Breaking News
light_mode
Home » Opini » Lahir Sungsang, Purbaya Ubah Orang Yang Menolak Jadi Berharap

Lahir Sungsang, Purbaya Ubah Orang Yang Menolak Jadi Berharap

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
  • visibility 86
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 25 Oktober 2025| Akhirnya kita punya tokoh populer dan pintar. Bukan gubernur, bupati, atau wali kota, melainkan seorang menteri. Menteri bukan sembarangan menteri pula, melainkan Menteri Keuangan. Yakni Purbaya Yudhi Sadewa.

Menteri yang berkutat dengan uang masuk dan uang keluar. Hampir 4 ribu triliun APBN 2026 ada di kantongnya; bagaimana caranya membelanjakan agar sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Sekitar 20 tahun sosok Menkeu kita kalem, tiba-tiba saja berubah menjadi ceplas-ceplos dan bicara apa adanya. Fokus pada angka-angka bukan perasaan, dan disampaikan dengan gaya bercanda pula.

Angka-angka memang tak bisa bohong. Yang sering bohong adalah kata-kata. Kalau kata-kata bisa melukai hati, maka angka-angka bisa saja melukai semuanya.

Menkeu Purbaya enteng saja membela Jokowi di hadapan Rocky Gerung, orang yang paling kritis terhadap Jokowi di masanya. Bahwa Jokowi bukan tak ada kerja. Ada kerjanya dan itu dibuktikannya dengan angka-angka.

Tapi pada saat yang bersamaan, angka-angka pula yang membuat Menkeu Purbaya enteng saja mengatakan bahwa era SBY jauh lebih baik daripada era Jokowi. SBY tidur saja ekonomi tumbuh 6%, Jokowi sudah bikin tagline kerja kerja kerja, ekonomi tumbuh cuma 5%. Ia diprotes keras para pendukung Jokowi.

Seumur-umur, baru kali ini pula Menteri Keuangan diprotes pada saat baru dilantik dan diprotes pula pada saat sedang bekerja.

Tak hanya diprotes para demonstran di jalanan agar segera dicopot, tapi juga diprotes kepala-kepala daerah di kantornya. Diprotes para demonstran kali ini karena kata-kata, bukan angka-angka.

Dengan wajah datar Menkeu Purbaya enteng saja mengatakan bahwa penuntut 17+8 yang heroik itu hanya bagian kecil saja dari masyarakat kita. Nanti, kalau ekonomi sudah tumbuh, orang tak ada lagi yang protes. Mereka sibuk bekerja dan makan enak. Kata-kata itu makin membuat demonstran terbakar.

Diprotes kepala-kepala daerah Menkeu Purbaya juga santai. Karpet merah dibentangkan. Semua dijawab dengan enteng. Bila nanti ekonomi membaik, maka otomatis uang akan mengalir juga ke daerah. Tak ada maksud mempersulit, apalagi mempersulit orang daerah. Masuk ke pemerintahan dengan niat baik. Mempermudah bukan mempersulit.

Uang Pemda yang mengendap di Bank Central juga diungkapnya. Jumlahnya ratusan triliun rupiah pula. Daerah ingin maju, tapi uangnya diendapkan, tak dibelanjakan, hanya berharap bunga berbunga saja. Berarti, ada daerah yang sebetulnya tak sulit, tapi aslinya pemalas. Tak mau berbuat tapi dapat uang. Pencari rente.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa lahir dalam kondisi sungsang. Kakinya yang lebih dulu keluar. Menyipak terhadap Republik yang sedang hamil tua.

Ia lahir saat demo yang berakhir rusuh baru saja selesai. Ia sendiri tak sadar, tapi cepat berbenah. Sejarah krisis Republik ini dihafalnya dengan cukup baik. Bukan ia tak berempati terhadap kondisi, melainkan ia terlalu mengerti dengan apa yang sedang terjadi.

Ia seperti terpaksa meminta maaf untuk meredakan situasi, tapi cepat berlari. Ratusan triliun cepat dilemparkannya ke Bank-bank Himbara. Ekonomi harus cepat lepas dari cekikan yang sengaja atau tidak, dibuat sendiri.

Hanya butuh waktu sebulan bagi Menkeu Purbaya untuk mengubah orang yang tadinya menolaknya, kini justru berharap banyak kepada dirinya. Menkeu yang lama, yang begitu melankolis saat digantikan, seolah tak akan pernah tergantikan, kini nyaris tak disebut lagi.

Cukup dengan menempatkan Purbaya sebagai Menkeu, rasa-rasanya semua pejabat yang sudah ditunjuk Presiden Prabowo menjadi sangat tepat. Tak ada pejabat lain yang baru dilantik, yang terus disebut-sebut, kecuali Menkeu Purbaya.

Bahkan Kepala Daerah seperti Dedi Mulyadi kalah populer. Dedi Mulyadi terkejut dana Pemda Jabar ternyata juga mengendap di Bank. Ia cepat mencari tahu dan mengklarifikasi. Menkeu rasa kepala daerah karena ikut-ikutan sidak, itulah Purbaya.

Menkeu Purbaya bukanlah seorang politisi, tapi seorang teknokrat-ekonom. Ia mengaku pernah bekerja di bawah Luhut Binsar Panjaitan, di bawah Jokowi, di bawah SBY, di bawah Hatta Rajasa. Tapi terlihat sekali bahwa ia bukanlah orang dari bosnya itu dalam pengertian yang politis.

Ia hanya patuh Presiden Prabowo. Ia diangkat dan sewaktu-waktu bisa diberhentikan Presiden. Kelihaiannya tidak saja datang dari dalam dirinya, tapi juga datang dari dukungan Presiden.

Bisakah nanti Prabowo merasa tersaingi oleh popularitas Purbaya? Dan apakah Purbaya akan menjadi orang seperti Anies Baswedan atau jadi sosok yang berbeda. Entahlah. Lihat saja nanti.

Memang, tak sekali dua kali Wakil Presiden kita adalah seorang ekonom. Bung Hatta pun adalah seorang ekonom. Dan seorang ekonom bila duduk sebagai Wapres, terlihat klop dan bersenyawa.

Kalau seorang Presiden penginjak gas, maka Wapres yang seorang ekonom adalah penginjak rem. Itulah yang terlihat pada sosok Bung Hatta, JK, dan Boediono. JK malah menjadi Wapres pada dua Presiden, yakni SBY dan Jokowi.

Apakah Menkeu Purbaya akan mau atau diambil Prabowo sebagai Wapres? Sebelum dijawab pun, orang pasti banyak yang mengatakan sangat cocok ketimbang Gibran.

Gibran entah apa yang diinjaknya sehingga tingkat kepuasan terhadap dirinya bisa tembus angka 70% berdasarkan survei terbaru? Itulah politik. Arus di atas dan di bawah kadang tidak sama.[]

Oleh: Erizal

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Erizal

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Brigjen Pol (Purn) Siswadi Selenggarakan Acara 57 Idol

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 71
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 24 Agustus 2025| Brigadier Jenderal Polisi (Purn) Siswadi bersama komunitas Angkatan 80 menyelenggarakan acara Lima Tujuh Idol, bertempat di Kompleks Harmoni Plaza, Jakarta Pusat, Sabtu (26 Agustus 2025). Acara ini dihadiri sejumlah artis top nasional, antara lain Doyok, Roy Marten dan Tessy. Acara ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI tahun 2025. […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Parung Gencarkan Anjangsana, Cegah Tawuran dan Gangster Di Lingkungan Warga

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 190
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Bhabinkamtibmas Polsek Parung Polres Bogor Polda Jabar, Aipda Asep M., melaksanakan kegiatan sambang dan anjangsana ke wilayah desa binaannya sebagai upaya menjalin kedekatan emosional dengan warga serta mencegah potensi gangguan kamtibmas. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Senin (14/07/2025). Kegiatan sambang tersebut dilakukan dengan bersilaturahmi langsung ke aparatur pemerintahan desa […]

  • Purbaya Ungkap Kesalahan KDM, Pastikan Akan Segera Diperiksa BPK

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 185
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 26 Oktober 2025| Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pastikan nasib Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menkeu Purbaya pun lantas membongkar kesalahan KDM sapaan akrab Dedi Mulyadi dalam mengelola keuangan negara. Pernyataan Menkeu Purbaya ini buntut dari pemaparan data bank sentral soal uang mengendap di bank per September […]

  • Kantor Pertanahan Kota Medan Laksanakan Pelayanan Akhir Pekan

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 42
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 14 Februari 2026| Kantor Pertanahan Kota Medan menghadirkan inovasi berupa pelayanan pertanahan pada akhir pekan yang diperuntukkan khusus bagi pemohon langsung atau masyarakat yang datang secara pribadi tanpa perantara. Program ini dilaksanakan oleh jajaran Kantor Pertanahan Kota Medan sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas layanan publik di bidang pertanahan. Pelayanan akhir pekan tersebut dilaksanakan setiap […]

  • Gugur Saat Menjalankan Tugas, Bripka Cecep Diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 82
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jawa Barat,20 Juli 2025| Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa Anumerta kepada Alm. Bripka Cecep Saeful Bahri. Dari kenaikan pangkat ini, ia memperoleh gelar Aipda Anumerta. Kenaikan pangkat itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor : Kep/1085/VII/2025 tertanggal 18 Juli 2025. Kenaikan pangkat anumerta ini merupakan bentuk penghormatan serta apresiasi […]

  • Gaji dan Tunjangan DPRD Kota Bekasi Capai 70 Miliar Jadi Soratan Publik “Tri Adhianto Kebagian Insentif Pajak 1 Miliar!

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Rps/M.Ifsudar
    • visibility 267
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bekasi, 6 September 2025| Peraturan Wali Kota (Perwal) Bekasi Nomor 58 Tahun 2024 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2025 mengungkap besaran gaji dan tunjangan pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi. Sabtu (6/09/25). Angka-angka fantastis pun tersaji, mulai dari miliaran rupiah untuk insentif wali kota hingga puluhan miliar untuk tunjangan anggota DPRD. Dalam Pasal 35, belanja gaji […]

expand_less