Tegarnews.co.id – Jakarta, 6 Juli 2026 | Respons keras Iran terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disampaikan oleh Kedutaan Besar Iran di Armenia yang menyatakan bahwa Trump tidak memahami sejarah, peradaban, maupun kehormatan bangsa Iran. Pernyataan diplomatik ini dikeluarkan melalui media sosial X untuk membalas klaim kontroversial Trump terkait prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Ketegangan terbaru ini dipicu oleh wawancara Donald Trump dengan media Axios pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Trump mengeklaim bahwa dengan berkumpulnya seluruh petinggi dan jutaan warga Iran di satu lokasi pemakaman, militer AS sebenarnya memiliki kesempatan untuk menghabisi mereka semua dalam “satu tembakan”.
Trump berdalih tidak melakukan serangan tersebut karena masih menghormati ruang negosiasi dan ingin memberikan waktu bagi Teheran menyelesaikan proses pemakaman.
Trump mengaku terkejut melihat lautan manusia menangis karena mengira rakyat Iran membenci Khamenei. Ia kemudian menyindir bahwa kesedihan tersebut kemungkinan hanyalah “air mata palsu”.
Pemerintah Iran merespons provokasi tersebut melalui jalur diplomatik dan penegasan sikap di internal negara:
Kedutaan Besar Iran di Armenia langsung melayangkan balasan menohok dengan menulis, “Anda tidak memahami hal-hal seperti ini karena Anda tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan”.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya juga menegaskan bahwa Teheran akan langsung membalas secara tegas setiap ancaman yang ditujukan kepada rakyat maupun kepemimpinan Iran.
Di lokasi kompleks Grand Mosalla Teheran, prosesi berkabung diwarnai dengan gema riuh penolakan berupa teriakan “Matilah Amerika” serta tuntutan pembalasan atas kematian pemimpin mereka.
Rangkaian upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei—yang wafat akibat serangan udara beberapa bulan lalu—baru terlaksana saat ini menyusul adanya kesepakatan gencatan senjata sementara. Jenazah direncanakan melalui prosesi panjang di Teheran, Kota Qom, hingga kota suci di Irak (Najaf dan Karbala) sebelum akhirnya dimakamkan di Mashhad pada 9 Juli 2026.(Rls/Red)














