Breaking News
light_mode
Home » Opini » MBG Untuk Anak Sekolah, MBG Bagi Masa Depan

MBG Untuk Anak Sekolah, MBG Bagi Masa Depan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
  • visibility 220
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 23 September 2025| Salah satu alasan bagi saya memilih Prabowo dalam Pilpres 2024 lalu adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Mengapa? Karena saya punya pengalaman melaksanakan program ‘MBG’ kecil-kecilan tahun 2001 di Pekanbaru, Riau. Bentuk programnya adalah pemberian makanan tambahan bagi bayi di bawah usia 2 tahun, dari keluarga kurang mampu yang banyak tersebar di pinggiran kota.

Program ini sangat sederhana, yang sebenarnya saya malu menceritakannya, sebab volumenya teramat kecil. Dengan dukungan dana yang dikumpulkan dari kawan-kawan alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 (Kappija-21) Riau, saya setiap Senin mengunjungi beberapa puskemas sasaran untuk membagikan bahan makanan tambahan bagi bayi-bayi, yang isinya terdiri dari biscuit, susu bayi, dan telur ayam. Program ini berjalan hampir setahun.

Sambil membagikan makanan tambahan, saya mendengarkan penjelasan dan informasi terkait perkembangan bayi-bayi penerima manfaat dari petugas puskemas. Berdasarkan data perkembangan bayi yang disodorkan dapat dilihat peningkatan bobot atau berat bayi, ukuran tinggi badan, kesehatan, dan tingkat kelincahan gerakan mereka. Saya juga sering mendengarkan cerita ibu-ibu pemilik bayi tentang respon mereka atas program kecil ini, yang pada umumnya menyambut positif, maklum karena mereka semua adalah warga kurang mampu.

Di ruang kelas di seluruh dunia, kelaparan tetap menjadi hambatan tersembunyi dalam pembelajaran. Bagi ratusan juta anak, janji makanan bergizi gratis di sekolah lebih dari sekadar sepiring makanan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesungguhnya merupakan penyelamat menuju kesehatan yang lebih baik, konsentrasi yang lebih fokus, dan masa depan yang lebih cerah. MBG hakekatnya adalah masa depan.

Seiring usaha Pemerintah meningkatkan implementasi program MBG di Indonesia, urgensi upaya dan tantangan yang dihadapinya layak mendapat perhatian segera. Ada beberapa poin utama yang harus menjadi perhatian masyarakat dalam menelaah pentingnya MBG bagi generasi usia sekolah, termasuk bayi, ibu hamil dan ibu menyusui di negeri ini.

Menurut survei Global Child Nutrition Foundation tahun 2024 (https://gcnf.org/global-reports/), diketahui bahwa tidak kurang dari 142 negara menerapkan program MBG. Survey itu juga melaporkan adanya 207 lembaga pendidikan berskala besar yang melaksanakan program MBG bagi peserta didiknya.

Masih berdasarkan hasil survey yang sama, diketahui bahwa 41% siswa sekolah dasar di seluruh dunia menerima makanan gratis atau bersubsidi setiap hari. Di negara-negara dengan program pemberian makanan di sekolah yang konsisten, tingkat kehadiran siswanya meningkat hingga 9% dari biasanya, dan hasil belajar meningkat 20–30% dalam literasi (membaca) dan numerasi (berhitung). Selain itu, Program MBG yang bersumber dari bahan makanan lokal menghasilkan peningkatan ekonomi rata-rata sebesar 1,6–2,0; yang artinya setiap rupiah yang dibelanjakan untuk MBG dapat menghasilkan hingga dua kali lipat dalam kegiatan ekonomi lokal.

Bagi Indonesia, Program MBG diyakini dapat memerangi malnutrisi dan stunting yang masih tinggi. Lebih dari 40 persen anak Indonesia bersekolah dalam keadaan lapar, dan hanya 10% yang secara teratur mengonsumsi sarapan seimbang. Program seperti MBG secara langsung mengatasi kesenjangan ini.

Program MBG juga dapat meningkatkan prestasi akademik. Studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsentrasi dan fungsi kognitif di antara siswa yang menerima makanan bergizi. Lebih daripada itu, Prorgam stategis Presiden Prabowo Subianto ini telah mendorong kesetaraan sosial. Akses universal terhadap makanan mengurangi stigma dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal akibat kesulitan ekonomi.

Sebagaimana disampaikan oleh berbagai pihak, Program MBG secara langsung berdampak pada peningkatan ekonomi lokal. Ketika makanan bersumber dari bahan pangan lokal di daerah-daerah penerima manfaat MBG, program akan merangsang produksi pertanian, peternakan, dan perikanan. Tidak kalah pentingnya juga, Program MBG menciptakan lebih dari 1 juta lapangan kerja, terutama bagi perempuan.

Untuk memaksimalkan dampak dari Program MBG, berbagai pihak merekomendasikan beberapa usulan penting. Pertama, para pengelola MBG perlu menyesuaikan pola penyajian makanan dengan mempertimbangkan keragaman menu dan relevansi budaya. Tawarkan makanan yang bervariasi dan sesuai budaya untuk meningkatkan penerimaan siswa dan mengurangi pemborosan. Atur resep sedemikian rupa untuk meningkatkan cita rasa dan nilai gizi tanpa bergantung pada makanan olahan pabrik.

Kedua, Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai leading sector pelaksana Program MBG sangat perlu memberikan edukasi gizi kepada semua pihak, termasuk anak-anak, orang tua, dan masyarakat umum. Integrasikan literasi pangan ke dalam kurikulum untuk membantu anak-anak dan keluarga membuat pilihan yang lebih sehat. Kita juga perlu mendorong keterlibatan orang tua untuk memperkuat kebiasaan sehat seluruh anggota keluarga di rumah.

Ketiga, setiap satuan pengelola MBG, dalam hal ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disarankan untuk menjalin kerja sama kemitraan dengan berbagai komunitas di sekitarnya. SPPG perlu berkolaborasi dengan kelompok petani lokal, penyedia katering, dan dinas kesehatan untuk memastikan keberlanjutan dan kesegaran stok bahan pangan. SPPG juga mesti memberdayakan setiap sekolah untuk mengelola distribusi MBG kepada siswanya melalui pelatihan dan pengawasan yang tepat.

Salah satu persoalan yang umum ditemukan dalam Program MBG adalah keracunan makanan. Meskipun bermanfaat, distribusi makanan dalam skala besar mengandung risiko. Dari data terakhir, tidak kurang dari 5000-an siswa penerima manfaat MBG telah menjadi korban insiden keracunan makanan yang disediakan oleh puluhan SPPG di berbagai daerah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para pihak terkait mendesak agar dilakukan reformasi segera terhadap Program MBG melalui berbagai langkah strategis. Pertama, BGN dan seluruh unit pelaksana teknis MBG perlu menerapkan protokol kebersihan yang ketat. MBG harus menegakkan standar keamanan pangan di setiap tahapan, mulai dari pengadaan hingga penyajian. BGN bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) wajib melaksanakan inspeksi rutin terhadap dapur, peralatan, dan penjamah makanan.

Kedua, setiap SPPG harus disiplin dalam hal kontrol suhu makanan dan waktu penyajian. Petugas perlu selalu memastikan makanan dimasak hingga matang dan disimpan pada suhu aman. Juga, perlu pembatasan waktu antara persiapan dan konsumsi makanan untuk mengurangi pertumbuhan bakteri.

Ketiga, BGN perlu memperketat sistem pemantauan dan akuntabilitas yang transparan. Lembaga tersebut harus menetapkan prosesdur dan mekanisme dalam melacak dan merespons insiden keamanan pangan. BGN juga dituntut untuk tegas menghentikan operasional pada SPPG yang melakukan pelanggaran yang mengakibatkan keracunan makanan pada penerima manfaat, walaupun dalam jumlah yang sangat kecil.

Program makanan bergizi gratis bukan hanya inisiatif pemerintah, program ini harus dipandang sebagai komitmen rakyat Indonesia untuk membina generasi mendatang. Pemerintah Indonesia menargetkan melayani lebih dari 82,9 juta anak pada tahun-tahun mendatang, dunia mengamati dengan saksama. Karena ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik, mereka tidak hanya lebih sehat, mereka juga siap untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi memimpin dunia masa depan.[*]

Oleh: Wilson Lalengke

_Penulis adalah Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad-21 pada tahun 2000_

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • AFCON 2025: Morocco’s Triumph and a Dress Rehearsal for the 2030 World Cup

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 121
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta-Rabat, 19 Januari 2026| The 2025 Africa Cup of Nations (AFCON), staged in Morocco from 21 December 2025 to 18 January 2026, has already been hailed as one of the most successful and tightly managed editions in the tournament’s long history. According to Le Monde, the French daily, the competition unfolded across six Moroccan cities […]

  • Prof. Tono Saksono menyebut, Awal Puasa Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026, Memulai Tanggal 19 Adalah Keliru

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 68
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 17 Februari 2026| Pakar penginderaan jauh dan pendiri Islamic Science Research Network (ISRN), Prof. Dr. Tono Saksono, menegaskan bahwa awal puasa Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penegasan ini disampaikan untuk merespons adanya perdebatan di sejumlah kalangan mengenai apakah puasa dimulai pada tanggal 18 atau 19 Februari. Dalam unggahan video […]

  • Kapolres Bogor Pimpin Apel Pagi Tegaskan Komitmen Dan Ingatkan Kembali Tugas Pokok & Fungsi Personel

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 106
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. memimpin langsung pelaksanaan apel pagi di halaman Mapolres Bogor. Apel tersebut diikuti oleh seluruh pejabat utama, para perwira, bintara, serta ASN Polres Bogor, sebagai bagian dari rutinitas yang menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal dan penguatan semangat kerja di awal pekan. Dalam arahannya, Kapolres menekankan […]

  • Jakarta Timur, Cipinag Melayu Ciptakan Dengan Panen Raya”Melon UTI TAMELA”

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 183
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta 16 September 2025| Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, melakukan panen raya melon Program UTI TAMELA (Untuk Timur Tanam Melon New Modesta), di kawasan Urban Farming Geber Tabur RW/012 Jalan Harapan Indah, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, pada Selasa (16/9/2025). Hadir dalam kesempatan itu, […]

  • Diguyur Hujan, Kapolsek Pebayuran Tetap Sambangi Warga Lewat Giat “Ngopi Kamtibmas” di Kampung Kedung Lotong

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 340
    • 0Comment

    Tegarnews.ci.id – Bekasi – Hujan deras tidak menghalangi Kapolsek Pebayuran, AKP Iing Suhaery, S.H., untuk turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan “Ngopi Kamtibmas”. Didampingi Kanit Binmas Aiptu Triyono dan anggota Polsek Pebayuran, Kapolsek menyambangi kediaman Bapak Boih, tokoh masyarakat di Kampung Kedung Lotong, RT 003/RW 008, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Sabtu. (17/05/2025) […]

  • Perusahaan Outsourcing di Banten Diduga Lakukan Pungli, Kadiv Investigasi GMOCT Angkat Bicara

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 89
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Serang (GMOCT) 8 November 2025| Praktik pungutan liar (pungli) yang diduga melibatkan sejumlah perusahaan outsourcing di Provinsi Banten telah memicu kecaman keras dari berbagai aktivis dan Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT). Modus operandi yang sering terjadi adalah permintaan sejumlah uang, yang bisa mencapai jutaan rupiah, kepada calon pekerja dengan iming-iming mendapatkan pekerjaan atau […]

expand_less