Breaking News
light_mode
Home » Opini » Pancasila Menurut Habib Rizieq Syihab

Pancasila Menurut Habib Rizieq Syihab

  • account_circle Muhamad Dekra / Syarif Hidayatullah
  • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
  • visibility 126
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id–Jakarta| Secara Historis, Pancasila dirumuskan dengan tujuan untuk dipakai sebagai dasar negara Indonesia Merdeka. Dalam prosesnya, tentu tidak terlepas dari beragam Tokoh yang turut serta merancang Pancasila tersebut terlebih para Tokoh Ulama Islam.

Berikut adalah Sejarah Pancasila, menurut Al Habib Rizieq Syihab:

A. Tanggal 01 Juni 1945 Bung Karno mengusulkan Istilah Pancasila sebagai dasar negara, lalu diterima oleh Trio Ulama Pendiri Bangsa; KH Wahid Hasyim (NU), KH Abdul Qohar Mudzakkir (Muhammadiyah) dan KH Agus Salim (Syarikat Islam), serta seluruh anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

B. Tanggal 01 Juni 1945 Bung Karno mengusulkan Teks Pancasila dengan redaksi:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Keadilan Sosial
  5. Ketuhanan

C. Tanggal 22 Juni 1945 Trio Ulama Pendiri Bangsa bersama Bung Karno dan seluruh anggota BPUPKI sepakat Pancasila sebagai Dasar Negara dengan redaksi:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Inilah yang disebut Piagam Jakarta sebagai Konsensus Nasional Para Pendiri Bangsa dan Negara Indonesia.

D. Tanggal 18 Agustus 1945 Atas Tekanan Penjajah Jepang berdasarkan pengakuan Bung Hatta maka sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) digelar kembali Tanpa Kehadiran Trio Ulama Pendiri Bangsa, memutuskan dan menetapkan bahwa Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia dengan redaksi:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Disini ada penghapusan klausal Syariat dalam Sila Pertama. Semula ditolak oleh kelompok Islam yang menghadiri sidang yang dipimpin oleh Ki Bagus Hadikusumo dari PB Muhammadiyah, karena Trio Ulama Pendiri Bangsa tidak hadir, namun akhirnya diterima dengan syarat kata Ketuhanan dipertegas dengan Yang Maha Esa.

E. Trio Ulama Pendiri Bangsa akhirnya menerima putusan PPKI, karena walaupun klausul Syariat yang dihapus, namun diganti dengan klausul Tauhid yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa yang tidak lain dan tidak bukan adalah Allah SWT.

Naskah dan rekaman pidato para Tokoh Sekuler Nasionalis dalam sidang BPUPKI & PPKI semuanya ada tersimpan dalam Arsip Nasional, tapi tidak ada satupun naskah & rekaman pidato para Tokoh Islam Nasionalis yang tersimpan dalam Arsip Nasional. Apakah ada kesengajaan menghilangkan Jejak Islam dalam pendirian Negara Indonesia?

  • Author: Muhamad Dekra / Syarif Hidayatullah
  • Editor: Syarif Hidayatullah
  • Source: Redaksi

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolsek Bogor Tengah Tegas Bantah Tuduhan Arogansi Saat Pengamanan Aksi KPP: “Jangan Putar Balik Fakta!”

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle AG
    • visibility 53
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 2 Desember 2025| Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo angkat bicara terkait tudingan sejumlah pihak yang menyebut dirinya bersikap arogan saat mengamankan aksi unjuk rasa Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya di Balai Kota Bogor. Menurutnya, tuduhan tersebut sangat bertolak belakang dengan realitas di lapangan. Aparat Polri justru hadir untuk mengawal aksi agar berjalan […]

  • Geger!!!! Pemuda di Pemalang Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Diduga Depresi Masalah Utang

    • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 118
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pemalang, Jateng 21 September 2025 (GMOCT)| Warga Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, digegerkan dengan peristiwa tragis pada 20 September 2025. Seorang pemuda berinisial IK, warga RT 003/RW 001 Dukuh Kedungnangka, Desa Kedungbanjar, Taman, Pemalang, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam kamarnya. Diduga kuat korban melakukan bunuh diri. Gabungan Media Online dan Cetak […]

  • Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan Pendukung Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf oleh BWI Awards

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 93
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 6 Agustus 2025 | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendapatkan penghargaan dalam acara Badan Wakaf Indonesia (BWI) Awards kategori Pendukung Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf oleh BWI. Penerimaan penghargaan ini diwakili oleh Wakil Menteri ATR (Wamen)/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan di Jakarta, (5/8). “Sertipikasi tanah wakaf ini merupakan program […]

  • “Lebih Baik Jadi Petani”: Paradoks ‘Superbody’ Polri dan Cermin Retak Reformasi

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Rps/Red
    • visibility 71
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 27 Januari 2026| Suasana Rapat Kerja Komisi III DPR RI mendadak senyap. Di hadapan para wakil rakyat, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tidak sedang berdiplomasi. Ia sedang menarik garis batas. “Saya menolak polisi di bawah kementerian. Kalau itu terjadi, saya lebih baik jadi petani,” tegas Sigit. Pernyataan ini bukan sekadar retorika emosional. Ini […]

  • Menko Polkam RI: Anggota Polri Jangan Merasa Rendah Diri Meskipun Mendapat Kritikan Dari Masyarakat

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 27
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id -Jakarta, 13 Maret 2026 | Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memberikan dukungan moral kepada anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar tidak merasa rendah diri meskipun kerap mendapat kritik dari masyarakat. Hal tersebut disampaikan Djamari saat memberikan kuliah umum kepada para peserta pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga […]

  • Proyek Rp15 Miliar Kampung Nelayan Merah Putih di Cirebon Diduga Bermasalah: Beton Retak, Mutu Buruk, dan CCO Diduga Melampaui Batas!

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 125
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Cirebon, 4 Nopember 2025| Agung Sulistio, Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (Kabarsbi.com) sekaligus Ketua Umum Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT) dan Ketua II DPP Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI), dengan tegas menyoroti dugaan penyimpangan serius dalam Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Provinsi […]

expand_less