Tegarnews.co.id — Kabupaten Bekasi, 2 Oktober 2026- Pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas di SMAN 1 Pebayuran, Kabupaten Bekasi, mendapat sorotan. Di tengah pekerjaan yang masih berlangsung, papan informasi kegiatan belum terlihat terpasang di lokasi proyek.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi publik dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan fasilitas pendidikan. Papan informasi pada kegiatan konstruksi menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengetahui informasi dasar proyek, seperti sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, serta jangka waktu pelaksanaan.

Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., meminta Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Menurut Ahmad, pengecekan diperlukan untuk memastikan pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas tersebut berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi administrasi maupun teknis pekerjaan.
“Papan informasi proyek merupakan bagian dari keterbukaan publik. Apabila memang belum terpasang, kami berharap pihak terkait segera melengkapinya agar masyarakat mengetahui informasi pekerjaan yang sedang dilaksanakan,” ujar Ahmad kepada awak media. Jum’at 2/10/2026
Ia menilai keterbukaan informasi penting dilakukan sejak pekerjaan berlangsung. Dengan adanya informasi proyek yang jelas, masyarakat dapat ikut mengetahui dan mengawasi pelaksanaan pembangunan fasilitas pendidikan.
Ahmad juga mendorong Disdik Wilayah III tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi melakukan kroscek langsung ke lapangan.
“Kami berharap Disdik Wilayah III dapat melakukan kroscek secara langsung sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Transparansi dan pengawasan sangat penting agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai aturan,” katanya.
Selain memastikan keberadaan papan informasi, Ahmad meminta pihak terkait memeriksa kesesuaian antara pelaksanaan pekerjaan di lapangan dengan dokumen dan ketentuan yang menjadi dasar kegiatan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana kegiatan maupun pihak SMAN 1 Pebayuran belum memberikan keterangan resmi mengenai belum terlihatnya papan informasi proyek di lokasi.
Masyarakat berharap rehabilitasi ruang kelas tersebut berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan menghasilkan fasilitas pendidikan yang layak serta berkualitas bagi para siswa.














