Tegarnews.co.id – Jakarta, 16 Juli 2026 | Negara Arab Memanas Saling Serang! Situasi keamanan di kawasan Semenanjung Arab saat ini berada dalam status siaga satu.
Masa gencatan senjata informal yang telah menjaga kedamaian regional sejak tahun 2022 dilaporkan runtuh dalam semalam setelah terjadi aksi saling bom yang menargetkan infrastruktur penerbangan sipil di Arab Saudi dan Yaman.
Eskalasi mendadak ini dipicu oleh pengeboman landasan pacu Bandara Internasional Sana’a di Yaman, yang kemudian langsung dibalas dengan hujan rudal balistik ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi.
Konflik terbuka ini bermula ketika sebuah pesawat sipil milik maskapai Iran, Mahan Air, yang membawa delegasi diplomatik bersiap melakukan pendaratan di Bandara Internasional Sana’a di wilayah Yaman Utara.
Melihat hal tersebut, Kementerian Pertahanan Yaman yang merupakan pemerintah resmi dan diakui secara internasional dengan dukungan Riyadh langsung mengambil tindakan ekstrem.
Mengingat imbauan udara diabaikan dan pesawat dianggap melanggar kedaulatan wilayah udara tanpa izin resmi, jet tempur taktis koalisi meluncurkan serangan udara terarah menggunakan bom berpemandu presisi.
Serangan udara tersebut menghantam tepat di tengah landasan pacu utama hingga menciptakan kawah besar. Operasi militer ini berhasil memaksa pesawat Iran berputar arah dan melakukan pendaratan darurat di Bandara Hodeidah, namun menyebabkan Bandara Sana’a lumpuh total akibat kerusakan infrastruktur yang parah.
Sebelum pengeboman dilakukan, pihak militer menyatakan telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga sipil di sekitar area tersebut guna meminimalkan risiko jatuhnya korban.
Merespons hancurnya landasan pacu di Sana’a, kelompok milisi Yaman langsung meluncurkan serangan balasan terkoordinasi berskala besar ke wilayah selatan Arab Saudi pada Senin malam.
Juru bicara militer milisi Yaman mengumumkan bahwa mereka telah menghujani Bandara Internasional Abha menggunakan kombinasi rudal balistik jarak jauh dan kelompok pesawat tanpa awak atau drone bunuh diri.
Rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi sempat memperlihatkan kepanikan warga saat kilatan cahaya dan proyektil jatuh di perimeter luar bandara.
Pihak milisi Yaman menyatakan serangan ini adalah bentuk protes keras atas blokade udara yang dilakukan terhadap wilayah mereka, sekaligus mengeluarkan ancaman lanjutan yang memperingatkan seluruh maskapai internasional untuk menghindari wilayah udara Arab Saudi.
Meskipun milisi Yaman meluncurkan serangan masif, otoritas militer Arab Saudi menegaskan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mengintersepsi sebagian besar rudal dan drone tersebut.
Pemerintah setempat melaporkan tidak ada kerusakan parah pada fasilitas utama bandara dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden di Bandara Abha. Kendati demikian, dampak terhadap operasional penerbangan komersial tetap terasa sangat signifikan.
Sejumlah maskapai internasional seperti Flydubai dan Air Arabia langsung membatalkan penerbangan mereka ke wilayah selatan Saudi, sementara maskapai domestik membekukan rute dari Abha menuju Riyadh dan Jeddah demi alasan keamanan.
Ketegangan sipil di darat juga dilaporkan meningkat di Sana’a setelah milisi Yaman menahan sebuah pesawat komersial beserta kru milik Komite Internasional Palang Merah sebagai aksi balasan tambahan.
Merespons situasi yang memburuk dengan cepat ini, Dewan Keamanan PBB langsung menggelar sidang darurat di New York. PBB mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri agar kawasan Timur Tengah tidak kembali terjerumus ke dalam jurang perang besar yang berkepanjangan.(Rls/Red)














