Breaking News
light_mode
Home » Peristiwa » Penyebab Siswa SD Gantung Diri di NTT: Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Penyebab Siswa SD Gantung Diri di NTT: Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
  • visibility 50
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Februari 2026| Surat itu ditulis YBR menggunakan bahasa daerah Bajawa. Satu baris surat itu berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap ibunya. Dalam surat itu, YBR menyebut ibunya pelit. Selebihnya, surat itu berisi ungkapan perpisahan kepada ibunya.

Berikut isi surat YBR kepada ibunya:

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama).

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan surat itu ditulis korban.

“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” kata Benediktus melalui sambungan telepon, Selasa (3/2/2026).

Dipicu Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Penyebab siswa kelas IV SD ini gantung diri terungkap. Pemicunya korban diduga kecewa karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan pada malam sebelum kejadian, korban berinisial YBR minta uang kepada ibunya untuk beli buku tulis dan pulpen. Namun, permintaan itu tak bisa dipenuhi ibunya karena kondisi ekonominya yang susah.

Dion menjelaskan YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya. Rumah nenek dan ibunya berada di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, YBR menginap di rumah ibunya untuk meminta uang tersebut.

“Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal,” ungkap Dion Roa, Selasa (3/2/2026).

Kondisi ekonomi ibu korban disebut memang sulit. Ia harus menanggung kebutuhan lima orang anak. Sementara ayah korban sudah berpisah sejak sekitar 10 tahun lalu.

“Hidupnya (ibu korban) susah,” ujar Dion.

Mensos Akan Perkuat Data Keluarga Tak Mampu.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berduka dan prihatin bocah sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas gantung diri dan menulis surat perpisahan untuk sang ibu. Gus Ipul mengatakan kejadian itu harus jadi atensi bersama.

“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Gus Ipul mengatakan perlunya pendampingan khusus kepada keluarga yang terbilang tidak mampu. Ia bicara pentingnya penguatan data untuk memerlukan rehabilitasi bagi keluarga yang memerlukan pemberdayaan.

“Ya tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” ujarnya.

“Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan. Ya, jadi itu sampai di situ dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.

Sementara, Mendikdasmen Abdul Mu’ti belum mengetahui pasti terkait kasus tersebut. Ia akan menyelidiki lebih lanjut penyebabnya.

“Saya belum tahu, nanti kita selidiki lagi ya penyebabnya apa dan sebagainya,” ujar Abdul Mu’ti.

Diberitakan sebelumnya, korban laki-laki berinisial YBR ini gantung diri di pohon cengkeh di kebun milik neneknya, Kamis (29/1/2026). Pohon cengkeh itu hanya berjarak sekitar tiga meter dari pondok.

“Pohon cengkih tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter,” kata Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage.

YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya di pondok tersebut. Orang tuanya berada di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, korban menginap di rumah orang tuanya. Paginya dia kembali ke pondok. Dia tidak pergi sekolah, tapi malah gantung diri.

Saat kejadian itu, neneknya tidak ada di pondok tersebut. Sang nenek berada di rumah tetangga sejak malam untuk membantu memecahkan kemiri. Neneknya mengetahui YBR gantung diri setelah diberitahu oleh warga.

“Omanya bantu pecah kemiri di rumah tetangga. Nginap di rumah tetangga. Korban ini malamya tidur di rumah orang tuanya,” jelas Bernardus.

Korban ditemukan gantung diri oleh warga yang pergi mengikat ternaknya di kebun nenek YBR. Seusai mengikat ternaknya, warga tersebut ke pondok hendak memberi tahu nenek YBR untuk memerhatikan ternaknya. Saat itulah warga tersebut menemukan korban gantung diri di pohon cengkih.

Disclaimer:

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas gantung diri di pohon cengkih. Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi korban berusia 10 tahun berinisial YBR tersebut.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan Prabowo dan LSM LIRA Usulkan Ryano Panjaitan Jadi Menpora

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 199
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan,15 September 2025| Relawan Prabowo dan LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) mengusulkan ke Presiden Prabowo Subianto, tokoh pemuda Ryano Panjaitan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Ryano dinilai memiliki kapasitas, kapabilitas dan komitmen dalam memajukan kepemudaan dan olahraga. “Kami rasa Menpora perlu dipimpin figur yang memahami masalah kepemudan dan olahraga. Menpora harus hadir menjadi pemimpin pemuda […]

  • Sinergitas TNI-Polri, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sambangi Warga Desa Ciadeg, Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Cegah TPPO

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 74
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Dalam rangka memperkuat sinergitas antara TNI dan Polri serta menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Ciadeg Aiptu Eko Bambang S bersama Babinsa Sertu Yanto melaksanakan kegiatan sambang ke warga binaannya di wilayah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (17/07/2025). Kegiatan ini merupakan upaya preventif yang terus dilakukan untuk menciptakan situasi kamtibmas […]

  • Modus! Tuduh Korban Aniaya Adiknya, Seorang Pria Nyaris Motornya Dirampas Pelaku

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 16
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 6 Maret 2026 | Seorang pria berinisial Sabrar (17) nyaris menjadi sasaran percobaan perampasan kendaraan dengan modus menuduh calon korbannya (Sabrar-red) telah menganiaya adik pelaku. Korban kemudian di intimidasi dan digiring untuk berkeliling mencari lokasi yang sepi di wilayah Kecamatan Jagakarsa, tepatnya di sekitar TPU Kelurahan Jagakarsa, Kebagusan-Jakarta Selatan pada Kamis 5 […]

  • Polisi Tangkap Pelaku Perampok Rumah Warga Lansia di Duren Sawit, Jakarta Timur

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 590
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta 10 September 2025| Penyidik Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur, menangkap pelaku perampokan di Jalan Padat Karya Dua, Duren Sawit Jakarta Timur. Pelaku perampokan itu diketahui berinisial P (35). Kapolsek Duren Sawit, AKP Sutikno, menjelaskan, penangkapan P dilakukan setelah warga mengamankan tersangka AF. AF ditangkap warga setelah menodongkan senjata tajam ke pemilik rumah yang sudah […]

  • Apresiasi untuk Polsek Karangnunggal dan Polres Tasikmalaya atas Pengungkapan Kasus Penganiayaan Jurnalis

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 84
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Tasikmalaya, 9 September 2025| Media Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI) memberikan penghargaan setinggi- tingginya kepada jajaran Polsek Karangnunggal bersama Polres Kabupaten Tasikmalaya atas kesigapan dan profesionalisme dalam mengungkap kasus penganiayaan sekaligus percobaan pembunuhan terhadap seorang jurnalis yang terjadi pada 12 Juli 2025. Perkara yang sempat menyita perhatian publik ini akhirnya berhasil dituntaskan setelah aparat kepolisian meringkus […]

  • Gelar Razia Gabungan Anti Premanisme, Polres Bogor Beserta Polsek Jajaran Amankan Puluhan Pelaku Premanisme

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Guna menciptakan situasi yang aman dan tertib, Polres Bogor Polda Jabar bersama TNI, Satpol PP, dan Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Operasi Gabungan Anti Premanisme pada Jumat (16/5/). Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polres Bogor, AKP Nur Istiono, S.I.K., di halaman Mapolres Bogor. Ratusan personel gabungan dari Polres Bogor, Kodim 0621, […]

expand_less