Indonesia Dominasi Pasar Global, Ekspor Batu Bara Tembus 514 Juta Ton Sepanjang 2025
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Februari 2026| Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi ekspor batu bara Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai angka 514 juta ton. Pencapaian ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok energi global, menguasai pangsa pasar yang signifikan di tengah dinamika harga komoditas dunia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa total volume perdagangan batu bara dunia saat ini berada di kisaran 1,3 miliar ton. Dari jumlah tersebut, Indonesia berkontribusi menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan global.
“Realisasi ekspor kita di 2025 menyentuh 514 juta ton. Ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu eksportir terbesar di dunia, memegang peran vital dalam ketahanan energi negara-negara importir,” ujar Bahlil dalam konferensi pers evaluasi kinerja sektor ESDM di Jakarta, baru-baru ini.

Tingginya angka ekspor ini sejalan dengan lonjakan realisasi produksi batu bara nasional. Sepanjang 2025, produksi batu bara Indonesia tercatat mencapai 790 juta ton, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Selain untuk pasar ekspor, produksi tersebut juga dialokasikan untuk pemenuhan kewajiban pasar domestik (Domestic Market Obligation/DMO), terutama untuk menjaga keandalan pasokan listrik PT PLN (Persero) dan industri dalam negeri.
Permintaan batu bara Indonesia masih didominasi oleh pasar tradisional di kawasan Asia, seperti Tiongkok dan India, yang masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai tumpuan energi primer mereka. Kualitas batu bara Indonesia yang variatif, mulai dari kalori rendah hingga menengah, dinilai kompetitif dan sesuai dengan spesifikasi pembangkit di negara-negara tujuan tersebut.
Pemerintah mencatat, kinerja positif sektor minerba ini memberikan kontribusi signifikan terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Meski demikian, Kementerian ESDM menegaskan akan tetap mengawal keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dengan komitmen transisi energi jangka panjang menuju Net Zero Emission.[]
- Penulis: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Sumber: Hagia Sofia


Saat ini belum ada komentar