Breaking News
light_mode
Home » Pendidikan » Kadis Mangkir, Koalisi Aktivis Lebak Bersatu Soroti Dugaan Setoran Fiktif dan “Fee” Pengadaan Buku di Dinas Pendidikan

Kadis Mangkir, Koalisi Aktivis Lebak Bersatu Soroti Dugaan Setoran Fiktif dan “Fee” Pengadaan Buku di Dinas Pendidikan

  • account_circle Rls/Egi
  • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
  • visibility 313
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Lebak Banten, 7 Oktober 2025| Koalisi Aktivis Lebak Bersatu (KALAB) melakukan audiensi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Senin (7/10/2025), untuk meminta klarifikasi atas dugaan penyimpangan dana pendidikan dan praktik setoran dalam proyek pengadaan buku. Namun audiensi itu tidak dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, yang disebut mangkir tanpa alasan jelas.

Menurut Akmal, perwakilan Koalisi Aktivis Lebak Bersatu, ketidakhadiran Kadis memperkuat dugaan bahwa ada persoalan serius dalam tata kelola dana pendidikan di daerah.

> “Kami datang dengan niat baik untuk mengklarifikasi, tapi Kadis justru tidak hadir. Ini bentuk ketidakseriusan dalam menjawab dugaan pelanggaran yang mencoreng dunia pendidikan,” ujar Akmal usai audiensi di halaman kantor Dindik Lebak.

KALAB membeberkan dua persoalan besar yang menjadi fokus sorotan mereka. Pertama, dugaan “kebohongan struktural” di lingkungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dugaan ini terkait praktik pemalsuan data siswa fiktif demi pencairan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), yang disebut-sebut disertai adanya setoran agar data fiktif diloloskan oleh oknum pejabat dinas.

> “Kami menemukan indikasi kuat adanya praktik setoran dalam pelolosan data siswa fiktif penerima BOP PKBM. Ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut uang rakyat,” tegas Akmal.

Persoalan kedua adalah dugaan praktik setoran (fee) proyek pengadaan buku SD–SMP yang melibatkan oknum di K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) serta pejabat Dinas Pendidikan.

> “Yang menjadi sorotan tajam adalah adanya dugaan bahwa oknum di K3S secara sistematis mengarahkan pengadaan buku hanya kepada satu vendor tertentu, dengan komitmen fee sebesar 15 persen dari total nilai pembelian,” ungkap Akmal.

*Estimasi Nilai Fee: Fantastis!*

Menurut data Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, jumlah siswa Sekolah Dasar mencapai sekitar 73.000 siswa. Jika dibagi ke dalam enam jenjang kelas (I–VI), maka rata-rata siswa per jenjang sekitar 12.167 orang.

Setiap siswa umumnya membeli beberapa jenis buku dengan total nilai Rp 250.000 per siswa per kelas, sehingga total transaksi per kelas diperkirakan mencapai:

12.167 siswa × Rp 250.000 = Rp 3.041.750.000.

Jika benar terdapat fee 15 persen, maka nilainya mencapai:

15% × Rp 3.041.750.000 = Rp 456.250.000 per jenjang.

> “Kalau dikalikan enam jenjang, potensi nilai fee mencapai miliaran rupiah. Ini sangat besar dan harus segera diselidiki oleh aparat penegak hukum,” tegas Akmal.

*KALAB Siap Surati Kemendikbud dan KPK*

Sebagai tindak lanjut, KALAB menyatakan akan melayangkan surat resmi kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Surat itu akan berisi laporan dugaan penyimpangan struktural, penyalahgunaan dana BOP PKBM, serta indikasi gratifikasi dalam proyek pengadaan buku di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak.

> “Kami akan menyurati Kemendikbud agar turun langsung melakukan audit menyeluruh, dan kami juga akan melaporkan hal ini ke KPK karena sudah mengarah pada dugaan gratifikasi pejabat,” ujar Akmal.

Dalam surat tersebut, KALAB akan menyoroti tiga poin penting:

1. Permintaan audit nasional terhadap penyaluran dan penggunaan dana BOP PKBM di Kabupaten Lebak.

2. Pemeriksaan proyek pengadaan buku SD–SMP, termasuk potensi monopoli vendor dan dugaan fee 10–15 persen.

3. Desakan kepada KPK untuk menelusuri indikasi gratifikasi dan penyalahgunaan jabatan di Dinas Pendidikan Lebak.

> “Kami tidak ingin laporan ini berhenti di meja dinas. Kami ingin Kemendikbud dan KPK turun langsung agar dunia pendidikan di Lebak kembali bersih dan kredibel,” tutup Akmal.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak belum memberikan tanggapan resmi terkait ketidakhadiran dalam audiensi maupun dugaan praktik setoran dan fee proyek pengadaan buku yang disampaikan Koalisi Aktivis Lebak Bersatu.[]

  • Author: Rls/Egi
  • Editor: Redaksi
  • Source: KALAB/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Tambang Pasuruan Diduga Ilegal Beroperasi Terus, Dugaan Pembiaran Sistematis Muncul”

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 63
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pasuruan, 18 Januari 2026 (GMOCT)| Aktivitas tambang pasir yang diduga ilegal milik TV Batu Alam Bekas Jaya di Dusun Dukuh Wetan, Desa Sumberejo, Kabupaten Pasuruan, semakin menguat sebagai potret buram penegakan hukum serta sektor pertambangan. Meski telah berulang kali diseret media dan memicu reaksi publik secara nasional, tambang tersebut tetap beroperasi tanpa tindakan tegas, memunculkan […]

  • Negara di Ambang Kehancuran: Gurita Narkoba di Jantung Kepolisian dan Urgensi Revolusi Moralitas Polri

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 25
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Februari 2026| Sebuah dokumen laporan intelijen dari Kabid Propam Polda NTB yang dikeluarkan awal Februari 2026 telah membuka kotak pandora yang mengerikan mengenai integritas kepolisian kita. Laporan setebal tujuh halaman tersebut merinci keterlibatan sistematis oknum perwira menengah, termasuk mantan Kasat Narkoba Bima Kota, AKP Malaungi, dan dugaan aliran dana haram yang melibatkan Kapolres […]

  • Ikatan Pemulung Indonesia Komcat IPI Penjaringan Bersama Yayasan suRCI Mengajukan Kartu BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 128
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-‎Jakarta, 4 Oktober 2025| Rawa Bebek Penjaringan Ikatan Pemulung Indonesia dan Yayasan suRCI Mengajukan Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk para pemulung yang berdomisili di wilayah penjaringan bertempat di lapak pemulung Enok Yuni RT.04/RW.010 Penjaringan jakarta utara 03 Oktober 2025. ‎ Ketua Ikatan Pemulung Indonesia Komcat IPI Penjaringan Hamzah mengatakan, bahwa program ini adalah untuk membantu para […]

  • Polda Jabar Berhasil Amankan 4 Pelaku Anarkis, Saat Pengamanan May Day di Dago Cikapayang Bandung

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 91
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung, Polda Jabar| Saat pelaksanakan pengamanan dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang dipusatkan di Taman Cikapayang dan sekitarnya, pada Kamis, 1 Mei 2025, pukul 16.00 WIB, Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar mengamankan satu orang pendemo yang melakukan tindakan anarkis, yakni M A A (26), mahasiswa yang beralamat di Kecamatan Solokan Jeruk, Bandung. […]

  • Upaya Pembungkaman Berita: Pabrik Oli Ilegal Marunda Bisa Mengancam Kesehatan Masyarakat, Minta GMOCT Take Down Berita

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 137
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 10 Mei 2025| Sebuah pabrik pengolahan oli bekas ilegal di Marunda, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena dampak lingkungannya yang berbahaya, tetapi juga karena upaya sistematis untuk membungkam pemberitaan terkait. Kasus ini mengungkap celah dalam pengawasan dan penegakan hukum di Indonesia. Pabrik yang berlokasi di Jalan Inspeksi dekat Pintu Air 1 RW […]

  • Pelabuhan Tanjung Mas: Bayang-Bayang Premanisme, Polisi Sebut Pelaku Sudah Beberapa Kali Dibuatkan Surat Pernyataan Namun Tidak Digubris

    • calendar_month Ming, 11 Mei 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 157
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Semarang, 8 Mei 2025|(GMOCT). Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi yang dinamis, justru dibayangi oleh aksi premanisme yang meresahkan. Seorang pria berinisial R, disebut-sebut sebagai “raja kecil” di area bongkar muat batu bara, menebar teror kepada para sopir truk. R, warga Barutikung yang berprofesi sebagai tukang buka terpal, diduga kerap melakukan […]

expand_less