Reformasi Polri Dinilai Sinkron dengan Arah Kebijakan Prabowo–Gibran
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Ming, 4 Jan 2026
- visibility 78
- comment 0 komentar

Foto: Kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai memasuki fase pembenahan yang lebih sistematis.
Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Januari 2026| Kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai memasuki fase pembenahan yang lebih sistematis. Pandangan tersebut disampaikan Egi Hendrawan, Koordinator Sahabat Presisi, yang menilai bahwa berbagai program reformasi internal Polri mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Egi, stabilitas keamanan nasional sepanjang 2025 menjadi salah satu indikator penting bahwa Polri mampu menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan pelayanan publik.
“Yang terlihat sekarang, Polri tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan edukasi. Pola ini membantu menciptakan rasa aman tanpa menimbulkan ketegangan di masyarakat,” ujar Egi di Jakarta.
Ia menilai, modernisasi teknologi di tubuh Polri turut mempercepat respons terhadap laporan masyarakat, sekaligus meningkatkan transparansi prosedur.
“Selain menjaga stabilitas keamanan, Polri juga berperan dalam mengawal program-program strategis pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, khususnya pada sektor keamanan, pelayanan publik, dan ketertiban sosial,” katanya.

Foto: Egi Hendrawan (Koordinator Sahabat Presisi)
Egi juga menyoroti konsistensi Polri dalam mendukung agenda nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama dalam pengamanan kegiatan strategis negara.
Selain itu, ia menilai peran Polri dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah menjadi cerminan bahwa fungsi kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum.
“Saat bencana melanda, kita melihat Polri hadir dari tahap evakuasi, pengaturan logistik, hingga pemulihan layanan publik. Itu menunjukkan pendekatan humanis yang semakin kuat,” ucapnya.
Meski demikian, Egi mengingatkan bahwa reformasi Polri masih memiliki pekerjaan rumah, terutama pada aspek pengawasan internal dan pembenahan kultur organisasi.

“Keberhasilan reformasi ditentukan oleh keberanian menindak pelanggaran di internal sendiri. Ketika mekanisme pengawasan berjalan transparan, legitimasi institusi akan semakin kokoh,” tegasnya.
Menatap tahun 2026, Egi optimistis Polri akan bergerak menuju institusi yang semakin modern dan akuntabel.
“Kalau konsistensi ini dijaga, Polri bisa menjadi teladan reformasi birokrasi: profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Itu yang masyarakat harapkan,” pungkasnya.[]
- Penulis: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Sumber: Sahabat Presisi


Saat ini belum ada komentar