Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Disdikbud Kuningan Jadi Peserta Terbesar di Carnaval Budaya 2025: Tegaskan Komitmen Pendidikan Berbasis Budaya

Disdikbud Kuningan Jadi Peserta Terbesar di Carnaval Budaya 2025: Tegaskan Komitmen Pendidikan Berbasis Budaya

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Kuningan, 6 Oktober 2025| Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan mencatat sejarah sebagai peserta terbanyak sekaligus dengan formasi terpanjang dalam Carnaval Budaya Kabupaten Kuningan 2025, yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kuningan ke-527. Hampir 3.000 peserta terlibat, menunjukkan kekompakan, solidaritas, dan semangat kolaboratif insan pendidikan dalam menguatkan karakter berbasis budaya.

Rombongan Disdikbud terdiri atas pejabat eselon III dan IV, subkoordinator, koordinator wilayah (korwil), penilik, pamong budaya, serta organisasi mitra pendidikan seperti Dewan Pendidikan, PGRI, MKKS SMP, K3S, IGTKI, dan HIMPAUDI. Seluruhnya bersatu membawa tema besar: “Pendidikan Ngarojong Budaya, Budaya Ngawujudkeun Karakter.”

Dalam karnaval ini, Disdikbud menampilkan berbagai program unggulan sebagai implementasi nyata pendidikan berkarakter di Kabupaten Kuningan, antara lain:

1. Gerbang Mudikku

Program ini mengedepankan keterlibatan langsung pimpinan daerah dalam dunia pendidikan melalui:

Pimda Nyawah (Pimpinan Daerah Menyapa Siswa di Sekolah): Bupati, Wakil Bupati, dan pejabat daerah turun ke sekolah untuk memberi motivasi serta menyerap aspirasi siswa dan tenaga pendidik.

Gerbang Berkah (Gerakan Membangun Kebersamaan yang Agamis di Sekolah): Menghidupkan nilai keagamaan dan spiritualitas dalam aktivitas belajar mengajar guna memperkuat moral dan etika siswa.

Mini Teater Edukatif (MTE): Media pembelajaran inovatif melalui pemutaran film edukatif yang memperkuat karakter, literasi, dan pendidikan nilai secara visual. Hingga September 2025, MTE telah dikunjungi 27.189 pelajar.

2. Sekolah Keren, Pendidikan Melesat

Inovasi berkelanjutan yang dijalankan secara masif, meliputi:

Rehabilitasi ruang kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Pagiku Cerahku: Gerakan sapa pagi antara guru dan siswa untuk membangun kebiasaan positif dan kedekatan emosional.

Rumah Guru: Ruang peningkatan kompetensi dan akhlak pendidik.

English Day: Pembiasaan berbahasa Inggris terjadwal guna menyiapkan siswa dalam kompetisi global.

Muatan Lokal Gunung Ciremai: Integrasi kearifan lokal ke dalam kurikulum sebagai upaya pelestarian budaya dan lingkungan.

Seluruh program tersebut dikemas melalui atraksi seni dan budaya, seperti tarian tradisional, busana adat, dan penampilan kreatif siswa dan guru, mencerminkan sinergi antara pendidikan dan pelestarian budaya lokal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., menyatakan:

> “Keterlibatan luar biasa Disdikbud Kuningan dalam karnaval budaya ini adalah refleksi semangat kolektif insan pendidikan. Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan yang kuat harus berpijak pada budaya lokal. Inilah wujud nyata pendidikan berkarakter.”

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pejabat struktural, tenaga pendidik, mitra organisasi, pimpinan daerah, kepala sekolah, guru, siswa, dan masyarakat Kuningan atas dukungan terhadap kemajuan Disdikbud.

Selain menampilkan program unggulan, Disdikbud turut mempublikasikan berbagai capaian prestasi, di antaranya:

Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Tertinggi se-Jawa Barat kategori kabupaten, dengan skor 81,18 (Tuntas Madya).

Pelayanan Publik Terbaik dalam 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Kuningan berdasarkan survei Jamparing Research.

Beragam penghargaan individu dan kelembagaan untuk Kepala Dinas, baik tingkat daerah maupun nasional, termasuk penghargaan dari BBPMP Jawa Barat, Bupati Kuningan, Gubernur Jawa Barat, dan BKN RI.

Partisipasi Disdikbud disambut antusias masyarakat. Sepanjang rute karnaval, tepuk tangan, sorakan, dan sambutan hangat menjadi bukti bahwa pendidikan dan budaya adalah dua pilar utama dalam membangun Kabupaten Kuningan yang berkarakter dan berdaya saing.[]

  • Penulis: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Sumber: SBI/PANJI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Play Button

    Kadis Kesehatan Kota Medan Dukung Kehadiran Asdamindo Dalam Komitmen Pengawasan Depot-depot Air Minum Isi Ulang

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 855
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Medan,10 Juli 2025|Pentingnya penerapan standar Higienitas yang ketat di depot Air Minum isi ulang guna menjamin kesehatan masyarakat dan upaya peningkatan manajemen Higiene Sanitasi bagi para pengusaha Depot Air Minum untuk memperhatikan kebersihan lingkungan operasionalnya, termasuk memastikan area Depot bebas dari sampah, tikus, kecoa dan faktor lain yang berpotensi dapat mencemari air. Aspek Higienitas yang […]

  • Socfindo Seumanyam Peduli Generasi Sehat: Salurkan PMT di Tiga Desa

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya, 15 September 2025| PT. Socfindo Seumanyam terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat sekitar perkebunan. Melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), perusahaan menyalurkan bantuan makanan bergizi untuk anak-anak di tiga desa, yakni Desa Simpang Deli Kilang, Simpang Deli Kampung, dan Panton Bayu. Program ini menjadi upaya nyata perusahaan dalam mencegah stunting dan mendukung […]

  • Terindikasi Lakukan Penyimpangan Anggaran dan Zolimi ASN, Bupati Azhari jadi Sorotan Nasional

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, 16 Januari 2026| Kasus dugaan penyimpangan anggaran dan tindakan sewenang-wenang terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali mencuat di Kabupaten Buton Tengah. Bupati H. Azhari menjadi sorotan setelah pada 8 Desember 2025 lalu menjatuhkan hukuman disiplin berat kepada tujuh pejabat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tiga pejabat dicopot dari jabatannya, sementara empat […]

  • PETI Marak di Serosah, LSM Gakorpan Minta Kapolda Riau Copot Kapolres Kuansing

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Kuansing, Riau, 5 Oktober 2025| Aktifitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuansing, Riau, bukan hal yang tabuh lagi. Pemberantasan aktifitas PETI yang dilakukan Polres Kuansing dan jajaran acapkali diketahui masyarakat baik secara langsung maupun dari media massa, (04/10). Tetapi bukan rahasia umum lagi, pemberantasan aktifitas PETI di Kab. Kuansing dilakukan di awal atau […]

  • Diduga Kriminalisasi Klien nya, Penyidik Polsek Darul Makmur Siap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri oleh PH Ridwanto

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya, 01 Nopember 2025 (GMOCT)| Penasehat hukum Ridwanto, yang merasa kliennya menjadi korban kriminalisasi, akan melaporkan penyidik Polsek Darul Makmur ke Biro Wasidik dan Propam Mabes Polri. Langkah ini diambil menyusul penetapan Ridwanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan, yang dinilai janggal dan penuh kejanggalan. Tri Agus Wantoro, SH, dari Kantor Hukum Adil Bangsa […]

  • Belawan Darurat Setelah Kapolres Ini Giliran Kapolsek  Kinerja Polda Di pertanyakan

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle Darmayanti
    • visibility 600
    • 0Komentar

      tegarnews co.id Medan-Belawan  ,Setelah Kapolres Oloan Siahaan Sekarang Kapolsek Belawan AKP Ponijo jadi korban tawuran antara dua kubu , warga di Belawan, Selasa (6/5/2025) malam. Perwira berpangkat balok tiga itu diserang saat melakukan pengamanan tawuran di sekitar Bandar Deli, Belawan. Aksi berutal tersebut mengunakan petasan Sajam dan batu saling lempar dan hantam dari kedua […]

expand_less