Breaking News
light_mode
Home » Uncategorized » Mancanegara » Internasional » Politik » Kritik Wacana Pilkada via DPRD, Ketum PKN Anas Urbaningrum: Kebijakan Jangan Dipesan demi Justifikasi Politik

Kritik Wacana Pilkada via DPRD, Ketum PKN Anas Urbaningrum: Kebijakan Jangan Dipesan demi Justifikasi Politik

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
  • visibility 62
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 3 Januari 2026| Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, memberikan catatan kritis terhadap menguatnya wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) kepada DPRD. Sebagai figur yang membidani lahirnya era Pilkada langsung saat menjabat anggota KPU periode 2001-2005, Anas memperingatkan agar bangsa ini tidak terjebak pada pengambilan keputusan politik yang drastis tanpa basis evaluasi yang jernih.

​Anas menilai ada kecenderungan pola pikir yang terbalik dalam merespons kekurangan sistem demokrasi saat ini. Ia menekankan bahwa sebuah kebijakan besar tidak boleh lahir dari keinginan pragmatis yang dipaksakan di awal.

​”Sebaiknya dihindari model yang sebaliknya. Yakni, disimpulkan dulu, baru kemudian dicarikan justifikasinya. Jangan langsung pada kesimpulan dikembalikan ke DPRD,” ujar Anas dalam pernyataan tertulisnya.

*​Antara “Kuasa Amplop” dan Produktivitas Daerah*
​Mantan Ketua Umum PB HMI ini tidak memungkiri adanya sisi gelap dalam pelaksanaan Pilkada langsung selama dua dekade terakhir. Ia menyoroti fenomena “kuasa amplop” dan biaya politik padat modal yang menurutnya kian brutal, hampir serupa dengan dinamika Pemilu nasional Februari lalu.

​Meski demikian, Anas menegaskan bahwa kerusakan teknis dalam pemilihan tidak serta-merta menjadi alasan untuk menghapus hak suara rakyat. Bagi Anas, indikator keberhasilan sebuah sistem harus diukur dari dampak kesejahteraan di daerah.

​”Faktanya pilkada langsung ada plus dan minusnya. Dalam beberapa hal makin brutal dengan intervensi kuasa amplop. Hampir sama dengan pemilu nasional pada Februari silam. Namun, isu terpentingnya adalah produktivitas pemerintahan lokal. Apakah hasilnya membawa kemajuan daerah dan perbaikan hidup rakyat?” kata Anas.

*​Mendorong Uji Akademik Sebelum Ketok Palu*
​Anas mengusulkan agar pemerintah dan parlemen menempuh jalur metodologi yang sehat dalam merevisi undang-undang. Ia menolak jika opsi Pilkada via DPRD dijadikan kesimpulan prematur sebelum melewati tiga tahapan krusial: kajian akademik yang objektif, konsultasi publik yang luas, dan barulah masuk ke proses politik di parlemen.

​Ia mengingatkan secara historis bahwa Pilkada langsung lahir sebagai koreksi atas cacat bawaan sistem pemilihan di DPRD pada masa lalu. Jika ingin mengubahnya kembali, maka alasannya haruslah demi efektivitas demokrasi, bukan sekadar pelarian politik.

​”Usulan pilkada lewat DPRD adalah salah satu pilihan. Namun, pilihan demokratik bukan satu-satunya pilihan. Musti dikaji dan diuji lewat perdebatan akademik dan publik yang sehat,” tambahnya.

*​Ajakan Debat Publik yang Sehat*

​Menutup pernyataannya, Anas menegaskan bahwa PKN terbuka terhadap berbagai opsi perbaikan sistem demokrasi, termasuk pemilihan via DPRD, asalkan hal itu merupakan hasil dari rekomendasi data yang objektif, bukan keputusan yang “dipesan” sejak awal.

​Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari akademisi hingga aktivis, untuk membuka ruang diskusi yang seluas-luasnya guna membedah masa depan demokrasi lokal di Indonesia.

​”Ayo, mulai kaji dan evaluasi. Mari buka debat publik yang sehat. Libatkan sebanyak mungkin pikiran dan gagasan terbaik negeri ini,” pungkas Anas.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumpah Pemuda Yang ke 97, Camat Dramaga Ingin Pemuda Lebih Beperan Serta

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Asep
    • visibility 137
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor 28 Oktober 2025| Upacara memperingati hari Sumpah Pemuda ke-97 yang digelar di halaman depan Kantor Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, berlangsung khidmad, Selasa 28 Oktober 2025. Acara dihadiri MUI, Muspika, para pelajar, kepala UPT, perwakilan dari Desa se-Kecamatan Dramaga, dan seluruh organisasi kepemudaan di wilayah Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Jawa Barat. “Alhamdulillah upacara memperingati hari […]

  • Dugaan Korupsi Rp 2,4 Miliar di Dinas Pendidikan Kuningan, Jawa Barat: Ketum GMOCT Laporkan ke Mabes Polri

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 394
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, Jawa Barat 18 Juli 2025| Aroma dugaan korupsi kembali mengemuka di Kabupaten Kuningan. Ketua Umum Gerakan Masyarakat Observasi dan Transparansi Pemerintahan (GMOCT) telah melaporkan dugaan penyelewengan dana senilai Rp 2,4 miliar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan ke Mabes Polri. Laporan tersebut telah ditindaklanjuti dan diteruskan ke Polda Jawa Barat untuk penyelidikan […]

  • Kapolda Jabar Pertimbangkan Masa Depan, Mahasiswa Aksi Anarkis Tak.Dikenakan Tindakan Hukum

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 80
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung 5 September 2025| Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menegaskan bahwa pelepasan para mahasiswa yang terlibat dalam unjuk rasa anarkis merupakan kebijakan langsung dari Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan. Keputusan ini, menurutnya, diambil setelah mempertimbangkan secara mendalam berbagai aspek, baik dari sudut pandang hukum […]

  • Terkenang Omongan Kwik Kian Gie, Indonesia Sengaja Dibuat Terpuruk Dan Tidak Maju Oleh OLIGARK!

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 401
    • 0Comment

    Tegarnews.co.od-Jakarta, 2 Agustus 2025| Indonesia “MERDEKA” dan lepas dari cengkraman,Tangan ‘OLIGARKI’. Apabila Presiden Prabowo bisa menata ulang Strategi Manajemen penanggulangan masalah korupsi yang semakin tambah “KACO BALO! Kasus di Kejaksaan dapat Abolisi. Kasus di KPK dapat Amnesti. KPK dan Kejaksaan telah menjadi dua Gerhana Matahari Kembar. Bahwa sesungguhnya Pemerintah tidak PAHAM korupsi maka korupsi tidak […]

  • Jaga Situasi Tetap Kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Kalong II Gencarkan Sambang Dan Imbauan Kamtibmas

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 111
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Leuwisadeng,Bogor| Dalam rangka mendukung program cooling system guna menjaga stabilitas keamanan, Bhabinkamtibmas Desa Kalong II Polsek Leuwiliang Bripka Deki Kosasih melaksanakan kegiatan sambang warga, Rabu (28/05/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Leuwiliang yang meliputi Kecamatan Leuwiliang dan Leuwisadeng. Bripka Deki menyambangi sejumlah warga di Desa […]

  • Bhabinkamtibmas Desa Jogjogan Polsek Cisarua Sambangi Warga Binaan, Ajak Bersama Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 120
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor, 28 Juli 2025| Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Jogjogan, Polsek Cisarua, Polres Bogor, Aiptu M. Yusuf, melaksanakan kegiatan sambang dan dialogis bersama warga binaannya. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah RT 01 RW 03, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Minggu (27/07/2025). Kegiatan sambang ini merupakan […]

expand_less