Breaking News
light_mode
Home » Kesehatan » AKPERSI Desak Transparansi Usai Kasus Kematian Pasien Ny. Mursiti.

AKPERSI Desak Transparansi Usai Kasus Kematian Pasien Ny. Mursiti.

  • account_circle HUSEN
  • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
  • visibility 253
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Karawang, 12 Oktober 2025— Kasus medis yang menimpa pasien Ny. Mursiti (62), warga Kampung Pamahan RT 001/001, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, di RS Hastien Karawang kini memasuki babak baru.

Meski pihak keluarga dan manajemen rumah sakit telah menandatangani surat pernyataan damai, desakan agar rumah sakit bersikap terbuka kepada publik disuarakan oleh Ketua DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ.

Dalam pernyataannya, Ahmad Syarifudin menilai bahwa meskipun sudah ada penyelesaian secara kekeluargaan, konferensi pers terbuka tetap diperlukan agar masyarakat memahami duduk perkara dengan jelas dan tidak timbul persepsi negatif terhadap pelayanan medis RS Hastien.

“Kami menghargai langkah damai antara keluarga pasien dan pihak RS Hastien Karawang. Namun publik tetap berhak tahu fakta sebenarnya. Rumah sakit tidak boleh menutup informasi, karena keterbukaan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan etik pelayanan publik,”

— tegas Ahmad Syarifudin, Minggu (12/10/2025).

Diketahui, Dalim Alfajar, anak dari almarhumah Ny. Mursiti, telah menandatangani surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa pihak keluarga telah menerima penjelasan medis secara lengkap dari pihak rumah sakit.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pasien didiagnosis Abses Perianal, Diabetes Melitus, dan Ulkus Vaskuler, sehingga tim medis melakukan tindakan operasi evakuasi abses pada area perianal dan perut.

“Kami sudah mendapat penjelasan yang memadai dari pihak rumah sakit, termasuk risiko dan tahapan operasi. Dokter menjelaskan bahwa tampon kassa dipasang untuk menyerap sisa cairan agar luka tidak ditutup penuh,”

— ujar Dalim Alfajar dalam pernyataan tertulisnya.

Meski pihak keluarga telah menyatakan tidak akan membawa kasus ini ke jalur hukum, AKPERSI Jawa Barat menegaskan bahwa prinsip transparansi informasi publik tetap harus dijalankan.

“Konferensi pers adalah langkah paling tepat agar semua pihak tahu duduk persoalan yang sebenarnya. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga medis dan menghindari kesalahpahaman di lapangan,”

— lanjut Ahmad Syarifudin.

Lebih jauh, Ahmad menegaskan bahwa AKPERSI Jawa Barat akan terus mengawal isu-isu pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan, agar setiap rumah sakit menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.

“Kami akan terus berdiri di sisi publik. Setiap lembaga pelayanan, termasuk rumah sakit, wajib menjunjung tinggi keterbukaan informasi. Jangan sampai penyelesaian damai dijadikan alasan untuk menutup akses publik terhadap kebenaran,”

— pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Hastien Karawang belum memberikan keterangan resmi maupun menggelar konferensi pers terkait perkembangan kasus medis Ny. Mursiti.

Publik kini menanti sikap manajemen rumah sakit dalam menanggapi desakan transparansi dari kalangan pers dan organisasi masyarakat sipil.

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Bogor Bersama Forkopimda Meriahkan Pawai Obor 1 Muharam di Stadion Pakansari

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 103
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam rangka memperingati malam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. turut serta dalam pawai obor bersama Forkopimda Kabupaten Bogor, yang dipusatkan di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, pada Kamis malam (26/6). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur, […]

  • Kapolsek Dramaga Berikan Materi Dalam Giat di MPLS SMP SMK YAFAHI Dramaga, Sampaikan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Serta Kenakalan Remaja

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 88
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 18 Juli 2025| Kapolsek Dramaga Polres Bogor Polda Jabar. Iptu Desi Triana, S.H M.H memberikan materi dalam giat MPLS SMP/SMK YAFAHI Kec Dramaga, sampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba serta kenakalan remaja/pelajar dan wajib di hindari, pada 17 Juli 2025 kemarin. “Bahaya penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja yang mana saat ini selalu marak terjadi, maka dari […]

  • Merasa Jadi Korban Penganiayaan, Mahasiswa di Jember Laporkan Seorang Pria ke Polisi

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 9
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jember, 15 Maret 2026 | Seorang mahasiswa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Korban mengaku mengalami pemukulan hingga merasakan sakit pada bagian wajah. Korban diketahui bernama Muhammad Adi Setiawan (22), warga Dusun Kidul, Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Laporan tersebut diterima oleh Polres […]

  • Peruri Tegaskan Uang Pecahan Rp 250 Ribu Edisi HUT RI ke-80 Hoaks

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle M.Ifsudar
    • visibility 318
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi] 20 Agustus 2025– Media sosial diramaikan unggahan gambar uang rupiah baru pecahan Rp 250.000 yang disebut-sebut sebagai edisi khusus HUT RI ke-80. Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menegaskan kabar tersebut tidak benar. Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menjelaskan bahwa hingga kini pecahan uang rupiah terbesar yang diterbitkan adalah […]

  • Ulama Kota Depok dan Jakarta Menolak Keras Deklarasi PWI-LS, Desak Pembatalan Acara di Soneta Record.

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle M Dekra / Syarif H
    • visibility 623
    • 0Comment

    Tegarnewes.co.id–Jakarta, 25 Juli 2025| Para ulama dan tokoh masyarakat Kota Depok yang tergabung dalam Gerakan Pembela Ulama & Habib Kota Depok menyatakan penolakan tegas terhadap rencana deklarasi organisasi PWI-LS yang dikenal sebagai ormas bentukan kelompok Imad bin Sarman, yang oleh sejumlah pihak disebut sebagai “begal nasab”. Koordinasi intens telah dilakukan bersama pihak Polres dan Pemerintah […]

  • Tanggapan Singkat dan Usulan Prof Jimly Asshiddqie Terkait Amandemen Ke-5 UUD 1945

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Red/Red
    • visibility 314
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 2 Desember 2025| Bahwa yang terjadi pada kurun waktu 1999-2002 terhadap konstitusi warisan para Pendiri Bangsa (UUD 1945 Naskah Asli), bukanlah sekadar amandemen atau penyempurnaan belaka, namun sesungguhnya merupakan bentuk PENGGANTIAN KONSTITUSI, dan hal ini diakui oleh Prof Maria Ulfah dan Prof Kaelan. Penelitian Prof Kaelan tentang konstitusi mengatakan bahwa 97% pasal-pasal di Batang […]

expand_less