Mengenal Gede Pasek Suardika, Pendiri Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Sab, 10 Jan 2026
- visibility 80
- comment 0 komentar

Foto: Gede Pasek Suardika Saat Memimpin Rapat di Partai Kebangkitan Nusantara
Tegarnews.co-Jakarta, 11 Januari 2026| Dalam panggung politik nasional, nama Gede Pasek Suardika (GPS) bukanlah sosok baru. Pria kelahiran Singaraja, Bali, 21 Juli 1969 ini dikenal sebagai petarung politik yang memiliki rekam jejak panjang, mulai dari ruang sidang sebagai advokat, gedung parlemen di Senayan, hingga kini menjadi motor penggerak Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
Perjalanan kariernya adalah refleksi dari kegigihan seorang putra daerah yang mampu membaca arah angin politik nasional dengan jeli.
*Jejak Awal: Antara Jurnalisme dan Hukum*
Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Pasek membangun fondasi intelektualnya di bidang hukum. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini sempat mencicipi dunia jurnalistik, sebuah profesi yang mengasah kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun narasi publik.
Kombinasi antara ketajaman hukum dan kelihaian berkomunikasi menjadikannya sosok yang menonjol saat memulai karier di Bali. Ia tercatat pernah menjabat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, di mana ia mulai memahami seluk-beluk sistem elektoral Indonesia secara mendalam.
*Era Emas di Demokrat dan Senayan*
Nama Pasek Suardika melambung tinggi saat ia bergabung dengan Partai Demokrat. Di bawah bendera partai berlambang bintang mercy tersebut, ia berhasil melenggang ke DPR RI periode 2009-2014.
• Ketua Komisi III: Di Senayan, Pasek dipercaya memimpin Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan. Ini adalah posisi strategis yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pakar hukum politik di Indonesia.
• Senator Bali: Setelah masa jabatannya di DPR selesai, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mewakili Provinsi Bali (2014-2019). Di sini. Ia dikenal vokal menyuarakan aspirasi masyarakat Bali di tingkat pusat.
*Loyalitas dan Perjalanan ke Hanura*
Dinamika politik membawa Pasek keluar dari Demokrat. Dikenal karena loyalitasnya yang tinggi terhadap sahabat dan prinsipnya, ia kemudian berlabuh ke Partai Hanura. Di partai ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, mendampingi Oesman Sapta Odang (OSO). Perannya sangat sentral dalam mengonsolidasi organisasi partai di seluruh Indonesia.
*Babak Baru: Membangun Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)*
Puncak dari kematangan politik Pasek Suardika terjadi ketika ia memutuskan untuk mendirikan dan memimpin Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) pada tahun 2021.
Keputusannya meninggalkan posisi nyaman di partai besar untuk membangun partai baru dari nol dipandang sebagai langkah berani. PKN bukan sekadar partai politik biasa bagi Pasek; ini adalah wadah untuk membangkitkan kembali semangat kejayaan nusantara.
”PKN adalah panggilan sejarah untuk mengembalikan kejayaan nilai-nilai nusantara ke dalam politik modern kita,” ujar Pasek dalam sebuah kesempatan.
Di bawah kepemimpinannya sebagai Ketua Umum pertama (sebelum kemudian menyerahkan tongkat estafet kepada Anas Urbaningrum dan ia sendiri menjabat sebagai Ketua Majelis Agung), PKN mencatat sejarah sebagai partai baru yang berhasil lolos verifikasi faktual KPU dan menjadi peserta Pemilu 2024.Strategi dan Masa Depan
Kini, di PKN, Gede Pasek Suardika memposisikan diri sebagai “arsitek” di balik layar. Ia fokus pada:
• Penguatan Ideologi: Menanamkan nilai-nilai gotong royong dan kebangkitan daerah. Kaderisasi: Menarik minat anak muda dan tokoh daerah untuk aktif berpolitik.
• Rekonsiliasi Politik: Memberikan ruang bagi tokoh-tokoh yang terpinggirkan untuk kembali berkontribusi bagi bangsa.
Gede Pasek Suardika telah membuktikan bahwa politik bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang bagaimana menjaga gagasan tetap hidup meski harus berpindah rumah. Dari Singaraja untuk Indonesia, Pasek terus menuliskan bab-bab baru dalam buku sejarah politik nasional.[]
- Penulis: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Sumber: Tim/Red


Saat ini belum ada komentar