman politik nasional, latar sebagai putra daerah Bali, serta posisinya yang bukan dari kelompok mayoritas menjadikan Pasek figur strategis untuk mendorong arah baru partai yang lebih inklusif dan berbasis lokalitas,” ujarnya.

Koreksi terhadap Sentralisme Jakarta

Alip menjelaskan, penekanan pada lokalitas merupakan respons terhadap problem klasik dalam sistem politik Indonesia, yakni sentralisme kebijakan yang terlalu Jakarta-sentris.

Selama ini, kebijakan nasional dinilai kerap tidak sepenuhnya mencerminkan kebutuhan riil daerah, sehingga memicu ketimpangan dan keterputusan antara pusat dan daerah.

“Dengan langkah baru ini, PKN memiliki peluang untuk membalik logika lama yang Jakarta-sentris, dengan menempatkan daerah bukan lagi sebagai objek kebijakan, melainkan sebagai subjek yang berdaulat dalam menentukan arah pembangunan,” jelasnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali potensi lokal yang selama ini teredam oleh standarisasi pusat yang kaku.

Membongkar Elitisme Partai

Selain itu, PKN juga dinilai perlu melakukan koreksi terhadap praktik elitisme dalam partai politik, di mana keputusan strategis kerap terpusat pada segelintir elite.

“PKN perlu mendorong demokrasi dari akar rumput. Aspirasi kader di tingkat desa dan daerah tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi harus menjadi fondasi dalam perumusan kebijakan partai,” ujar Alip.

Pendekatan ini diyakini dapat memutus mata rantai politik transaksional yang selama ini identik dengan dominasi oligarki dalam sistem kepartaian nasional.

Inklusivisme sebagai Arah Baru

Figur Gede Pasek juga dinilai membawa pesan simbolik penting dalam arah baru PKN, terutama dalam memperkuat dimensi inklusivisme.

“Makna ‘kebangkitan’ dalam PKN perlu dimaknai sebagai kebangkitan kelompok-kelompok yang selama ini tidak mendapatkan ruang dalam politik arus utama,” kata Alip.

PKN dinilai berpeluang menjadi rumah bagi keberagaman identitas, budaya, dan kepentingan lokal yang selama ini sulit menembus struktur politik nasional.

Dinamika Internal sebagai Energi Transformasi

Meski ditinggalkan sejumlah faksi, kondisi internal PKN justru dinilai sebagai bagian dari proses pemurnian organisasi. Dinamika tersebut menunjukkan bahwa partai masih memiliki daya hidup dan kemampuan beradaptasi.

“Dalam banyak kasus, partai yang mampu bertahan adalah yang berani berbenah. Dinamika ini bisa menjadi energi untuk memperkuat identitas dan arah gerak PKN ke depan,” ujar Alip.

*Menuju Antitesis Politik Lama*

Melalui rebranding ini, PKN dinilai berpeluang menawarkan pendekatan baru dalam lanskap politik nasional—sebuah antitesis terhadap praktik politik lama yang cenderung elitis dan tersentralisasi.

Dengan menjadikan lokalitas sebagai basis perjuangan, PKN tidak hanya berupaya meraih dukungan elektoral, tetapi juga mendorong model tata kelola negara yang lebih adil dan demokratis.

“Jika konsisten, PKN bisa menjadi representasi politik yang benar-benar mencerminkan wajah Nusantara—majemuk, inklusif, dan berbasis pada kekuatan lokal,” pungkas Alip.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: PKN

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentuk Kepedulian Kepala Desa Sukajadi Beserta Pemerintah Desa Mengunjungi Warganya yang Sakit di RS DKH Sukatani

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 554
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi-Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat, Kepala desa Sukajadi, Amir Hamzah bersama jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Suka Jadi melakukan kunjungan sosial ke Rumah Sakit DKH Sukatani pada. Kamis 05/06/2025.   Kunjungan tersebut ditujukan untuk menjenguk lima warga Desa Sukajadi yang tengah menjalani perawatan akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).   Dalam suasana […]

  • Maraknya Calo dan Bagi-Bagi Amplop di Satpas Bekasi Masih Menjamur! APH Tutup Mata?

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle M.Ifsudar/Julian
    • visibility 139
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Bekasi| Praktik pembuatan surat izin mengemudi (SIM) dengan bantuan calo masih marak terjadi di Kantor Satuan Pelaksana Administrasi SIM (Satpas) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jalan Pramuka, Kota Bekasi. Praktik percaloan ini tampaknya sudah menjadi hal yang lumrah di lingkungan Satpas Kota Bekasi. Para calo terang-terangan menawarkan jasa pengurusan SIM kepada masyarakat. Mereka […]

  • Sambang Dialogis Bhabinkamtibmas Desa Tugu Utara Berikan Himbauan Kamtibmas

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 128
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Polres Bogor| Bhabinkamtibmas Desa Tugu Utara Polsek CSR Polres Bogor Bripka Edy Syahputra melaksanakan giat sambang dialogis dengan warga dan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas di kp. Ciburial Coklat Rt. 05/05 Desa. Tugu Utara Kec. Cisarua, Senin (05/05/2025) Kegiatan sambang dan dialog dengan warga Desa binaannya yang dilaksanakan ini selain bersilaturahmi dan juga sebagai upaya sebagai anggota […]

  • Dapur Sekolah Rakyat Rampung 100 Persen, Penganggarannya Baru Muncul di APBD-P 2025 Buteng

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 67
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Buton Tengah, 3 Januari 2026| Dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 kembali mencuat dan menyeret nama Bupati Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Dr. Azhari, S.STP., M.Si. Sorotan publik kali ini tertuju pada proyek pembangunan Dapur Sekolah Rakyat senilai Rp1 miliar. Proyek dapur yang dibangun di tanah milik sebuah […]

  • Keresahan Warga & Kegagalan Sistemik: Studi Kasus Lambannya Layanan Wall Charger Mobil Listrik Di Jakarta Timur

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 112
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta, 5 Juni 2025| Program pemerintah untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia menghadapi tantangan serius, terlihat jelas dari keresahan warga Jakarta Timur dan kasus lambannya layanan instalasi dan perbaikan wall charger mobil listrik oleh PT. Haleyora Power, anak perusahaan PLN. Laporan dari Tim Investigasi Media Laskar Bayangkara News di lapangan yang tergabung di Gabungan […]

  • Laporan Khusus: Rekor Kelam Sejarah Korupsi Republik Indonesia 2025-2026

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 13
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 26 Maret 2026| Indonesia resmi memasuki periode paling kritis dalam sejarah pemberantasan korupsi pasca-reformasi. Berdasarkan laporan Corruption Perception Index (CPI) 2025 yang dirilis Februari 2026, skor integritas Indonesia anjlok ke angka 34. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol kemunduran total yang menyeret posisi Indonesia ke peringkat 109 dunia, sejajar dengan negara-negara […]

expand_less