Gubernur Andra Soni Ungkap Kunci Sukses Produksi Padi Banten Naik 261 Ribu Ton
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Ming, 18 Jan 2026
- visibility 66
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Serang Banten, 19 Januari 2026| Ketahanan pangan Provinsi Banten kian menguat seiring meningkatnya produksi sektor pertanian sepanjang 2025.
Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, luas panen padi di Banten mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Andra, luas panen padi pada 2025 meningkat 16,76 persen, dari sekitar 299 ribu hektare menjadi 349.228 hektare. Kenaikan tersebut berdampak langsung pada peningkatan produksi padi yang kini mencapai 1,8 juta ton.
“Produksi padi kita naik sekitar 261 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan ketahanan pangan Banten semakin kuat,” kata Andra, Minggu 18 Januari 2026.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi tidak lepas dari kebijakan nasional yang berpihak kepada petani. Di antaranya penurunan harga pupuk, penetapan harga beli gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, serta perbaikan jaringan irigasi oleh pemerintah pusat dan daerah.
Andra menegaskan, di tengah tingginya minat investasi industri, Pemprov Banten tetap konsisten melindungi kawasan pertanian melalui kebijakan tata ruang dan perlindungan lahan sawah.
Bahkan, pemerintah daerah saat ini tengah mengupayakan pencetakan sawah baru guna menjaga keberlanjutan produksi pangan di masa mendatang.
“Dengan dukungan Forkopimda, insyaallah kita akan terus meningkatkan produksi padi di tahun 2026 dan menjaga ketahanan pangan Banten tetap berkelanjutan,” pungkasnya.
Sejalan dengan peningkatan produksi, Pemprov Banten juga memperkuat cadangan pangan daerah. Saat ini, Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Banten mencapai 412 ton, yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan, termasuk menjelang Ramadan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, M Nasir, memastikan stok tersebut dalam kondisi aman dan siap digunakan jika diperlukan berdasarkan hasil kajian wilayah rawan pangan.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment