Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Warga Jaktim BAB Sembarangan, Pemkot Bangun 10 Titik Septi Tank

Warga Jaktim BAB Sembarangan, Pemkot Bangun 10 Titik Septi Tank

  • account_circle Muhamad Dekra
  • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
  • visibility 251
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id—Jakarta, 28 Juli 2025| Pemerintah Kota Jakarta Timur bakal membuat septi tank komunal di 10 titik berbeda agar tidak ada warganya yang buang air besar sembarangan (BABS).

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin menerangkan, 10 titik itu ada di Kelurahan Bidara Cina, Rawa Bunga, Kampung Rambutan, Pekayon, Pinang Ranti, Cipinang Melayu, Penggilingan, Kayu Manis, Cipinang dan Klender.

“Jadi ada sepuluh titik, dan totalnya itu dari sepuluh titik itu bisa mengentaskan 921 kakak, jiwanya itu 2.936 jiwa,” kata Munjirin di Bidara Cina, Jatinegara, Senin (28/7/2025).

Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah tindakan membuang kotoran manusia (tinja) di tempat terbuka seperti ladang, hutan, sungai, pantai, atau area terbuka lainnya.

Perilaku ini dapat berdampak buruk pada kesehatan dan lingkungan, termasuk penyebaran penyakit dan pencemaran lingkungan.

Menurut Munjirin, septic tank komunal ini nantinya akan menggunal model biogas dan pastinya dibantu oleh CSR.

Dia menegaskan, pembuatan septic tank komunal ini tidak semuanya dari CSR, tapi dari Pemkot Jaktim dan swadaya masyarakat.

Ada dari tiga, ada yang dari kita pemerintah, ada swasta, kemudian ada swadaya masyarakat,” ungkapnya.

Mantan Walkot Jaksel itu tak menampik jika di wilayahnya masih cukup tinggi masyarakat yang buang air besar sembarangan.

Pembangunan septic tank komunal di Bidara Cina sendiri akan memakan waktu selama satu bulan.

Kurang lebih, paling lama sebulan yang biogas ya. Kalau yang bukan biogas mungkin lebih cepat,” tegasnya.

Munjirin bakal membongkar setiap saluran WC yang ada di atas maupun memgakir ke kali agar tak ada lagi warga membuang limbah kotoran.

Dia berjanji akan selesaikan BABS secepar mungkin demi kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang bersih.

“Kami enggak termasuk mayoritas (BABS) tapi kita menganggap bahwa itu adalah penting dan harus kita selesaikan,

  • Author: Muhamad Dekra
  • Editor: Syarif Hidayatullah
  • Source: Rls/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Pengayom Menjadi Pengancam: Kisah Kelam Saya Bersama Polisi Arogan

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 441
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Sumatera Selatan, 5 Desember 2025|Saya, Fidiel Castro, seorang wartawan yang bertugas di Kabupaten Ogan Ilir dan berdomisili di Kelurahan Tanjung Raja, pernah mengalami sendiri tindakan arogan dari seorang polisi bernama Rahmat, yang saat itu menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Tanjung Raja. Apa yang saya alami bukan sekadar ketidakadilan, melainkan sebuah pengalaman penuh intimidasi yang hampir […]

  • Aminatus Sadiyah: Muslimah Tangguh Asal Papua, Ikhlas Mengajar Ngaji Tanpa Gaji dan Fasilitas

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 19
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Wamena, 22 Februari 2026| Di tengah bentang alam pegunungan yang megah dan udara sejuk Lembah Baliem, tersimpan kisah pengabdian yang menggetarkan hati. Seorang Muslimah tangguh asal Papua, Aminatus Sadiyah, menapaki jalan sunyi dakwah tanpa pamrih di pedalaman Lembah Baliem, Kabupaten Wamena. Tanpa gaji, tanpa fasilitas memadai, Sadiyah dengan ikhlas mengajar ibu-ibu dan anak-anak membaca Al-Qur’an […]

  • Kejagung Periksa 28 Saksi Termasuk Mantan Stafsus Nadiem Terkait Kasus Korupsi Chromebook Rp9,9 Triliun

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 132
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta| Kejaksaan Agung Republik Indonesia(Kejagung RI) dalam keterangan pers, menyatakan akan terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam pengadaan perangkat Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang berlangsung selama periode 2019 s/d 2022. Hingga akhir Mei 2025, sebanyak 28 orang saksi telah diperiksa oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Sebagaimana […]

  • Berikan Himbauan Kamtibmas & Bhabinkamtibmas Desa Lumpang Polsek Parung Panjang Polres Bogor Polda Jabar Melaksanakan Silaturahmi tukang Ojek

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 120
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Polres Bogor|Bhabinkamtibmas Desa Lumpang Polsek Parungpanjang Polres Bogor *Aipda Sandri Heri. N* melaksanakan kegiatan himbauan warga dengan bersilaturahmi kepada tukang ojek kp. Cilangkap RT 001/001 Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang Kab. Bogor Wilayah Hukum Polsek Parungpanjang Polres Bogor.Minggu (4/5/2025) Kapolres Bogor *AKBP RIO WAHYU ANGGORO, S.H., S.I.K., M.H* melalui Kapolsek Parungpanjang Polres Bogor *Kompol Dr. Suharto, […]

  • Kapolri Minta Maaf, Insiden Mobil Rantis Lindas Pengemudi Ojol Saat Kericuhan Demo

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Rld/M.Ifsudar
    • visibility 435
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 29 Agustus 2025| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf terbuka, atas tewasnya pengemudi ojek online yang terlindas mobil Barakuda Brimob saat kericuhan akibat demo di kawasan Pejompongan Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8). Pengemudi ojol berinisial Afan Kurniawan, tewas terlindas saat demo ricuh. Insiden ini memicu kemarahan rekan ojol dan desakan pertanggungjawaban “Saya […]

  • Kasus Proyek Irigasi Senilai Rp 97,8 Miliar di Mesuji Bandar Lampung, Hingga Kini Belum Jelas!

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Rls/Naryoto
    • visibility 414
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandar Lampung, 15 November 2025|Lebih dari satu tahun berlalu sejak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi Proyek Irigasi Bandar Anom, Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, senilai Rp 97,8 miliar. Namun hingga kini, publik belum juga ada titik terang, menduga bahwa Kasus ini sengaja di peti Es kan!. Pasalnya, perkara besar itu seolah […]

expand_less