Breaking News
light_mode
Home » Uncategorized » Mancanegara » Internasional » Politik » “Egi Hendrawan: DPR Dalang Benturan Aparat vs Rakyat, Puan Harus Bertanggung Jawab!”

“Egi Hendrawan: DPR Dalang Benturan Aparat vs Rakyat, Puan Harus Bertanggung Jawab!”

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
  • visibility 165
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Agustus 2025| Tragedi aksi demonstrasi yang menelan korban jiwa seorang pengemudi ojek online (Ojol) bernama Affan Kurniawan (21) meninggalkan luka mendalam bagi bangsa. Peristiwa ini memperlihatkan adanya kegagalan serius DPR RI dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Koordinator Sahabat Presisi, Egi Hendrawan, menegaskan DPR RI justru menjadi biang kerok terjadinya benturan antara aparat keamanan dengan masyarakat. “Aparat dan rakyat dibenturkan karena DPR menutup mata terhadap aspirasi. Affan adalah korban nyata dari kebuntuan politik yang dipertontonkan DPR RI,” tegasnya.

Egi juga menyoroti kebijakan DPR yang baru-baru ini memunculkan wacana kenaikan gaji anggota DPR RI di tengah kondisi rakyat yang masih kesulitan secara ekonomi. Menurutnya, hal itu semakin menambah gejolak penolakan dan memperlebar jurang antara rakyat dan wakilnya di Senayan.

“Di saat rakyat menjerit, DPR malah sibuk menaikkan gaji. Sungguh ironi, rakyat dibenturkan dengan aparat, sementara wakil rakyatnya menikmati fasilitas dan tunjangan. Inilah puncak pengkhianatan terhadap demokrasi,” ujarnya keras.

Lebih lanjut, Egi menegaskan bahwa tanggung jawab terbesar ada di pundak Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI. Ia menilai Puan gagal menjaga marwah parlemen dan justru membiarkan DPR menjadi simbol kemarahan publik.

“Puan Maharani harus bertanggung jawab penuh. Jalan paling terhormat adalah mundur dari jabatannya. Jika tidak, DPR hanya akan semakin kehilangan legitimasi dan kepercayaan rakyat,” tuturnya.

Egi menyerukan agar DPR segera melakukan introspeksi mendalam, menghentikan wacana kenaikan gaji, dan membuka ruang dialog yang sesungguhnya dengan rakyat. Ia menekankan, aksi demonstrasi adalah hak konstitusional, bukan alasan terjadinya kekerasan dan jatuhnya korban.

“Rakyat hadir untuk menyuarakan keadilan, bukan untuk disambut dengan gas air mata atau peluru. Tragedi Affan adalah alarm bagi demokrasi Indonesia,” pungkasnya.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Momen HUT Bhayangkara, GRIB Jaya Ajak Ormas dan Polri Perkuat Sinergi

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 135
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 tahun 2025 menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan organisasi masyarakat (ormas), termasuk GRIB Jaya. Senin. (30/06/2025)   Ketua GRIB Jaya Ranting Karangharja, Kecamatan Pebayuran, yang akrab disapa Bang Gocir, menyampaikan apresiasi dan komitmennya terhadap peran vital Polri dalam […]

  • Profil Maruarar Sirait: Gebrakan “Menteri Ara” di Jantung Perumahan Rakyat

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 65
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 25 Februari 2026|Sosok Maruarar Sirait kini tengah menjadi pusat perhatian publik. Pria yang akrab disapa Ara ini resmi memulai babak baru dalam karier politiknya sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Lahir di Medan, 23 Desember 1969, Ara bukan sekadar politisi biasa. Ia adalah figur yang dikenal memiliki […]

  • PETI di Sawahlunto Melonjak Drastis, Puluhan Excavator Beroperasi Bebas “APH Diduga Menutup Mata”

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 52
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Sawahlunto Sumbar (GMOCT), 23 Februari 2026| Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang telah lama menjadi masalah di lima desa di Kota Sawahlunto, yakni Desa Talago Gunung, Talawi, Kolok, Sijantang, dan Rantih, kini memasuki tahap yang lebih mengkhawatirkan. Puluhan unit alat berat excavator tercatat beroperasi dengan leluasa di lokasi-lokasi tersebut, sementara Polres Kota Sawahlunto […]

  • Jelang Penilaian Akhir SNI, Yayasan Ultra Addiction Center Tunjukkan Komitmen Layanan Bermutu

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 101
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta Selatan, 29 Oktober 2025 (GMOCT)| Yayasan Ultra Addiction Center menerima kunjungan dari tim Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan pada Rabu, 8 Oktober 2025, sebagai bagian dari persiapan penilaian akhir Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk layanan rehabilitasi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza). Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan lembaga dalam menerapkan standar […]

  • Kepala Dinas Pendidikan Kuningan Diduga Hedonis, Mobil Mewah Milik Anak Jadi Sorotan, Disinyalir Hindari LHKPN

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 123
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, Jawa Barat (GMOCT) 26 Juli 2025| Gaya hidup seorang pejabat publik kembali menjadi sorotan. Kali ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan menjadi pusat perhatian karena diduga menunjukkan gaya hidup hedonis yang mencolok, bahkan melebihi kepala daerah. Informasi ini diperoleh Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari media online KabarSBI yang tergabung dalam GMOCT. […]

  • Kezaliman di Balik Seragam: Menggugat Dehumanisasi Imigrasi Muara Enim terhadap Keluarga Yaman

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 53
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 6 Maret 2026 | Sebuah keluarga kecil asal Yaman, terdiri dari ayah, ibu, dan seorang bayi, kini terjebak dalam ketidakpastian hukum di Indonesia. Kantor Imigrasi Muara Enim, Sumatera Selatan, sebelumnya telah memberikan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) selama dua tahun kepada keluarga ini untuk tinggal dan berusaha di Indonesia. Namun, hanya beberapa […]

expand_less