Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Sejumlah Wartawan Mendapat Perlakuan Diskriminatif Saat Menjalankan Tugasnya Dari Pemilik Proyek Kandang Ayam

Sejumlah Wartawan Mendapat Perlakuan Diskriminatif Saat Menjalankan Tugasnya Dari Pemilik Proyek Kandang Ayam

  • account_circle Rls/Asep
  • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
  • visibility 80
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Bogor, 2 Nopember 2025| Sejumlah wartawan mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakan pada saat menjalankan tugas jurnalisnya di pertenakan ayam yang berada di wilayah Tajur Halang Kabupaten Bogor Jawa Barat, sekitar pukul 17.00 WIB, (31/10) kemarin.

Kejadian tersebut berawal, ketika sejumlah wartawan melihat adanya satu unit mobil yang terparkir sedang mengangkut ayam potong dari sebuah peternakan. Namun belum sempat berbicara, tiba-tiba salah seorang dari pihak proyek menegur dengan nada tak sopan dengan bernada membentak, memakai bahasa daerah sunda.

“Rek naraon kadarieu, Hei aing nanya sia rek naraon?
(Kalian mau apa kesini. Gua’ nanya sama eloh).

Margo salah satu awak media menjawab,” Kami sedang melakukan tugas sosial kontrol,” jawab Margo

Namun dengan nada keras sang pemilik kandang kembali melontarkan kata-kata yang kurang pantas. Dia mengatakan, “Media tai, media anjing,” ucap sang pemilik kandang.

Mendapat perlakuan diskriminatif dari pemilik proyek peternakan ayam, menurut keterangan Remon (Rahmat) salah satu wartawan bidik hukum, yang juga tengah ikut bertugas saat itu membenarkan hal tersebut.
Pihak pengelola proyek menolak kehadiran awak media dengan alasan yang tidak jelas?, kata Remon.

“Kami mendapat perlakuan tidak sopan ketika mencoba untuk mengkonfirmasi terkait proyek tersebut. “Kami datang dengan niat baik untuk melakukan kontrol sosial dan memberikan ruang bagi pihak proyek menjelaskan,” ujarnya.

“Tapi justru disambut dengan kata-kata kasar dan mengatakan ” MEDIA TAIK, dan mengatakan kepada kami wartawan ” ANJING dan MONYET” ujar Dede dari media aksara news, menambahkan.

Sementara itu, pihak proyek mengungkapkan bahwa proyek peternakan ayam itu sudah berjalan beberapa lama dan tak pernah ada yang mengganggu kalau mau datang kesana saja, ke ketahanan pangan yang dikelola orang desa, sambil bernada emosi dan penuh amarah!.

Pihak pemilik proyek langsung menyerang dengan kata-kata kasar terhadap awak media. Bahkan salah seorang media sebut saja Margo yang saat itu menggunakan seragam LSM Sukma Perkumpulan Media, sempat di dorong dan nyaris terjatuh hingga bajunya kotor, hampir saja terjadi pemukulan.

Perlakuan diskriminatif terhadap jurnalis dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik dan kebebasan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

  • Author: Rls/Asep
  • Editor: Redaksi
  • Source: Remon

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bhabinkamtibmas Polsek Tanjungsari Sambangi Warga, Sampaikan Pesan Kamtibmas Dan Dorong Ketahanan Pangan

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 93
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Polsek Tanjungsari Polres Bogor melaksanakan kegiatan sambang warga dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat di wilayah binaannya pada Kamis (22/05/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari cooling system atau strategi pendinginan sosial guna menjaga stabilitas dan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Bhabinkamtibmas menyampaikan berbagai pesan […]

  • Riza Chalid Mangkir Dua Kali, Diduga Bersembunyi di Malaysia Usai Terjerat Korupsi Rp285 Triliun

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 382
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Juli 2025| Mohammad Riza Chalid, tersangka utama kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, kembali mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Ia tak menghadiri pemeriksaan pertamanya pada Kamis (24/7), dan kembali absen dalam pemanggilan kedua pada Senin (28/7). Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan bahwa […]

  • Tim Tabur Tangkap DPO Perkara Perbankan Kejari Pontianak di Jakarta

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 190
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pontianak, 31 Agustus 2025| Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat, I Wayan Gedin Arianta, SH. MH, Sabtu (30/8), dalam keterangan Persnya mengatakan bahwa pada Jumat (29/8), sekitar Pukul 21.30 WIB, Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Pontianak yang bekerjasama dengan […]

  • PDSB Duren Sawit Jaktim Desak APH Tindak Tegas Toko Penjual Obat Terlarang

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle M.Dekra
    • visibility 601
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta| Warga dan Pemuda Pemuda Duren Sawit Bersatu (PDSB) menemukan 8 Toko yang menjual obat-obatan terlarang Golongan G di wilayah Kelurahan Duren Sawit. Berbagai macam trick dimainkan oleh para bandar / pengedar dalam melancarkan aksinya. Mulai dari bekedok: toko kosmetik, konter pulsa, warung klontong rupanya warga kerap menemukan yang membeli atau datang ke toko mayoritas […]

  • Adu Kuat KPK VS BoNas Dalam Perkara Korupsi Topan Ginting, Jusuf Rizal: Wibawa Prabowo Jadi Taruhan

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 143
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta| Korupsi Topan Ginting Kepala Dinas PUPRR di proyek jalan Mandailing Natal, Sumut, diduga melibatkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditantang publik, untuk segera memeriksa Bobby Nasution, bahkan kalau perlu langsung saja tangkap sang menantu Jokowi itu jika bukti keterlibatanya sudah terpenuhi. Kasus korupsi pembangunan jalan di Mandailing Natal, Sumatera Utara […]

  • Diduga Asal Kerja, Proyek Jalan di Bekasi Dikeluhkan, Tak Ada Konsultan, Rambu Keselamatan Nihil

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 217
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi — Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Bantar Jaya–Teluk Haur yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2025 senilai Rp899.670.000 kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Proyek yang dikerjakan oleh PT Permata Hasianaku ini direncanakan selesai dalam waktu 150 hari kalender, berdasarkan SPMK Nomor 000.3.3/3 SPMK/PJL/DSDABMBK/2025. Kamis 19/06/2025. Namun, hasil pantauan di […]

expand_less