Breaking News
light_mode
Beranda » Peristiwa » Penyebab Siswa SD Gantung Diri di NTT: Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Penyebab Siswa SD Gantung Diri di NTT: Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Februari 2026| Surat itu ditulis YBR menggunakan bahasa daerah Bajawa. Satu baris surat itu berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap ibunya. Dalam surat itu, YBR menyebut ibunya pelit. Selebihnya, surat itu berisi ungkapan perpisahan kepada ibunya.

Berikut isi surat YBR kepada ibunya:

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama).

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan surat itu ditulis korban.

“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” kata Benediktus melalui sambungan telepon, Selasa (3/2/2026).

Dipicu Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Penyebab siswa kelas IV SD ini gantung diri terungkap. Pemicunya korban diduga kecewa karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan pada malam sebelum kejadian, korban berinisial YBR minta uang kepada ibunya untuk beli buku tulis dan pulpen. Namun, permintaan itu tak bisa dipenuhi ibunya karena kondisi ekonominya yang susah.

Dion menjelaskan YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya. Rumah nenek dan ibunya berada di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, YBR menginap di rumah ibunya untuk meminta uang tersebut.

“Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal,” ungkap Dion Roa, Selasa (3/2/2026).

Kondisi ekonomi ibu korban disebut memang sulit. Ia harus menanggung kebutuhan lima orang anak. Sementara ayah korban sudah berpisah sejak sekitar 10 tahun lalu.

“Hidupnya (ibu korban) susah,” ujar Dion.

Mensos Akan Perkuat Data Keluarga Tak Mampu.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berduka dan prihatin bocah sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas gantung diri dan menulis surat perpisahan untuk sang ibu. Gus Ipul mengatakan kejadian itu harus jadi atensi bersama.

“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Gus Ipul mengatakan perlunya pendampingan khusus kepada keluarga yang terbilang tidak mampu. Ia bicara pentingnya penguatan data untuk memerlukan rehabilitasi bagi keluarga yang memerlukan pemberdayaan.

“Ya tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” ujarnya.

“Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan. Ya, jadi itu sampai di situ dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.

Sementara, Mendikdasmen Abdul Mu’ti belum mengetahui pasti terkait kasus tersebut. Ia akan menyelidiki lebih lanjut penyebabnya.

“Saya belum tahu, nanti kita selidiki lagi ya penyebabnya apa dan sebagainya,” ujar Abdul Mu’ti.

Diberitakan sebelumnya, korban laki-laki berinisial YBR ini gantung diri di pohon cengkeh di kebun milik neneknya, Kamis (29/1/2026). Pohon cengkeh itu hanya berjarak sekitar tiga meter dari pondok.

“Pohon cengkih tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter,” kata Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage.

YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya di pondok tersebut. Orang tuanya berada di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, korban menginap di rumah orang tuanya. Paginya dia kembali ke pondok. Dia tidak pergi sekolah, tapi malah gantung diri.

Saat kejadian itu, neneknya tidak ada di pondok tersebut. Sang nenek berada di rumah tetangga sejak malam untuk membantu memecahkan kemiri. Neneknya mengetahui YBR gantung diri setelah diberitahu oleh warga.

“Omanya bantu pecah kemiri di rumah tetangga. Nginap di rumah tetangga. Korban ini malamya tidur di rumah orang tuanya,” jelas Bernardus.

Korban ditemukan gantung diri oleh warga yang pergi mengikat ternaknya di kebun nenek YBR. Seusai mengikat ternaknya, warga tersebut ke pondok hendak memberi tahu nenek YBR untuk memerhatikan ternaknya. Saat itulah warga tersebut menemukan korban gantung diri di pohon cengkih.

Disclaimer:

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas gantung diri di pohon cengkih. Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi korban berusia 10 tahun berinisial YBR tersebut.[]

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Perdata CV Sofia Konveksi vs Yayasan Borcess Diwarnai Adu Argumen, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp15 Miliar

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 20 September 2025 (GMOCT)| Pengadilan Negeri (PN) Bogor Kelas IA kembali menggelar sidang perkara perdata Nomor 156/Pdt.G/2025/PN/Bgr antara CV Sofia Konveksi dengan pendiri Yayasan Borcess. Sidang yang berlangsung di Ruang Tirta PN Bogor ini diwarnai dengan adu argumen dari kedua belah pihak, baik penggugat maupun tergugat, pada Kamis (18/9/2025). Informasi ini didapatkan oleh […]

  • Miris! Masuk Kerja di PT. Winbright Bayar 4 Jt, Kerja Hanya Beberapa Hari

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Rangkasbitung,Lebak Banten, 9 September 2025| Pemberntian sepihak serta Isu Pungutan Liar (Pungli) untuk tenaga kerja di Kabupaten Lebak terus bergulir, selain para calo dan pelaku penipuan, praktik haram itu termasuk melibatkan oknum orang dalam perusahaan, Apakah oknum HRD PT. Jaya Calista Pratama terlibat. Dugaan pungli kembali mencuat setelah salah seorang mantan karyawan di bidang keamanan, […]

  • Unit 3 Subdit 2 Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Oplos Gas Subsidi di Sukoharjo, Rugikan Negara Miliaran Rupiah

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Sukoharjo Jawa Tengah, 01 Nopember 2025| Unit 3 Subdit 2 Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombespol Sardo MP Sibarani S.I.K., M.H., berhasil mengungkap praktik penyalahgunaan atau pengoplosan gas LPG subsidi 3 kg di sebuah gudang yang berlokasi di Desa Prampelan, Kelurahan Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Penggerebekan dilakukan […]

  • Peringati 77 Tahun “Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Yang Lebih Maju”

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Rls/M.Ifsudar
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 20 Desember 2025| Ditjen Pothan Kemhan memperingati Hari Bela Negara yang ke-77 Tahun. Dengan mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia yang lebih Maju.” kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan semangat bela negara seluruh komponen bangsa dalam menghadapi tantangan,” zaman yang semakin kompleks. Peringatan diawali dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala […]

  • Pemuda Pulo Jaya dan Kades Kertajaya Kompak Gelar Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 03, Agustus, 2025 – Kepala Desa Kertajaya, H. Acep Saepudin, bersama para pemuda dari Pulo Jaya menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan saluran air di wilayah Kampung Teko Tengah, tepatnya di RT 04/RW 04 dan RT 03/RW 04, Desa Kertajaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.   Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian generasi […]

  • Lapor Pak Polisi, Program Strategis Presiden Prabowo Dihambat Penjual Obat Ilegal di Cicurug?

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Sukabumi, 10 November 2025| Ditengah upaya Presiden Prabowo dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas dengan berbagai program strategis nasional untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Peredaran obat keras golongan G seperti Tramadol dan Eximer di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, semakin menjamur dan memicu keresahan masyarakat. Keresahan dari aktivitas penjual obat keras secara ilegal […]

expand_less