Breaking News
light_mode
Home » Peristiwa » Penyebab Siswa SD Gantung Diri di NTT: Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Penyebab Siswa SD Gantung Diri di NTT: Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
  • visibility 142
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Februari 2026| Surat itu ditulis YBR menggunakan bahasa daerah Bajawa. Satu baris surat itu berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap ibunya. Dalam surat itu, YBR menyebut ibunya pelit. Selebihnya, surat itu berisi ungkapan perpisahan kepada ibunya.

Berikut isi surat YBR kepada ibunya:

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama).

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan surat itu ditulis korban.

“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” kata Benediktus melalui sambungan telepon, Selasa (3/2/2026).

Dipicu Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Penyebab siswa kelas IV SD ini gantung diri terungkap. Pemicunya korban diduga kecewa karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan pada malam sebelum kejadian, korban berinisial YBR minta uang kepada ibunya untuk beli buku tulis dan pulpen. Namun, permintaan itu tak bisa dipenuhi ibunya karena kondisi ekonominya yang susah.

Dion menjelaskan YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya. Rumah nenek dan ibunya berada di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, YBR menginap di rumah ibunya untuk meminta uang tersebut.

“Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal,” ungkap Dion Roa, Selasa (3/2/2026).

Kondisi ekonomi ibu korban disebut memang sulit. Ia harus menanggung kebutuhan lima orang anak. Sementara ayah korban sudah berpisah sejak sekitar 10 tahun lalu.

“Hidupnya (ibu korban) susah,” ujar Dion.

Mensos Akan Perkuat Data Keluarga Tak Mampu.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berduka dan prihatin bocah sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas gantung diri dan menulis surat perpisahan untuk sang ibu. Gus Ipul mengatakan kejadian itu harus jadi atensi bersama.

“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Gus Ipul mengatakan perlunya pendampingan khusus kepada keluarga yang terbilang tidak mampu. Ia bicara pentingnya penguatan data untuk memerlukan rehabilitasi bagi keluarga yang memerlukan pemberdayaan.

“Ya tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” ujarnya.

“Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan. Ya, jadi itu sampai di situ dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.

Sementara, Mendikdasmen Abdul Mu’ti belum mengetahui pasti terkait kasus tersebut. Ia akan menyelidiki lebih lanjut penyebabnya.

“Saya belum tahu, nanti kita selidiki lagi ya penyebabnya apa dan sebagainya,” ujar Abdul Mu’ti.

Diberitakan sebelumnya, korban laki-laki berinisial YBR ini gantung diri di pohon cengkeh di kebun milik neneknya, Kamis (29/1/2026). Pohon cengkeh itu hanya berjarak sekitar tiga meter dari pondok.

“Pohon cengkih tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter,” kata Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage.

YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya di pondok tersebut. Orang tuanya berada di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, korban menginap di rumah orang tuanya. Paginya dia kembali ke pondok. Dia tidak pergi sekolah, tapi malah gantung diri.

Saat kejadian itu, neneknya tidak ada di pondok tersebut. Sang nenek berada di rumah tetangga sejak malam untuk membantu memecahkan kemiri. Neneknya mengetahui YBR gantung diri setelah diberitahu oleh warga.

“Omanya bantu pecah kemiri di rumah tetangga. Nginap di rumah tetangga. Korban ini malamya tidur di rumah orang tuanya,” jelas Bernardus.

Korban ditemukan gantung diri oleh warga yang pergi mengikat ternaknya di kebun nenek YBR. Seusai mengikat ternaknya, warga tersebut ke pondok hendak memberi tahu nenek YBR untuk memerhatikan ternaknya. Saat itulah warga tersebut menemukan korban gantung diri di pohon cengkih.

Disclaimer:

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas gantung diri di pohon cengkih. Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi korban berusia 10 tahun berinisial YBR tersebut.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopdar Sahabat Potads Bogor, Hadirkan Ruang Inklusif untuk Anak Down Syndrome

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle AG
    • visibility 54
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kota Bogor, 12 April 2026 | Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap anak-anak dengan Down Syndrome kembali digaungkan melalui kegiatan Kopdar Sahabat Potads Bogor dan Halal bi Halal yang digelar pada Minggu, 12 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Poltekkes Kemenkes Prodi Keperawatan dan Kebidanan Bogor, Jl. DR. Sumeru No.116, Kota Bogor, dengan mengusung […]

  • Polda Jabar Sumbangkan 77 Ekor Sapi Dan 35 Ekor Kambing Untuk Qurban

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 123
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung 6 Juni 2025| Hari Raya Idul Adha 1446 H, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menyumbangkan hewan qurban sebanyak 77 ekor sapi dan 35 ekor kambing. Hewan-hewan qurban tersebut disalurkan ke berbagai wilayah hukum Polda Jabar, khususnya ke yayasan sosial, pondok pesantren, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), tukang ojeg, penyandang […]

  • Dewan Da’wah Indonesia Gelar Training Leadership Imam dan Khatib Angkatan 25 di Bekasi

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 697
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bekasi, 2 Oktober 2025| Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia kembali menggelar pelatihan kepemimpinan bagi imam dan khatib melalui Training Leadership Imam dan Khatib angkatan ke-25. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Lantai 1, Kampus Da’wah STID Mohammad Natsir Bekasi, (28/9). Training ini diikuti oleh berbagai perwakilan masjid atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari wilayah Bekasi dan sekitarnya, […]

  • Kantor Pertanahan Kota Medan Mengimbau Kepada Masyarakat Untuk Waspada Terhadap Berita Hoax

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 61
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 7 Desember 2025| Kantor Pertanahan Kota Medan mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap berita hoax mengenai pemutihan sertipikat tanah. Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan, Bapak Rivaldi, S.SiT., M.M., QRMP, menegaskan bahwa tidak ada program pemutihan sertipikat tanah. Masyarakat diimbau untuk tidak terpengaruh dengan informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu memverifikasi informasi melalui saluran […]

  • Wartawan GAKORPAN NEWS Tolak Damai, Tegaskan Tuntutan ke Oknum Security Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 254
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Tangerang, 13 September 2025| M. Dzaki Al, atau yang akrab disapa Bang Dzack dari Gakorpan News, resmi menindaklanjuti laporannya ke Mapolresta Tangerang terkait insiden yang menimpanya saat menjalankan tugas jurnalistik di kantor Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (PERKIM) Kabupaten Tangerang pada Kamis, 11 September 2025. Dalam proses mediasi, Bang Dzack dengan tegas menolak berdamai […]

  • Solusi untuk Wali Kota Bandung Terkait Upaya Pesangon Karyawan Bonbin

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 49
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung 12 Februari 2026| Polemik penutupan Kebun Binatang Bandung terus bergulir menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Pencabutan Izin Lembaga Konservasi Nomor 107 Tahun 2026. Dampak kebijakan tersebut kembali memicu tuntutan dari para karyawan yang mempertanyakan kepastian hak-hak normatif mereka, terutama terkait pesangon. Isu ini mengemuka dalam pertemuan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Serikat Pekerja […]

expand_less