Akmal Jayabaya Klarifikasi Dugaan Penyalahgunaan Dana Kadin Banten
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 0 minute ago
- visibility 1
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Banten, 14 Mei 2026 | Tata kelola keuangan di tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten tengah menjadi sorotan tajam. Hal ini menyusul beredarnya informasi terkait adanya dugaan manipulasi laporan keuangan yang berimbas pada belum terlunasinya dana perimbangan untuk pengurus Kadin di tingkat Kabupaten dan Kota.
Berdasarkan wawancara konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat pada Ketua Kadin Banten Akmal Jayabaya (14/5), pihak pengurus Kadin Provinsi Banten mengakui adanya kelalaian dalam proses verifikasi (cross-check) laporan kelembagaan.
“Menanggapi pemberitaan perihal dana perimbangan Kabupaten/Kota. Kami akui beberapa waktu lalu memang terjadi ada kelalaian kroscek dari kami ke Kadin Kabupaten dan Kota serta kami mempercayai laporan yg dilakukan oleh salah seorang oknum pengurus” terang Akmal Kamis 14 Mei 2026.
Lemahnya pengawasan internal tersebut diduga dimanfaatkan oleh salah seorang oknum pengurus untuk menyalahgunakan dana organisasi demi kepentingan pribadi.

Akmal Jayabaya, menyatakan bahwa oknum yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya dan saat ini telah memulai proses pengembalian dana yang terpakai. Pihak Kadin Provinsi juga menegaskan akan mengambil langkah hukum yang tegas apabila penyelesaian ganti rugi tersebut tidak dipenuhi dalam batas waktu yang telah disepakati.
“Jika dalam kurun waktu yang dia janjikan belum juga dipenuhi, terpaksa kami Kadin Banten akan melakukan upaya hukum,” tambah Akmal.
Mengenai sisa dana perimbangan kabupaten/kota yang tersendat, pihak Kadin Provinsi berjanji akan segera menalangi sisa kekurangan tersebut dalam waktu dekat guna menjaga stabilitas kerja organisasi di daerah.
“Sedangkan untuk Kabupaten Kota yang dana perimbangannya belum terlunasi, akan ditalangi oleh Kadin Banten secepat mungkin” jelas Akmal.
Sebagai informasi dana Kadin Banten yang disalahgunakan yang diduga untuk kepentingan pribadi oknum tersebut mencapai 750 jutaan dan telah berlangsung selama satu tahun.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment