Breaking News
light_mode
Home » Info Demo » Selamatkan Anak Bangsa Dari Ancaman Putus Sekolah, KCD WiI III Jabar Diramaikan Puluhan Mahasiswa & Pemuda

Selamatkan Anak Bangsa Dari Ancaman Putus Sekolah, KCD WiI III Jabar Diramaikan Puluhan Mahasiswa & Pemuda

  • account_circle M.Ifusudar/Tim
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 456
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Bekasi| Puluhan pemuda dan mahasiswa menamakan Barisan Muda Bekasi memprotes statement Plt. Kepala KCD III Jawa Barat, Elis Lisnawati yang mengarahkan anak-anak tidak tercover di SLTA Negeri masuk di sekolah terbuka.

Padahal, sekolah terbuka lebih didedikasikan bagi anak-anak atau orang yang putus sekolah dan membutuhkan ijazah guna melengkapi kepentingan administrasi pendidikan.

“Kami tidak sangka orang berpendidikan yang duduk di kursi empuk dan makan gaji dari rakyat ini tidak berpikir sehat. Dia tidak memikirkan psikologi dan moral anak-anak di Bekasi. Statement dia yang menyarankan sekolah terbuka terlalu emosional dan tidak rasional,” ucap Juhartono, Ketua Barisan Muda Bekasi yang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Barat, Senin (14/7/2025).

Juhartono menuding, pihak KCD III terkesan pura-pura lupa kewajiban terhadap anak bangsa bahwa UUD 45 mengamanatkan pemerintah wajib memberikan hak pendidikan anak tanpa melihat latar belakang.

“Pasal 31 UUD 45 secara tegas mewajibkan pemerintah memberikan pendidikan layak bagi anak dan menanggung pembiayaannya. Loh, ini malah disuruh ikut sekolah terbuka yang notabene tidak memperoleh pendidikan secara reguler. Bagaimana bangsa ini akan cerdas dan maju jika pejabatnya saja seperti ini,” tegasnya Juhartono.

Selain itu, Juhartono juga meminta Elis dan seluruh kepala sekolah negeri transparansi dalam proses penerimaan siswa baru kepada publik.

“Kita mendesak KCD transparan dalam proses SPMB 2025. Berapa jumlah kuota, jumlah rombel tersedia dan jumlah murid diterima di SMA maupun SMK Negeri di Kota Bekasi,” tambah Juhar.

“Masyarakat sudah tahu kelakukan oknum di dinas dan sekolah yang jual beli bangku. Itu sangat melukai kami yang memperjuangkan anak-anak agar bersekolah di negeri. Kita akan terus menyuarakan ini lewat aksi jalanan sampai pemerintah memberikan hak pendidikan bagi anak-anak di Kota Bekasi,” tutupnya.[*]

  • Author: M.Ifusudar/Tim
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Oknum Guru SDN 01 Harapan Majalaya Nekat Palsukan Tandatangan Suami Demi Pengangkatan P3K, Tindakan Disdik Kab Bandung Tidak Jelas

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 829
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bandung, 17 September 2025| Diduga oknum guru SDN 01 Harapan Padamulya Majalaya memalsukan tandatangan suaminya untuk persyaratan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K). K seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut bungkam saat di tanya via whatsapp, bahkan sampai memblokir no telpon diduga malu menjelaskan, Jum’at (29/08) lalu. Menurut sumber, awalnya K ini sebagai […]

  • Dugaan ICW: Korupsi Katering Haji Merugikan Negara Rp 255 Miliar

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 354
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 11 Agustus 2025| Dugaan korupsi penyelenggaraan haji tahun 2025 dilaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya terkait pengadaan katering makanan untuk jemaah haji selama berada di Tanah Suci. “Dengan dugaan korupsi sekitar Rp 255 miliar,” Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah di kantor KPK. Hasil investigasi ICW […]

  • Kelompok Tani Sauyunan dan Petani Sumbereja Kompak Gelar Gropyokan Tikus di Sawah

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 412
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 08 Sept 2025– Ratusan petani Desa Sumbereja bergabung dalam aksi gropyokan tikus yang dipimpin langsung Ketua Kelompok Tani Sauyunan, H. Umsir, pada Senin (08/09/2025). Kegiatan gotong royong ini digelar untuk menekan serangan hama tikus yang semakin merajalela dan mengancam hasil panen padi di musim tanam kali ini.   Para petani membawa […]

  • Disita dan Dilelang! “Negara Jual Aset Terpidana Ivan CH Litha demi Pemulihan Dana PT Elnusa”

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 211
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 24 November 2025| Upaya pemulihan aset negara kembali menunjukkan hasil signifikan. Tim Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, bekerja sama dengan Tim Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Makassar, sukses melaksanakan lelang satu bidang tanah beserta bangunan ruko tiga lantai milik terpidana Ivan CH Litha. Penjualan aset tersebut digelar pada Jumat, 21 […]

  • TNI

    Kodim 0621/Bogor Gelar Bazar Ramadhan 1447 H.” TNI 2026 “

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 8
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – ‎Bogor, 14 Maret 2026 | Antusiasme masyarakat terlihat tinggi saat Korem 061/Suryakencana melalui Kodim 0621/Bogor menggelar Bazar Ramadhan TNI Tahun 2026 di halaman depan Makodim 0621/Bogor, Jum’at (13/3). ‎ ‎Sejak pagi hari, ratusan warga memadati lokasi bazar untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. ‎ ‎Bazar tersebut merupakan […]

  • Perang Tanpa Peluru di Balik OTT, Catatan Kegelisahan atas Perang Senyap Antar-Penegak Hukum

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 341
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Januari 2026| Tatkala Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum Kejaksaan, misalnya-hal tersebut bukanlah sekadar peristiwa yang berdiri tunggal. Namun, itu sinyal adanya benturan kepentingan antar-lembaga penegak hukum. Isu ini, tak boleh dibaca sebatas ego sektoral semata, atau efek dinamika operasional, itu sich pengecilan isu. Tetapi, ada sesuatu yang […]

expand_less