Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Tokoh » Polemik Dapur Sekolah Rakyat: Bupati Buteng Klaim Sudah Konsultasi dengan BPKP

Polemik Dapur Sekolah Rakyat: Bupati Buteng Klaim Sudah Konsultasi dengan BPKP

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
  • visibility 272
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Buton Tengah, 11 Januari 2026| Polemik pembangunan dapur untuk program Sekolah Rakyat di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, memicu sorotan publik setelah Bupati Buteng secara terbuka mengakui bahwa proyek tersebut telah dikerjakan sebelum adanya pengusulan resmi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Dalam pernyataannya, sang Bupati, Dr. H. Azhari, berdalih bahwa sebagai kepala daerah, ia memiliki hak diskresi untuk mengambil keputusan yang dianggap perlu, termasuk membangun dapur sekolah rakyat tanpa menunggu proses penganggaran formal.

Berita terkait di sini: https://lapan6online.com/dapur-sekolah-rakyat-rampung-100-persen-penganggarannya-baru-muncul-di-apbd-p-2025-buteng/

Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor Bupati Buteng, saat menerima aksi unjuk rasa dari sejumlah masyarakat terkait Kepala Lingkungan yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah. Dalam kesempatan itu, Bupati Azhari juga menyebut bahwa pembangunan dapur sekolah rakyat telah dikonsultasikan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Namun, pengakuan ini justru memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek dapur sekolah rakyat yang telah selesai dikerjakan oleh pihak pelaksana belum bisa dibayarkan karena belum tercantum dalam APBD 2025. Hal ini menimbulkan kebingungan administratif dan potensi pelanggaran terhadap tata kelola keuangan daerah.

Azhari berdalih bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional, yakni Sekolah Rakyat yang disebutnya sebagai program utama Presiden Prabowo. Dengan alasan tersebut, ia merasa memiliki legitimasi untuk melaksanakan proyek tersebut meskipun belum ada dasar hukum anggaran yang jelas.

Namun, pernyataan ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-48 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI tahun 2012, Wilson Lalengke. Ia menyatakan keprihatinannya atas tindakan yang dinilainya sebagai bentuk kesewenang- wenangan dalam menggunakan uang rakyat.

“Uang rakyat bukan untuk digunakan semau-gue, bahkan oleh presiden sekalipun,” tegas Wilson Lalengke dalam pernyataannya, Sabtu,10 Januari 2025. Ia menilai bahwa tindakan Bupati Buteng mencerminkan pola pikir otoriter yang tidak menghormati prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Salah satu aspek paling kontroversial dalam kasus ini adalah dugaan bahwa dana yang digunakan untuk membangun dapur sekolah rakyat berasal dari Dana Belanja Tak Terduga (BTT). Dana BTT sejatinya diperuntukkan bagi kondisi darurat seperti bencana alam, wabah penyakit, atau keadaan luar biasa lainnya yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Penggunaan dana BTT untuk proyek yang tidak bersifat darurat menyalahi prinsip dasar pengelolaan keuangan negara. Jika benar dana tersebut digunakan untuk proyek dapur sekolah rakyat, maka hal ini berpotensi menjadi pelanggaran hukum dan etika pemerintahan.

Wilson Lalengke menegaskan bahwa anggaran negara harus disusun berdasarkan kebutuhan rakyat, bukan untuk kepentingan politik atau pencitraan pribadi kepala daerah. Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari DPRD Buton Tengah yang seharusnya menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan eksekutif.

Dalam pernyataannya, Wilson Lalengke, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), mendesak agar DPRD Buteng segera memanggil Bupati untuk dimintai pertanggungjawaban atas kebijakan yang diambil. Ia juga meminta BPKP Sulawesi Tenggara untuk menjelaskan secara terbuka apakah benar telah memberikan persetujuan atau konsultasi terkait proyek tersebut.

“Jika benar BPKP telah dikonsultasikan, maka mereka juga harus bertanggung jawab atas kekeliruan fatal ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara tidak boleh dilakukan secara longgar, apalagi jika menyangkut dana publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

Lebih lanjut, Wilson Lalengke juga mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara dan Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan pembinaan kepada Bupati Buteng. Menurutnya, pemimpin daerah harus memahami dan mematuhi aturan main dalam pengelolaan keuangan negara.

“Kalau perlu, sekolahkan ulang bupati ini agar paham bagaimana menjalankan amanah rakyat,” sindir tokoh HAM Internasional itu.

Kasus ini menjadi cerminan dari pentingnya integritas dan transparansi dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Diskresi kepala daerah memang diatur dalam peraturan perundang- undangan, namun penggunaannya harus tetap dalam koridor hukum dan etika publik. Diskresi bukanlah tiket bebas untuk bertindak semaunya, apalagi jika menyangkut penggunaan dana publik yang belum dianggarkan secara resmi.

Pembangunan dapur sekolah rakyat, meskipun mungkin memiliki niat baik, tetap harus melalui prosedur yang benar. Tanpa perencanaan dan penganggaran yang matang, proyek semacam ini justru bisa menimbulkan masalah hukum dan keuangan di kemudian hari.

Masyarakat Buton Tengah berhak mendapatkan penjelasan yang transparan dan akuntabel dari pemerintah daerah. Mereka juga berhak menuntut agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi rakyat, bukan sekadar ambisi politik atau pencitraan pribadi.

Polemik dapur sekolah rakyat di Buton Tengah menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kebijakan di Indonesia. Tata kelola pemerintahan yang baik menuntut integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Setiap rupiah dari uang rakyat harus digunakan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sudah saatnya semua pihak, baik eksekutif, legislatif, maupun lembaga pengawas, menjalankan perannya masing-masing dengan sungguh-sungguh. Hanya dengan cara itulah kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat dipertahankan dan diperkuat.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Dramaga Giat Cooling Sistem Laksanakan Pengamanan Syukuran Berangkat Haji Warga Kec Dramaga

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 149
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Polres Bogor| Giat sambang Kamtibmas Warga adalah tugas rutin Bhabinkamtibmas yg menjadi tugas kesehariannya, yakni dengan melaksanakan kunjungan kepada masyarakat binaannya untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat. Senin (05/05/2025) Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sukawening Aiptu Cipto Handoko yang melaksanakan pengamanan giat Manasik Haji Di *KBIH “Miftakhul Khoir” Kp.Cimoboran RT 02/01 Ds.Sukawening, yg dipimpin […]

  • Jelang Tahun Baru, Sekko Ajak Warga Berempati untuk Aceh, Sumut dan Sumatra Barat

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Rls/Muhamad Dekra
    • visibility 91
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 31 Desember 2025| Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan, memimpin apel monitoring dan pengamanan perayaan malam Tahun Baru 2026, di halaman Kantor Camat Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (31/12/2025). Sekko menjelaskan, apel melibatkan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, TNI/Polri, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan masyarakat Kecamatan Pulogadung, yang kurang lebih 100 […]

  • Aktivis 98 Kecam Tindakan Represif Aparat dan Tuntut Keadilan Atas Gugurnya Kawan Ojol Pejuang Demokrasi

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 208
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta, 29 Agustus 2025| Tragedi kembali mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Seorang kawan Ojol, yang ikut serta dalam aksi demonstrasi hari ini di Jakarta, tewas setelah dilindas oleh aparat kepolisian dengan menggunakan mobil rantis. Peristiwa ini bukan hanya sebuah insiden, melainkan bukti nyata bahwa praktik kekerasan negara terhadap rakyat masih terus berlangsung. “Bagi kami, Aktivis 98, […]

  • Wujudkan Lingkungan Aman, TNI-Polri Desa Citeko Gelar Sambang Dialogis

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 118
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digiatkan oleh jajaran Polsek Cisarua, Polres Bogor bersama Koramil setempat. Salah satunya melalui kegiatan sambang dialogis di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, pada Jumat (23/5/2025). Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Anggraini RT 01 RW 01 ini dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Bripka Apep Alimudin bersama Babinsa Pelda Rudi Siswantoro. […]

  • Bupati dan Kadisdik Cianjur Diminta Tegas: Jangan Lindungi Oknum Guru yang Melakukan Penggelapan berdasarkan Pasal 468 KUHP

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 11
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Cianjur, 24 April 2026 | Kuasa Hukum CV.Presma Esta Utama menyampaikan kritik keras terhadap sikap tidak kooperatif seorang oknum guru SMP berinisial SP, yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, yang hingga saat ini tidak memberikan respons atas somasi resmi yang telah dilayangkan. Tidak hanya itu, upaya penyelesaian […]

  • Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro Laksanakan Kunjungan Silaturahmi ke Tokoh Agama

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 149
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Bogor| Dalam rangka mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan para tokoh agama, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan kunjungan silaturahmi ke salah satu tokoh agama terkemuka di wilayah Kabupaten Bogor, pada Rabu (14/05/2025). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergitas antara Kepolisian dengan para pemuka agama dalam menciptakan situasi kamtibmas […]

expand_less