Breaking News
light_mode
Home » Opini » Aip Orlandio: Lima Sila Mutiara Diharap Bukan Sekedar Retorika

Aip Orlandio: Lima Sila Mutiara Diharap Bukan Sekedar Retorika

  • account_circle Syarif Hidayatullah
  • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
  • visibility 207
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id–Jakarta| 1 Juni 1945. Di dalam bumi Indonesia, merasuk dalam tradisi kita, terdapat lima sila mutiara. Pancasila.

Kala itu, Pancasila disepakati sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan suatu negara. Dan pun, menjadi satu-satunya sumber hukum di Indonesia. Pancasila dianggap sebagai identitas bangsa yang mengerti arti merdeka. Lima sila mutiara diharap bukan sekadar retorika.

Ironis ketika pancasila tidak memiliki makna bagi mereka. Mereka yang ‘katanya’ berbangsa Indonesia. Pancasila hanya sekadar retorika, pidato-tanpa-makna. Sekadar patung garuda yang terpampang di ruang mereka. Atau puisi yang wajib dihafal saat upacara.  Implementasi dari nilai-nilai Pancasila tidak nampak di bumi dipijak.

Indonesia.

Berbagai alasan menjadi jawaban dari tumbangnya nilai Pancasila. Mereka yang ‘katanya’ berbangsa Indonesia masih meraba bagaimana seharusnya Pancasila. Bagaimana seharusnya membawa dasar negara sesuai dengan amanah pendirinya. Meraba, karena tak ada penjelasan lengkap dari  Pancasila.

Butir-butir Pancasila yang tidak memiliki penjelasan rinci berambiguitas tinggi. Pengimplentasian dari nilai-nilainya tergantung siapa yang menginterpretasi. Bahkan dapat dikatakan “sesuka hati”.

Dari dulu, Bangsa Indonesia terus menunggu arti pasti dari tiap butir Pancasila. Arti yang tidak perlu dipercaya, diyakini, bahkan dianggap sakral oleh mereka, namun harus dapat diterima mereka yang Bhinneka Tunggal Ika, agar kelak diamalkan dan dilaksanakan sebagai dasar penyelenggara suatu negara.

Dengan ditulisnya ini, saya berharap adanya Hari Lahir Pancasila tidak dimaknai sebagai hari libur bersama. Diharapkan adanya diskusi antar akademisi, politisi, agamawan, negarawan, dan yang lain, guna membahas penjelasan lengkap dari Pancasila dengan melepas ego dari masing-masing perunding. Hal itu diharap dapat meminimalisir pemaknaan ganda dari Pancasila. Kemufakatan yang didapat, dianggap dapat menjadi jawaban paling tepat.

Karena sesungguhnya, meski para pendiri telah renta, demi kemakmuran negeri ini mereka terus berdoa. Meski para pendiri telah mati, jiwa mereka masih ada untuk tetap mengabdi.

Selamat memaknai Pancasila!

Jakarta, 01 Juni 2025.

  • Author: Syarif Hidayatullah
  • Editor: Syarif Hidayatullah
  • Source: Aip Orlandio

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bhabinkamtibmas Parung Dan Babinsa Wujudkan Kebersamaan Dalam Menjaga Keamanan Warga

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 122
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Upaya menjaga keamanan dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus dilakukan oleh jajaran Polsek Parung Polres Bogor. Pada Kamis (22/05/2025), Bhabinkamtibmas Bripka Komarudin bersama Babinsa Sertu Ageng Prastio dari Koramil Parung melaksanakan sambang warga di wilayah desa binaan. Kegiatan tatap muka lintas sektoral ini merupakan bagian dari upaya menciptakan sinergitas antara TNI-Polri dan masyarakat dalam […]

  • MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam – diam: Layak Masuk Rekor MURI

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 81
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 23 Maret 2026 | Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Koordinator Masyarakat Antikorupsi (MAKI), Boyamin Saiman, secara terbuka mengingatkan lembaga antirasuah tersebut untuk segera melakukan introspeksi mendalam. Pengalihan penahanan yang dilakukan secara senyap ini […]

  • Bupati dan Kadisdik Cianjur Diminta Tegas: Jangan Lindungi Oknum Guru yang Melakukan Penggelapan berdasarkan Pasal 468 KUHP

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 30
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Cianjur, 24 April 2026 | Kuasa Hukum CV.Presma Esta Utama menyampaikan kritik keras terhadap sikap tidak kooperatif seorang oknum guru SMP berinisial SP, yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, yang hingga saat ini tidak memberikan respons atas somasi resmi yang telah dilayangkan. Tidak hanya itu, upaya penyelesaian […]

  • Kapal Hantu di Laut Utara Yang Kebal Hukum: Saat 5 Juta Ton Milik Bumi Nusantara “Dirampok”

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 373
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 Desember 2025| Di atas kertas, laut Indonesia seharusnya sunyi senyap dari aktivitas ekspor tambang mentah. Sejak palu kebijakan diketuk keras pada 1 Januari 2020, Presiden telah bersabda: “Hilirisasi adalah harga mati.” Sejak detik itu, haram hukumnya tanah merah mengandung nikel keluar dari gerbang Nusantara tanpa diolah di dalam negeri. Namun, di balik meja-meja […]

  • Dua Geuchik Bersatu: Bantah Izin HGU, Warga Babahlueng Usir Paksa Alat Berat PT SPS 2!

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 137
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya, 27 September 2025 (GMOCT)|  Gelombang penolakan terhadap praktik mafia tanah kembali menggema di Nagan Raya. Warga Desa Babahlueng, berbekal pernyataan tegas dari dua Geuchik—mantan dan yang sedang menjabat—bersatu padu mengusir alat berat milik PT Surya Panen Subur (SPS) 2 dari lahan yang disengketakan. Aksi heroik ini merupakan puncak kekesalan warga atas klaim perusahaan […]

  • Lawan DBD, Kader Ansor Jatiasih Turun Tangan Lakukan Fogging Mandiri di RW 18 Jatimekar

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle M.Ifsudar
    • visibility 233
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi, 28 Maret 2026 | Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kelurahan Jatimekar, Jatiasih Bekasi kian mengkhawatirkan. Merespons kondisi darurat tersebut, Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Jatimekar bergerak cepat melakukan aksi fogging (pengasapan) massal di lingkungan RW 18 guna memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Gerakan Swadaya: Dari Rakyat untuk Rakyat Langkah […]

expand_less