Breaking News
light_mode
Home » Opini » Aip Orlandio: Lima Sila Mutiara Diharap Bukan Sekedar Retorika

Aip Orlandio: Lima Sila Mutiara Diharap Bukan Sekedar Retorika

  • account_circle Syarif Hidayatullah
  • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
  • visibility 198
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id–Jakarta| 1 Juni 1945. Di dalam bumi Indonesia, merasuk dalam tradisi kita, terdapat lima sila mutiara. Pancasila.

Kala itu, Pancasila disepakati sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan suatu negara. Dan pun, menjadi satu-satunya sumber hukum di Indonesia. Pancasila dianggap sebagai identitas bangsa yang mengerti arti merdeka. Lima sila mutiara diharap bukan sekadar retorika.

Ironis ketika pancasila tidak memiliki makna bagi mereka. Mereka yang ‘katanya’ berbangsa Indonesia. Pancasila hanya sekadar retorika, pidato-tanpa-makna. Sekadar patung garuda yang terpampang di ruang mereka. Atau puisi yang wajib dihafal saat upacara.  Implementasi dari nilai-nilai Pancasila tidak nampak di bumi dipijak.

Indonesia.

Berbagai alasan menjadi jawaban dari tumbangnya nilai Pancasila. Mereka yang ‘katanya’ berbangsa Indonesia masih meraba bagaimana seharusnya Pancasila. Bagaimana seharusnya membawa dasar negara sesuai dengan amanah pendirinya. Meraba, karena tak ada penjelasan lengkap dari  Pancasila.

Butir-butir Pancasila yang tidak memiliki penjelasan rinci berambiguitas tinggi. Pengimplentasian dari nilai-nilainya tergantung siapa yang menginterpretasi. Bahkan dapat dikatakan “sesuka hati”.

Dari dulu, Bangsa Indonesia terus menunggu arti pasti dari tiap butir Pancasila. Arti yang tidak perlu dipercaya, diyakini, bahkan dianggap sakral oleh mereka, namun harus dapat diterima mereka yang Bhinneka Tunggal Ika, agar kelak diamalkan dan dilaksanakan sebagai dasar penyelenggara suatu negara.

Dengan ditulisnya ini, saya berharap adanya Hari Lahir Pancasila tidak dimaknai sebagai hari libur bersama. Diharapkan adanya diskusi antar akademisi, politisi, agamawan, negarawan, dan yang lain, guna membahas penjelasan lengkap dari Pancasila dengan melepas ego dari masing-masing perunding. Hal itu diharap dapat meminimalisir pemaknaan ganda dari Pancasila. Kemufakatan yang didapat, dianggap dapat menjadi jawaban paling tepat.

Karena sesungguhnya, meski para pendiri telah renta, demi kemakmuran negeri ini mereka terus berdoa. Meski para pendiri telah mati, jiwa mereka masih ada untuk tetap mengabdi.

Selamat memaknai Pancasila!

Jakarta, 01 Juni 2025.

  • Author: Syarif Hidayatullah
  • Editor: Syarif Hidayatullah
  • Source: Aip Orlandio

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patroli Berkuda Den Turangga Baharkam Polri di CFD Depok

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 739
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Depok, 27 Oktober 2025| Detasemen Turangga Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam melayani dan mengamankan kegiatan masyarakat, dengan melaksanakan patroli berkuda di area Car Free Day (CFD) Jalan Margonda Raya, Kota Depok, pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai ini berjalan dengan […]

  • Presiden Prabowo Meresmikan Kampus dan SMA Taruna Nusantara di Malang

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 130
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Malang, 15 Januari 2026| Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Peresmian ini, menjadi agenda utama kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Malang dalam rangka penguatan pendidikan nasional. Presiden Prabowo tiba di Malang menggunakan helikopter kepresidenan AgustaWestland 189 (AW189) berwarna putih. Usai mendarat di lapangan Kodam V/Brawijaya, Kepala Negara […]

  • Kedubes Iran: Donasi Masyarakat Indonesia Untuk Teheran Tembus Lebih Dari Rp9 Miliar

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 7
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 24 April 2026 | Kedutaan Besar Iran di Indonesia melaporkan bahwa penggalangan donasi kemanusiaan dari masyarakat Indonesia telah mencapai lebih dari Rp9 miliar. Berdasarkan unggahan resmi di Instagram, total dana yang terkumpul hingga 14 April 2026 tercatat sebesar Rp9.069.280.661, dengan partisipasi sebanyak 24.369 orang dari berbagai lapisan masyarakat. Program donasi ini mulai […]

  • Geger! Media Iran Laporkan Kematian PM Israel Benjamin Netanyahu “Korban Serangan Rudal”

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 52
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 12 Maret 2026 | Laporan dan spekulasi mengenai kemungkinan tewas atau terluka-nya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu marak beredar di media sosial. Netanyahu dikabarkan menjadi korban serangan rudal Iran yang menargetkan sejumlah tokoh politik dan militer Zionis. Kantor berita Tasnim Iran pada Senin (9/3/2026) menerbitkan laporan terkait nasib Netanyahu, namun tidak menyertakan […]

  • Super Z Club Batam Langgar Keputusan DPRD, Tetap Buka Meski Diminta Tutup, GMOCT Desak Pemkot Batam Tindak Tegas

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 104
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Batam (GMOCT) 22 Agustus 2025| Tempat Hiburan Malam (THM) Super Z Club yang berlokasi di Lt. 3 Pasar Aviary, Kel. Bulliang, Kec. Batu Aji, Kota Batam, secara terang-terangan mengabaikan keputusan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II dan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Kamis (21/08/25) malam. Padahal, dalam RDP yang digelar […]

  • IndexPolitica: Prabowo Harus Bawa Indonesia Jadi Pemimpin Global, Bukan Sekadar Pengikut

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 128
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Januari 2026| Lembaga kajian politik IndexPolitica menilai Indonesia perlu segera menghentikan kecenderungan menjadi “pengikut” dalam percaturan internasional. Sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 menegaskan Indonesia lahir sebagai pemimpin konsolidasi global negara-negara tertindas dan memiliki legitimasi historis untuk kembali memainkan peran tersebut di era geopolitik baru. Kritik terhadap Diplomasi Transaksional IndexPolitica melontarkan kritik terhadap […]

expand_less