Operasi Gigi Berujung Luka Serius Dan Patah Tulang, Tim Kuasa Hukum Duga Ada Malpraktik Berat di RS. Hermina Grand Wisata Kabupaten Bekasi
- account_circle M.Ifsudar / Irvan
- calendar_month Sel, 13 Jan 2026
- visibility 52
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Bekasi, 13 Januari 2026| Sebuah tindakan medis yang seharusnya bersifat rutin berubah menjadi tragedi bagi seorang pasien bernama Lilis Sumarnah yang menjalani operasi cabut gigi pada 23 Desember 2025 lalu. Ia mengaku mengalami sejumlah cedera pasca operasi. Dia juga mengeluhkan adanya kebocoran di bagian kepala, lebam pada mata, hingga patah tulang klavikula (selangka).
Yang awalnya menjalani operasi cabut gigi di RS Hermina Grand Wisata Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi . Justru mengalami luka-luka mengerikan di bagian tubuh yang tidak berhubungan dengan tindakan medis tersebut, termasuk patah tulang dan luka di kepala.
Kronologi Kejadian:
Pasien masuk ke ruang operasi untuk menjalani prosedur operasi cabut gigi. Namun, pasca operasi cabut gigi, pihak keluarga dikejutkan dengan kondisi fisik pasien yang memprihatinkan. Ditemukan luka lebam hebat di bagian mata, luka kebocoran di bagian kepala, hingga patah tulang di bagian patah tulang klavikula (selangka).
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, mengingat prosedur medis yang dijalankan seharusnya hanya fokus pada area gigi maupun mulut. Adanya luka fisik di area kepala, mata lebam dan patah tulang (klavikula).
Menunjukkan adanya kejadian yang tidak wajar selama pasien berada di bawah pengaruh anestesi atau obat bius pada saat di dalam ruang perawatan ucap,”Lilis Sumarnah dalam keterangannya kepada awak media sambil merasakan teroma paska operasi Ia sangat sedih dan kecewa ternyata rumah sakit yang ia pilih justru memberikan rasa teroma,” ujarnya.

Pernyataan Kuasa Hukum:
Tim kuasa hukum pasien, Edison,SH dan Heri Susanto, SH, MH, C.Me, secara tegas menyatakan bahwa kejadian ini merupakan indikasi kuat adanya kelalaian dan asumsi malpraktik medis.
“Klien kami masuk untuk operasi gigi, tapi keluar dengan kondisi patah tulang (Selangka), kepala bocor serta mata lebam Ini sangat tidak masuk akal secara medis. Kami menduga ada prosedur yang menyimpang atau kejadian fisik yang terjadi saat klien kami tidak sadarkan diri,” ujar Edison, SH saat memberikan keterangan kepada awak media.
Heri Susanto, SH, MH, C.Me. Menambahkan bahwa sedang mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk menuntut pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit. “Kami menuntut transparansi. Bagaimana mungkin operasi gigi mengakibatkan patah tulang? Kami melihat ada unsur kelalaian yang membahayakan nyawa pasien,” tegasnya.

Pihak rumah sakit bungkam.
Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh sejumlah media di lokasi rumah sakit. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Humas Rumah Sakit Hermina Grand Wisata, enggan berdiskusi dengan wartawan dan tidak memberikan penjelasan resmi terkait kondisi pasien maupun prosedur yang dijalankan. Sikap tertutup dari pihak rumah sakit ini semakin memperkuat cerminan keluarga akan adanya hal yang ditutup- tutupi.[]
- Author: M.Ifsudar / Irvan
- Editor: Syarif Hidayatullah
- Source: Ana






At the moment there is no comment