Breaking News
light_mode
Home » Hukum » Dugaan Penggelapan Dana PT KKI: Proses Hukum Lamban, Karyawan Menjerit!

Dugaan Penggelapan Dana PT KKI: Proses Hukum Lamban, Karyawan Menjerit!

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
  • visibility 117
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id–Bandung| Kasus dugaan penggelapan dana di PT Kulit Kayu Indonesia (PT KKI) yang ditangani Polrestabes Bandung menuai sorotan tajam. Lambatnya proses hukum menimbulkan ketidakpastian hukum dan dampak serius bagi puluhan karyawan yang mengalami keterlambatan pembayaran gaji. Informasi ini didapat GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) dari media online Matainvestigasi.com. Senin, (16/06/2025)

Audit independen mengungkapkan kerugian mencapai hampir Rp 5 miliar. Hingga kini, belum ada titik terang mengenai status para terlapor, memicu kecemasan dan keresahan.

“Sudah berbulan-bulan sejak laporan dibuat, namun belum ada perkembangan signifikan,” ungkap kuasa hukum pelapor. Salah satu karyawan PT KKI yang enggan disebutkan namanya menambahkan, “Gaji kami tertunda, kebutuhan keluarga kami terabaikan.”

Pihak manajemen dan kuasa hukum PT KKI turut prihatin atas lambannya proses penyidikan. Mereka khawatir dana hasil penggelapan telah dipindahkan atau dihabiskan. “Temuan audit menunjukkan kerugian signifikan, namun belum ada tindakan tegas untuk mengamankan aset atau menetapkan tersangka,” tegas kuasa hukum PT KKI. Mereka mendesak Polrestabes Bandung untuk segera mengambil langkah konkret.

Keterlambatan ini juga berdampak pada operasional perusahaan. Proyek strategis tertunda, dan karyawan menunggu kepastian hak-hak mereka. Johan Purba, S.H., kuasa hukum PT KKI, menyatakan lambatnya proses hukum telah menghambat pemenuhan kewajiban perusahaan terhadap karyawan, berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar dan mengancam kelangsungan perusahaan.

“Hukum dan keadilan harus tegak lurus, tanpa pandang bulu,” tegas kuasa hukum KKI. Ia berharap laporan mereka mendapat perhatian serius dan proses hukum berjalan transparan serta adil. “Kami yakin masih ada polisi yang bekerja profesional,” tutupnya. Pihak perusahaan, karyawan, dan publik berharap aparat penegak hukum segera mempercepat proses penyelidikan dan memberikan kepastian hukum.

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Pemalang Ungkap Fakta Sebenarnya Kasus Pembacokan Anak di Danasari: Korban Terlibat Tawuran

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 94
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pemalang, 6 Nopember 2025 (GMOCT)|Polres Pemalang telah meluruskan isu yang beredar terkait seorang anak yang sebelumnya dikabarkan menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal di Desa Danasari. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa anak tersebut mengalami luka akibat terlibat dalam aksi tawuran di jalan Pantura, Kecamatan Taman, (1/11). Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, menjelaskan bahwa […]

  • Mendesak Kejagung Segera Ambil Alih Kasus Dugaan Kejahatan Pertambangan PT Tristaco Mineral Makmur

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Rls/M.imron/M.Ifsudar
    • visibility 301
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 25 Oktober 2025| Puluhan aktivis yang tergabung dalam Konsorsium Pemerhati Pertambangan dan Investasi Sulawesi Tenggara (Konspirasi Sultra) menggelar aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (24/10). Dalam aksinya, para aktivis menyampaikan laporan resmi dan mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung RI) untuk mengambil alih penanganan kasus dugaan kejahatan pertambangan yang melibatkan PT. Tristaco Mineral Makmur […]

  • Kasus Malapraktik RSUD Cabangbungin, MDTK Bentuk Majelis Pemeriksa dan Panitera Persidangan

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 115
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi- Perjuangan korban dugaan malapraktik medis di salah satu rumah sakit ternama di Kabupaten Bekasi memasuki babak baru. Setelah laporan resmi dilayangkan oleh kuasa hukum korban, Muhammad Andrean, S.H., kepada Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) melalui Majelis Disiplin Profesi (MDP) MDTK, kini lembaga disiplin profesi tersebut bergerak cepat dan serius. Kamis. […]

  • Harga Beras Melonjak, Mendagri Minta Makan Sagu — PKN: Pemerintah Sedang Krisis Empati

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 229
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 29 Desember 2025| Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional Partai Kebangkitan Nasional (PKN), Denny Charter, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyarankan masyarakat beralih mengonsumsi sagu, jagung, atau sorgum di tengah melambungnya harga beras. Denny menilai narasi “kalau mahal, makan yang lain” bukan sekadar saran menu makanan, melainkan bentuk penyederhanaan […]

  • Diduga Ilegal Usaha Penyulingan Air Tanah Diwilayah Boponter Dipertanyakan

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 531
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Depok 23 Agustus 2025| Fenomena kasus dugaan eksploitasi air tanah secara ilegal yang baru-baru ini ramai di beritakan terjadi di Kota Depok, sepertinya kian menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya ditemukan enam titik pengeboran air tanah tanpa izin di wilayah Tapos, kini dugaan kasus serupa ditemukan diwilayah Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter). Salah satunya berdasarkan informasi […]

  • Dirkrimum Polda Banten Ungkap Penipuan Janji Lulus AKPOL Kerugian Rp1 Miliar

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 35
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Serang, 16 Januar 2026| Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten mengungkap kasus penipuan dan/atau penggelapan dengan modus menjanjikan kelulusan seleksi calon Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) Tahun 2025. Dalam kasus ini, seorang pria yang disebut sebagai tokoh masyarakat (Tomas) berinisial NR (54) alias Abah Jempol ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di Rutan Polda Banten. […]

expand_less