Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Tokoh » Mengenal Gede Pasek Suardika, Pendiri Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)

Mengenal Gede Pasek Suardika, Pendiri Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
  • visibility 225
  • comment 0 comment

Tegarnews.co-Jakarta, 11 Januari 2026| Dalam panggung politik nasional, nama Gede Pasek Suardika (GPS) bukanlah sosok baru. Pria kelahiran Singaraja, Bali, 21 Juli 1969 ini dikenal sebagai petarung politik yang memiliki rekam jejak panjang, mulai dari ruang sidang sebagai advokat, gedung parlemen di Senayan, hingga kini menjadi motor penggerak Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

​Perjalanan kariernya adalah refleksi dari kegigihan seorang putra daerah yang mampu membaca arah angin politik nasional dengan jeli.

*​Jejak Awal: Antara Jurnalisme dan Hukum*

​Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Pasek membangun fondasi intelektualnya di bidang hukum. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini sempat mencicipi dunia jurnalistik, sebuah profesi yang mengasah kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun narasi publik.

​Kombinasi antara ketajaman hukum dan kelihaian berkomunikasi menjadikannya sosok yang menonjol saat memulai karier di Bali. Ia tercatat pernah menjabat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, di mana ia mulai memahami seluk-beluk sistem elektoral Indonesia secara mendalam.

*​Era Emas di Demokrat dan Senayan*

​Nama Pasek Suardika melambung tinggi saat ia bergabung dengan Partai Demokrat. Di bawah bendera partai berlambang bintang mercy tersebut, ia berhasil melenggang ke DPR RI periode 2009-2014.

• ​Ketua Komisi III: Di Senayan, Pasek dipercaya memimpin Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan. Ini adalah posisi strategis yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pakar hukum politik di Indonesia.

• ​Senator Bali: Setelah masa jabatannya di DPR selesai, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mewakili Provinsi Bali (2014-2019). Di sini. Ia dikenal vokal menyuarakan aspirasi masyarakat Bali di tingkat pusat.

*​Loyalitas dan Perjalanan ke Hanura*

​Dinamika politik membawa Pasek keluar dari Demokrat. Dikenal karena loyalitasnya yang tinggi terhadap sahabat dan prinsipnya, ia kemudian berlabuh ke Partai Hanura. Di partai ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, mendampingi Oesman Sapta Odang (OSO). Perannya sangat sentral dalam mengonsolidasi organisasi partai di seluruh Indonesia.

*​Babak Baru: Membangun Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)*

​Puncak dari kematangan politik Pasek Suardika terjadi ketika ia memutuskan untuk mendirikan dan memimpin Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) pada tahun 2021.
​Keputusannya meninggalkan posisi nyaman di partai besar untuk membangun partai baru dari nol dipandang sebagai langkah berani. PKN bukan sekadar partai politik biasa bagi Pasek; ini adalah wadah untuk membangkitkan kembali semangat kejayaan nusantara.

​”PKN adalah panggilan sejarah untuk mengembalikan kejayaan nilai-nilai nusantara ke dalam politik modern kita,” ujar Pasek dalam sebuah kesempatan.

​Di bawah kepemimpinannya sebagai Ketua Umum pertama (sebelum kemudian menyerahkan tongkat estafet kepada Anas Urbaningrum dan ia sendiri menjabat sebagai Ketua Majelis Agung), PKN mencatat sejarah sebagai partai baru yang berhasil lolos verifikasi faktual KPU dan menjadi peserta Pemilu 2024.​Strategi dan Masa Depan
​Kini, di PKN, Gede Pasek Suardika memposisikan diri sebagai “arsitek” di balik layar. Ia fokus pada:

• ​Penguatan Ideologi: Menanamkan nilai-nilai gotong royong dan kebangkitan daerah. ​Kaderisasi: Menarik minat anak muda dan tokoh daerah untuk aktif berpolitik.

• ​Rekonsiliasi Politik: Memberikan ruang bagi tokoh-tokoh yang terpinggirkan untuk kembali berkontribusi bagi bangsa.

​Gede Pasek Suardika telah membuktikan bahwa politik bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang bagaimana menjaga gagasan tetap hidup meski harus berpindah rumah. Dari Singaraja untuk Indonesia, Pasek terus menuliskan bab-bab baru dalam buku sejarah politik nasional.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cantika Hampir Gagal Kuliah di UI, Kisahnya Menyentuh Hati Alumni dan Yayasan Sosial

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Editorial
    • visibility 158
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, Sabtu 10 Mai 2025| Harapan Cantika Ambar Wulandari, siswi SMAN 68 Jakarta, untuk kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia nyaris kandas karena kesulitan biaya. Meski berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), keterbatasan ekonomi membuatnya hampir tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Cantika, atau Wulan bagi teman-temannya, adalah anak yatim. Ayahnya […]

  • Heboh! Preman Diduga Aniaya Anak Di Depan Umum Di Ciawi, Kuningan

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 90
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, Jawa Barat 10 Juli 2025| GMOCT-Kehebohan melanda masyarakat Ciawi, Kuningan, menyusul beredarnya video penganiayaan anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh seorang preman kampung. Peristiwa yang terjadi Kamis (3/7) sekitar pukul 11.00 WIB ini menjadi perbincangan hangat dan memicu kemarahan publik. Informasi ini didapat dari media online KabarSBI yang tergabung dalam GMOCT (Gabungan […]

  • Konflik Internal Yayasan Pembudi Darma: Ketua Pembina Dilaporkan, Agung Sulistio Tegaskan Penegakan Hukum Harus Profesional

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 533
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Cilacap, 30 November 2025| Konflik internal di tubuh Yayasan Pembudi Darma Cilacap memasuki fase serius setelah Ketua Pembina Yayasan dilaporkan ke pihak kepolisian oleh mantan Ketua Yayasan periode 2012–2017, R. Bambang Sukmono, M.Pd., atas dugaan pemalsuan dokumen. Menanggapi situasi tersebut, ketua umum gabungan media online cetak ternama (GMOCT), Agung Sulistio, menekankan bahwa proses penegakan hukum […]

  • HUT Bhayangkara ke-79: Rakyat Kuningan Menunggu Taring APH Menggigit Kasus Dugaan Korupsi

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 100
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, Jawa Barat, 2 Juli 2025| (GMOCT)-Meriahnya perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berbanding terbalik dengan keresahan masyarakat yang menanti tindakan nyata aparat penegak hukum (APH) terkait dugaan penyelewengan dana publik yang nilainya fantastis. Pidato-pidato tentang pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang menggema selama perayaan tersebut kini dipertanyakan implementasinya […]

  • PWI Dinilai Mencoreng Nama Baik Walisongo, FPI Angkat Bicara!

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle M Dekra / Syarif H
    • visibility 462
    • 0Comment

    Tegarnewes.co.id—Jakarta, 24 Juli 2025| Organisasi PWI (Perjuangan Walisongo Indonesia) telah mencoreng nama baik Walisongo. Mereka mengatasnamakan Walisongo Radhiyallahu ‘anhum namun melakukan kegiatan yang sangat bertolak belakang dengan apa yang para Walisongo ajarkan dalam Islam, diantaranya; Walisongo memasukkan orang ke dalam Islam, PWI malah memusuhi sesama orang Islam. Walisongo merangkul berbagai golongan, PWI malah memukul yang […]

  • GMOCT Apresiasi Hotman Paris Hutapea Turun Gunung Bantu ABK Fandi Ramadhan yang Dituntut Mati, Minta Perhatian Presiden dan Jaksa Agung

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 34
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 21 Februari 2026| Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kini turun tangan memberikan bantuan hukum kepada keluarga Fandi Ramadhan, seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Medan yang menghadapi tuntutan hukuman mati dalam kasus dugaan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat hampir 2 ton di perairan Batam. Latar Belakang Kasus Fandi terjerat kasus tersebut setelah kapal “Sea […]

expand_less