Siapa Ayatollah Haj Seyyed Mojtaba Khamenei, Pemimpin Baru Iran?
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 0 minute ago
- visibility 2
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 11 Maret 2026 | Ayatollah Haj Seyyed Mojtaba Khamenei, putra kedua dari pemimpin yang syahid dan Marja’ Ayatollah al-Udzma Seyyed Ali Khamenei, lahir pada tahun 1969 di Mashhad.
Beliau menyelesaikan studi pendahuluan hauzah (pesantren) di sekolah yang penuh berkah, Ayatollah Mojtahedi Tehrani. Selama masa Pertahanan Suci (Sacred Defense), beliau hadir di tengah-tengah para pejuang Islam di garis depan pertempuran. Setelah berakhirnya perang yang dipaksakan tersebut, pada tahun 1989 beliau pergi ke Qom untuk melanjutkan studi hauzahnya dan menetap di sana hingga awal tahun 1992.
Pada tahun 1992, beliau kembali ke Teheran selama lima tahun untuk melanjutkan pendidikan hauzahnya di sana. Pada tahun 1997, beliau menikah dengan Sayyidah Zahra Haddad Adel, dan pada tahun yang sama bermigrasi ke Qom untuk kedua kalinya guna menyelesaikan studi hauzah serta meraih keberkahan spiritual.
Beliau menimba ilmu pada tingkat lanjut (Dars al-Kharij) dari Ayatollah Ahmadi Miyaneji, Reza Ostadi, Ousti, dan beberapa guru terkemuka lainnya di Qom. Beliau juga menghadiri pelajaran yurisprudensi (fiqh) dan ushul fikh tingkat lanjut dari mendiang ayahnya, Ayatollah al-Udzma Khamenei, serta dari Ayatollah Sheikh Javad Tabrizi, Sheikh Hossein Vahid Khorasani, Seyyed Mousa Shabiri Zanjani, Agha Mojtaba Tehrani, dan Sheikh Mohammad Mo’men Qomi.
Beliau telah aktif mengajar berbagai materi tingkat lanjut secara terus-menerus selama lebih dari 17 tahun. Kemampuannya dalam memberikan catatan ilmiah dalam bahasa Arab serta mengejar poin-poin ilmiah melalui pertanyaan dan kritik di luar kelas bersama para guru telah menarik perhatian khusus dari beberapa ulama besar.
Jenius dan bakatnya, yang dipadukan dengan kerja keras, ketekunan, ketelitian, serta kebebasan ilmiah, telah menghasilkan berbagai inovasi yang kredibel dalam sistem ilmu pengetahuan hauzah (khususnya dalam bidang fikih, ushul fikh, dan ilmu rijal).
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia



At the moment there is no comment