Jumlah Kemiskinan di Jakarta Meningkat, Begini Tanggapan Pramono Anung
- account_circle Syarif Hidayatullah
- calendar_month Jum, 25 Jul 2025
- visibility 73
- comment 0 komentar

Tegarnews.co.id–Jakarta, 25 Juli 2025| Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta pada Maret 2025 mencapai angka 464,87 ribu orang.
Naik sebanyak 15,8 ribu orang dibandingkan dengan bulan September 2024 yang mencapai 449,07 ribu orang.
Menanggapi hal itu, Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta akan mempelajari penyebab jumlah penduduk miskin di Jakarta meningkat periode Maret 2025 dari enam bulan lalu.
“Tentang kemiskinan yang disampaikan tadi, tentunya saya akan pelajari,” ungkap Pramono saat ditemui di kawasan di Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (25/7/2025).
Pramono memperkirakan peningkatan jumlah penduduk miskin di Jakarta bukan hanya disebabkan oleh penurunan kondisi ekonomi warga asli Jakarta, namun disebabkan juga oleh banyaknya pendatang dari berbagai daerah untuk mengadu nasib di Ibu Kota.
“Apakah itu betul kemiskinan karena semata-mata warga yang ada di Jakarta atau, memang sekarang persoalannya orang menaruh harapan yang tinggi untuk datang di Jakarta,” terang Pramono.
“Itu datang dari berbagai daerah. Maka orang yang mencari pekerjaan di Jakarta sekarang ini naik secara signifikan,” tambahnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta pada Maret 2025 sebanyak 464,87 ribu orang, naik sebanyak 15,8 ribu orang dibandingkan September 2024 yang mencapai 449,07 ribu orang.
“Jumlah penduduk miskin sebesar 464,87 ribu orang, naik 15,8 ribu orang untuk posisi di Maret 2025 terhadap September 2024 yang sebesar 449,07 ribu orang,” kata Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin, Jumat, 25 Juli.
Adapun angka kemiskinan di Jakarta pada Maret 2025 sebesar 4,28 persen, naik sebesar 0,14 persen dibandingkan September 2024 yang sebesar 4,14 persen.
Berdasarkan catatan BPS DKI, jika dibandingkan pada Maret 2024, angka kemiskinan pada Maret 2025 turun 0,02 persen yakni dari 4,3 persen menjadi 4,28 persen.
Meskipun begitu, angka kemiskinan di DKI Jakarta berada di urutan ketiga terendah secara nasional setelah Bali dan Kalimantan Selatan.
Sementara itu, angka kemiskinan secara nasional tercatat sebesar 8,47 persen, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 23,85 juta orang.
“Untuk angka kemiskinan perkotaan, dari 39 provinsi di Indonesia, sebanyak 21 provinsi mengalami peningkatan tingkat kemiskinan. dan kenaikan (kemiskinan) Jakarta 0,14 persen,” jelasnya.
- Penulis: Syarif Hidayatullah
- Editor: Redaksi
- Sumber: Rls/Red



Saat ini belum ada komentar