Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Purbaya Guncang Sistem Lama: “Kalau Kebenaran Dianggap Ancaman, Mungkin Kita Terlalu Lama Hidup dalam Kebohongan”

Purbaya Guncang Sistem Lama: “Kalau Kebenaran Dianggap Ancaman, Mungkin Kita Terlalu Lama Hidup dalam Kebohongan”

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
  • visibility 276
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 26 Oktober 2025| Nama Purbaya, Menteri Keuangan Republik Indonesia, menjadi trending topic global setelah pernyataannya yang kontroversial namun penuh ketegasan mengguncang panggung politik nasional. Melalui serangkaian pernyataan publik, Purbaya membuka tabir sejumlah praktik yang selama ini diduga membungkam suara rakyat dan mengunci akses terhadap proyek-proyek strategis milik publik.

Di tengah gelombang kritik dan dukungan, Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat menyerang siapa pun, melainkan hanya menyuarakan kebenaran yang selama ini tertutupi.

“Saya tidak pernah berniat menyerang siapa pun, tapi kalau kebenaran dianggap serangan, mungkin kita terlalu lama hidup dalam kebohongan,” ungkap Purbaya dalam keterangan persnya.

Pernyataan ini menyusul dugaan adanya penguasaan proyek-proyek rakyat oleh kelompok elite tertentu. Situasi ini dinilai memicu ketimpangan dan menciptakan ketidakadilan sistemik dalam pengelolaan keuangan negara.

Perang Melawan Ketakutan, Bukan Politik

Lebih jauh, Purbaya menyatakan bahwa kehadirannya dalam politik bukan untuk melawan individu, melainkan kebiasaan-kebiasaan lama yang selama ini dianggap normal namun menyimpang.

“Saya datang ke politik bukan untuk melawan orang, tapi untuk melawan kebiasaan,” tegasnya.

Purbaya juga menyoroti respons sejumlah pihak terhadap sikap transparan yang ia tunjukkan. Ia menyebut bahwa ketika pihak-pihak tertentu mulai “menggali”, maka yang akan mereka temukan bukanlah dirinya, melainkan sesuatu tentang diri mereka sendiri.

Transparansi dan Akuntabilitas: Semua Data Sudah Diserahkan

Dalam penjelasannya, Purbaya menyatakan bahwa seluruh data yang ia miliki telah melalui proses verifikasi ketat dan telah diserahkan kepada lembaga resmi untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

“Semua data sudah diverifikasi, semua transaksi sudah dicocokkan, dan semua komunikasi sudah kami serahkan ke lembaga resmi,” kata Purbaya.

Ia menegaskan, langkah ini bukan ditujukan untuk menjatuhkan individu atau kelompok tertentu, melainkan untuk menyelamatkan negara dari sistem yang telah terlalu lama dibiarkan berjalan tanpa koreksi.

“Saya Tidak Akan Diam Saat Semua Orang Memilih Diam”

Purbaya menyampaikan bahwa dirinya bukanlah sosok yang sempurna, namun ia memahami dengan jelas batas antara yang benar dan salah. Ia menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada rakyat, yang menurutnya kini sudah lebih sadar dan berani bersuara.

“Saya bukan malaikat, tapi saya tahu bedanya salah dan benar. Dan rakyat sudah bisa menilai sendiri siapa yang berjuang dan siapa yang bersembunyi.”

“Saya tidak ingin diingat karena berani, tapi saya tidak diam ketika semua orang memilih diam.”

Pernyataan-pernyataan tersebut memicu reaksi luas dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis antikorupsi, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Sebagian menganggap langkah Purbaya sebagai awal dari reformasi nyata, sebagian lainnya menilai perlu kehati-hatian agar momentum ini tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu.

Momentum Baru: Satu Nama Jatuh, Perjuangan Baru Dimulai

Dalam penutup pernyataannya, Purbaya menyampaikan bahwa dinamika saat ini belum berakhir dan akan ada fase lanjutan dari perjuangan melawan sistem yang menurutnya “gelap”.

“Satu nama sudah jatuh, tapi perjuangan melawan gelap baru saja dimulai. Kalau hari ini rakyat sudah berani bicara, maka tugas saya hanya satu: memastikan suara itu tidak dibungkam!”

Sebagai penutup, Purbaya menyampaikan komitmennya yang tak berubah:

“Purbaya selalu tegak untuk rakyat Indonesia.”

Catatan : Artikel ini tidak bertujuan menggiring opini, namun bertujuan memberikan informasi faktual kepada masyarakat.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Toto

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kru Asing Kuasai Kapal Pertamina, Matahukum: Langgar Hukum & Ancam Kedaulatan!

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 26
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 22 April 2026 | Fakta bahwa kapal milik Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz ternyata sepenuhnya diawaki oleh warga negara asing (WNA) memicu kemarahan yang meluas. Menanggapi hal ini, Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir, melontarkan kritik yang sangat tajam dan tegas. Baginya, apa yang terjadi bukan sekadar masalah operasional atau kebijakan biasa, melainkan […]

  • Wujud Sinergitas Solid dan Kompak, Polsek Dramaga Laksanakan Olah Raga Bersama Forkompicam Kec Dramaga Kabupaten Bogor

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 121
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Kapolsek Dramaga Polres Bogor Polda Jabar. Iptu Desi Triana,SH.,MH adakan agenda olah raga bersama Wujud Sinergitas Solid Dan Kompak Polsek Dramaga Bersama Forkompicam Kec. Dramaga Kab. Bogor. Giat olah raga yang terselenggara ini Di Hadiri Oleh Ketua Dewan Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Forkompicam Mulai Camat, Danramil, Kades/Lurah, Kanit Satpol PP serta para kader […]

  • Kejaksaan Diduga Terlibat Skandal Penundaan Eksekusi Terpidana Silvester Matutina: Adakah ‘Tangan Projo’ di Balik Ini?

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 Agustus 2025| (GMOCT)- Penegakan hukum di Indonesia kembali tercoreng. Terpidana Silvester Matutina yang seharusnya sudah menjalani eksekusi hukuman 6 tahun silam, hingga kini belum tersentuh tindakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan. Fakta ini memicu spekulasi publik tentang adanya kekuatan besar di balik kelambanan tersebut. Pengamat publik sekaligus alumni PPRA-48 Lemhanas RI, Wilson Lalengke, […]

  • Diduga Oknum Guru SDN 01 Harapan Majalaya Nekat Palsukan Tandatangan Suami Demi Pengangkatan P3K, Tindakan Disdik Kab Bandung Tidak Jelas

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 942
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bandung, 17 September 2025| Diduga oknum guru SDN 01 Harapan Padamulya Majalaya memalsukan tandatangan suaminya untuk persyaratan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K). K seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut bungkam saat di tanya via whatsapp, bahkan sampai memblokir no telpon diduga malu menjelaskan, Jum’at (29/08) lalu. Menurut sumber, awalnya K ini sebagai […]

  • Bhabinkamtibmas Desa Kopo Polsek Cisarua Kontrol Pos Kamling, Dorong Peran Aktif Warga

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 118
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif terus digencarkan oleh jajaran Polsek Cisarua Polres Bogor Polda Jabar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengaktifkan kembali pos kamling melalui patroli sambang yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas. Pada Jumat (30/5/2025) pukul 23.00 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Kopo Bripka Angga Juhara melaksanakan sambang dan kontrol pos kamling […]

  • Gaji Tujuh Guru Tunanetra Di Kuningan Belum Dibayar: GMOCT Desak Klarifikasi Disdikbud

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 129
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, Jawa Barat| Tujuh guru tunanetra yang bertugas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Kuningan belum menerima gaji bulan Desember 2024. Informasi yang diperoleh Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari media online KabarSBI, anggota GMOCT, menyebutkan para guru yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan tersebut […]

expand_less