Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » GMOCT Berduka Atas Wafatnya Pejuang HAM Johnson Panjaitan

GMOCT Berduka Atas Wafatnya Pejuang HAM Johnson Panjaitan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
  • visibility 82
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 27 Oktober 2025|Gabungan Media Online & Cetak Ternama (GMOCT) menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Johnson Panjaitan, mantan Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), pada Minggu, 26 Oktober 2025. Informasi ini diterima GMOCT dari media online Jelajahperkara yang tergabung dalam jaringan GMOCT.

Kabar duka ini dikonfirmasi melalui akun resmi PBHI Nasional di Instagram. “@pbhi_nasional” menuliskan bahwa almarhum dikenal sebagai advokat yang teguh membela nilai-nilai hak asasi manusia dan keadilan sosial.

Johnson, yang akrab disapa Sotar, dikenang sebagai sosok yang berani, idealis, dan konsisten membela kaum tertindas. Ia terlibat dalam berbagai advokasi penting, termasuk kasus Timor Leste, peristiwa 27 Juli 1996, serta pendampingan korban pelanggaran HAM di berbagai daerah.

Lahir pada Juni 1966, Johnson merupakan salah satu pendiri PBHI bersama Hendardi, Rocky Gerung, Mulyana W. Kusumah, dan Luhut M.P. Pangaribuan. Sejak 1988, ia aktif di LBH Jakarta, membela masyarakat kecil dan memperjuangkan keadilan tanpa pamrih.

Dalam kiprahnya, Johnson juga pernah menjadi kuasa hukum sejumlah tokoh nasional seperti Hamprey Djemat, OC Kaligis, serta mendampingi keluarga Brigadir J bersama Kamaruddin Simanjuntak dalam kasus kematian yang melibatkan Ferdy Sambo.

PBHI mengenang Johnson sebagai pejuang kemanusiaan sejati, teladan keberanian, dan integritas dalam dunia hukum Indonesia.

Ucapan Belasungkawa dari Pimpinan GMOCT

Ketua Umum GMOCT, Agung Sulistio, menyatakan, “Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Johnson Panjaitan bukan hanya pejuang hukum, tetapi juga simbol keberanian melawan ketidakadilan. Semangat dan idealismenya harus menjadi inspirasi bagi para penegak hukum dan jurnalis.”

Sekretaris Jenderal GMOCT, Asep N. S., menambahkan, “Almarhum Johnson adalah figur langka—tegas, jujur, dan selalu berpihak pada korban. Kami di GMOCT turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Warisan perjuangannya akan selalu hidup di hati mereka yang memperjuangkan kebenaran.”

Ketua DPD Jawa Tengah GMOCT, M. Bakara, juga menyampaikan penghormatan, “Kami sangat kehilangan sosok Johnson Panjaitan. Beliau adalah pejuang sejati, tidak hanya dalam membela HAM tetapi juga dalam menegakkan martabat hukum. Semoga amal kebaikannya diterima Tuhan Yang Maha Kuasa dan perjuangannya menjadi teladan bagi kita semua.”

Selamat jalan, Johnson Panjaitan. Namamu abadi dalam sejarah perjuangan hukum dan kemanusiaan Indonesia.

#noviralnojustice

#ripjhonsonpanjaitan

Team/Red (Jelajahperkara/M Bakara)

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama.

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: GMOCT

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Faktor Yang Membuat Tingkat Kemacetan Di Kota Jakarta Menurun

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Syarif Hidayatullah / Muhamad Dekra
    • visibility 313
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta| Tingkat kemacetan Kota Jakarta menurun dan sekarang berada di posisi ke-5 kota termacet di Indonesia dalam Tomtom Traffic Index 2024. Pramono Anung, Gubernur Jakarta mengatakan ada sejumlah faktor yang membuat tingkat kemacetan Jakarta menurun. “Sekarang nomor satu Bandung, nomor dua Medan, nomor tiga Palembang, nomor empat Surabaya, lima Jakarta,” kata Pramono di Jakarta Pusat, […]

  • “Tambang Pasuruan Diduga Ilegal Beroperasi Terus, Dugaan Pembiaran Sistematis Muncul”

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 48
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pasuruan, 18 Januari 2026 (GMOCT)| Aktivitas tambang pasir yang diduga ilegal milik TV Batu Alam Bekas Jaya di Dusun Dukuh Wetan, Desa Sumberejo, Kabupaten Pasuruan, semakin menguat sebagai potret buram penegakan hukum serta sektor pertambangan. Meski telah berulang kali diseret media dan memicu reaksi publik secara nasional, tambang tersebut tetap beroperasi tanpa tindakan tegas, memunculkan […]

  • Anggota DPRD Gorontalo Fraksi PDIP, Wahyudin Moridu Resmi Dipecat

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 94
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Gorontalo, 23 September 2025| Usai  viral di media sosial yang memperlihatkan Wahyudin Moridu bersama seorang teman wanitanya saat berada di Bandara Djalaluddin Tantu, Gorontalo. Dalam rekaman itu, Wahyudin dengan lantang menyebut dirinya menggunakan uang negara untuk bepergian ke Makassar. “Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini kan. Kita […]

  • GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Ajakan Donasi Untuk “PUPUT ALEFIA PUTRI”

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 205
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 11 Januari 2026| Kami dengan penuh harap mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada Puput Alefia Putri, anak dari Bapak Asep Koswara, yang baru saja menjalani operasi tumor yang menempel pada tempurung kepala. Pemulihan setelah operasi membutuhkan biaya medis yang tidak sedikit, dan keluarga sedang menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Setiap bentuk kontribusi […]

  • Yudhie Haryono & Agus Rizal: Ekonomi Pancasila Bermula Dari Koperasi

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 435
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta| Dari mana mula ekonomi Indonesia? Dari Koperasi (dengan K besar). Apa lembaga utama keekonomian kita? Jawabannya jelas Koperasi (dengan K besar). Karena itu, menghidupkan koperasi dan membuatnya sebagai soko guru perekonomian nasional adalah keniscayaan, cita-cita bernegara, mandat konstitusi sekaligus antiteasa dari sistem keekonomian lainnya. Tanpa koperasi, republik ini tak layak disebut Negara Pancasila. Ya, […]

  • Maklumat Sesepuh Kerajaan Nusantara: Desakan Kembali ke UUD 1945 Asli

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 9
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Februari 2026| Delapan puluh tahun setelah Indonesia merdeka, berbagai kalangan menilai bahwa cita-cita luhur bangsa belum terwujud. Partai Daulat Kerajaan Nusantara (PDKN), wadah politik yang menghimpun raja, sultan, dan pemangku adat dari seluruh Nusantara, menyampaikan maklumat penting yang menyoroti kondisi bangsa. Mereka menilai bahwa pemerintahan saat ini menghadapi tantangan besar: supremasi hukum yang […]

expand_less