Sanggahan terhadap Narasi “Uji Kesetiaan Warga NU pada 10 Agustus 2025”
- account_circle Muhamad Dekra
- calendar_month Sab, 9 Agu 2025
- visibility 340
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id — Jakarta] 9 Agustus 2025 | Narasi yang menyebut “Tanggal 10 Agustus 2025 adalah uji kesetiaan warga NU, dan yang tidak hadir di Istiqlal berarti setia pada NU” dinilai tidak berdasar serta mencederai akal sehat dan nilai kedewasaan dalam berorganisasi.
Pertama, kesetiaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) tidak diukur dari kehadiran pada satu kegiatan — apalagi kegiatan yang bukan merupakan inisiatif resmi dari struktur NU. Loyalitas warga NU telah terbukti melalui komitmen mereka dalam menghidupkan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), menjaga para kiai dan pesantren, serta terlibat aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan berlandaskan nilai-nilai Islam moderat.
Kedua, klaim bahwa ketidakhadiran dalam kegiatan tertentu — terutama yang berasal dari organisasi di luar NU — dapat menjadi ukuran kesetiaan, merupakan bentuk penyederhanaan yang dangkal. Narasi semacam ini memaksakan pandangan seolah loyalitas hanya bisa dibuktikan dengan mengikuti agenda tertentu. Padahal, NU adalah organisasi besar yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir dan kematangan sikap warga nahdliyyin.
Ketiga, membangun dikotomi “hadir berarti tidak setia, absen berarti setia” adalah cara berpikir yang kekanak-kanakan, jauh dari tradisi ilmiah dan kebijaksanaan para masyayikh NU. NU tidak pernah mengajarkan umatnya untuk bersikap eksklusif atau menebar kecurigaan terhadap sesama hanya karena perbedaan sikap terhadap satu agenda.
- Author: Muhamad Dekra
- Editor: Husen
- Source: Redaksi






At the moment there is no comment