Puluhan Siswa Mengalami Keracunan MBG di Kota Bogor, Menuai Sorotan!
- account_circle Rls/Asep
- calendar_month Sab, 15 Nov 2025
- visibility 98
- comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Bogor, 15 November 2025| Puluhan Siswa SDN kecamatan Bogor Selatan terindikasi keracunan setelah menyantap menu Makan Gizi Gratis MBG saat jam istirahat, pada pukul 09:30 (14/11).
Kepala Puskesmas Bogor Selatan, dr. Maria, ditemui di teras puskesmas, menjelaskan bahwa gelombang pertama siswa datang sekitar pukul 11.00 WIB.
“Dari SD Batutulis 02 ada 11 anak, lalu disusul 24 anak dari Batutulis 03. Gejala yang dikeluhkan sama: mual, pusing, dan dua anak mengalami muntah,” ujar Maria.
Selanjutnya pihak Puskesmas melakukan observasi dan triase cepat. Menurut dr. Maria, jumlah anak yang dibawa terus bertambah.

“Rombongan berikutnya hampir 15 orang. Kami pisahkan yang gejala ringan, sementara yang berat langsung kami masukkan ke ruang perawatan. Hingga sekarang, satu anak masih perlu infus, kondisinya membaik tetapi masih kami observasi,” jelasnya.
Sementara korban keracunan kian melebar ketika seorang siswa dari SD Lawanggitung 02 datang pukul 13.10 WIB dengan gejala identik. Total hingga pukul 13.30 WIB mencapai 36 anak.
Meski hasil laboratorium resmi belum keluar, narasi kuat datang dari para siswa dan orang tua. Salah satu orang tua yang enggan disebut namanya mengatakan anaknya mengeluh bahwa ayam bakar yang disajikan bau.
“Anak saya bilang ayamnya bau, tidak selera makan. Tapi guru menyuruh untuk dihabiskan,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama pada saat awak media mendatangi salah satu sekolah tersebut salah satu guru SD saat di mintai keterangan mengatakan
“sebenarnya sih baru sebulan kita mendapatkan program Makan Gizi Gratis dari SPPG ISOLA Batu tulis dan kami sudah mencium ada bau tak sedap tapi gak semuanya ada yang kecium dari luar ada yang pas di makan dan tekstur ayamnya kaya yang belum matang mungkin karena di bakar,” ungkapnya.
Beberapa siswa lain juga menyebut rasa ayam yang aneh. Sebagian lagi menduga sayuran jagung dan kacang sebagai penyebab.
“Kita belum bisa pastikan. Semua sampel makanan dan muntahan sudah dibawa ke Lakesda. Hasilnya sekitar dua sampai tiga hari,” kata dr. Maria.
Menu MBG hari itu disuplai dari SPPG Batutulis, termasuk untuk SD Lawanggitung

Dari 36 siswa yang datang ke puskesmas, 32 sudah dipulangkan setelah kondisi membaik. “Tiga anak masih diinfus, tapi kondisinya sudah jauh lebih baik. Insyaallah dua jam lagi bisa pulang,” tambah dr. Maria.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Hery Karnadi mengatakan,” Untuk permasalahan keracunan ini nantinya akan ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), karena standar kebersihan dan uji layak atau tidak layaknya bahan makanan semua diawasi oleh Dinkes, sifatnya kita hanya menampung,” ujarnya.
Insiden ini menambah daftar panjang laporan keracunan terkait MBG di berbagai daerah. Program yang digadang-gadang untuk menyehatkan siswa justru memunculkan pertanyaan serius soal standar kualitas bahan, kebersihan dapur, pengawasan distribusi, hingga kompetensi penyedia katering. Lagi-lagi, anak-anak menjadi korban dari sistem yang semestinya melindungi mereka.
Sambil menunggu hasil resmi dari Labkesda, publik kini menuntut evaluasi menyeluruh, bukan sekadar permintaan maaf rutin dan janji perbaikan yang tidak pernah jelas ujungnya.[]
- Penulis: Rls/Asep
- Editor: Redaksi
- Sumber: Tim/Red



Saat ini belum ada komentar