Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Purbaya Guncang Sistem Lama: “Kalau Kebenaran Dianggap Ancaman, Mungkin Kita Terlalu Lama Hidup dalam Kebohongan”

Purbaya Guncang Sistem Lama: “Kalau Kebenaran Dianggap Ancaman, Mungkin Kita Terlalu Lama Hidup dalam Kebohongan”

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
  • visibility 251
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 26 Oktober 2025| Nama Purbaya, Menteri Keuangan Republik Indonesia, menjadi trending topic global setelah pernyataannya yang kontroversial namun penuh ketegasan mengguncang panggung politik nasional. Melalui serangkaian pernyataan publik, Purbaya membuka tabir sejumlah praktik yang selama ini diduga membungkam suara rakyat dan mengunci akses terhadap proyek-proyek strategis milik publik.

Di tengah gelombang kritik dan dukungan, Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat menyerang siapa pun, melainkan hanya menyuarakan kebenaran yang selama ini tertutupi.

“Saya tidak pernah berniat menyerang siapa pun, tapi kalau kebenaran dianggap serangan, mungkin kita terlalu lama hidup dalam kebohongan,” ungkap Purbaya dalam keterangan persnya.

Pernyataan ini menyusul dugaan adanya penguasaan proyek-proyek rakyat oleh kelompok elite tertentu. Situasi ini dinilai memicu ketimpangan dan menciptakan ketidakadilan sistemik dalam pengelolaan keuangan negara.

Perang Melawan Ketakutan, Bukan Politik

Lebih jauh, Purbaya menyatakan bahwa kehadirannya dalam politik bukan untuk melawan individu, melainkan kebiasaan-kebiasaan lama yang selama ini dianggap normal namun menyimpang.

“Saya datang ke politik bukan untuk melawan orang, tapi untuk melawan kebiasaan,” tegasnya.

Purbaya juga menyoroti respons sejumlah pihak terhadap sikap transparan yang ia tunjukkan. Ia menyebut bahwa ketika pihak-pihak tertentu mulai “menggali”, maka yang akan mereka temukan bukanlah dirinya, melainkan sesuatu tentang diri mereka sendiri.

Transparansi dan Akuntabilitas: Semua Data Sudah Diserahkan

Dalam penjelasannya, Purbaya menyatakan bahwa seluruh data yang ia miliki telah melalui proses verifikasi ketat dan telah diserahkan kepada lembaga resmi untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

“Semua data sudah diverifikasi, semua transaksi sudah dicocokkan, dan semua komunikasi sudah kami serahkan ke lembaga resmi,” kata Purbaya.

Ia menegaskan, langkah ini bukan ditujukan untuk menjatuhkan individu atau kelompok tertentu, melainkan untuk menyelamatkan negara dari sistem yang telah terlalu lama dibiarkan berjalan tanpa koreksi.

“Saya Tidak Akan Diam Saat Semua Orang Memilih Diam”

Purbaya menyampaikan bahwa dirinya bukanlah sosok yang sempurna, namun ia memahami dengan jelas batas antara yang benar dan salah. Ia menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada rakyat, yang menurutnya kini sudah lebih sadar dan berani bersuara.

“Saya bukan malaikat, tapi saya tahu bedanya salah dan benar. Dan rakyat sudah bisa menilai sendiri siapa yang berjuang dan siapa yang bersembunyi.”

“Saya tidak ingin diingat karena berani, tapi saya tidak diam ketika semua orang memilih diam.”

Pernyataan-pernyataan tersebut memicu reaksi luas dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis antikorupsi, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Sebagian menganggap langkah Purbaya sebagai awal dari reformasi nyata, sebagian lainnya menilai perlu kehati-hatian agar momentum ini tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu.

Momentum Baru: Satu Nama Jatuh, Perjuangan Baru Dimulai

Dalam penutup pernyataannya, Purbaya menyampaikan bahwa dinamika saat ini belum berakhir dan akan ada fase lanjutan dari perjuangan melawan sistem yang menurutnya “gelap”.

“Satu nama sudah jatuh, tapi perjuangan melawan gelap baru saja dimulai. Kalau hari ini rakyat sudah berani bicara, maka tugas saya hanya satu: memastikan suara itu tidak dibungkam!”

Sebagai penutup, Purbaya menyampaikan komitmennya yang tak berubah:

“Purbaya selalu tegak untuk rakyat Indonesia.”

Catatan : Artikel ini tidak bertujuan menggiring opini, namun bertujuan memberikan informasi faktual kepada masyarakat.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Toto

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentuk Bakti 30 Akabri 95, Ratusan Bansos Diberikan Kepada Masyarakat

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 235
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 24 Agustus 2025| Reuni Akbar dan bakti sosial (Baksos) Akabri 1995 diselenggarakan di Mabes TNI, Cilangkal, Jakarta Timur, hari ini. Kegiatan ini merupakan peringatan 30 tahun pengabdian Bima Cakti Akabri 95. Hadir dalam acara tersebut, Letjen TNI Djon Afriandi, Irjen Pol. Sandi Nugroho, serta keluarga besar Akabri 95 beserta istri. Acara pun dimulai dengan […]

  • SUTA Nusantara Buka Peluang Kerja Sama Usaha Pertanian di Daerah

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 123
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 12 November 2025| Komunitas Masyarakat Pertanian SUTA Nusantara membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan usaha pertanian terpadu di berbagai daerah di Indonesia. Selama lebih dari 14 tahun, SUTA Nusantara telah berkiprah di bidang pertanian dan memiliki jaringan program serta usaha di berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Kini, SUTA Nusantara membuka […]

  • Penetapan Roy Suryo menjadi Tersangka, Pendapat Hukum Advokat Sugiyono S.E.,S.H., M.H., Pertanyakan Asas Praduga Tak Bersalah

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 117
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Semarang (GMOCT) 8 November 2025| Penetapan Roy Suryo sebagai tersangka dalam kasus dugaan fitnah ijazah Presiden Joko Widodo menuai berbagai tanggapan. Pendapat hukum Sugiyono, SE., SH., MH., Kepala Divisi Advokasi Advokat DPC IKADIN Kota Semarang, memberikan pendapat hukumnya terkait hal ini. Menurut Sugiyono, penetapan tersangka harus dilihat dalam koridor hukum yang objektif dan proporsional. “Setiap […]

  • Intimidasi Terhadap Aktivis: Ponsel Dirampas Saat Dokumentasi Tansaksi Obat Daftar G di Bekasi

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Rls/M.Ifsudar
    • visibility 114
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bekasi, 16 November 2025| Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan bersama rekan aktivis Barisan Muda Bekasi mengecam keras tindakan perampasan paksa dan intimidasi yang dialami seorang aktivis di kota Bekasi yang terjadi pada Sabtu,15 November 2025, di Jalan Inpeksi Kalimalang Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ponsel milik Cepi, aktivis Kota Bekasi dirampas […]

  • Dandim 0509/Kab Bekasi Cek Langsung Fasilitas Kodim, Pastikan Kesiapan Operasional

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 88
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi— Komandan Distrik Militer (Dandim) 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Arh Sabdo Aji Wibowo, M.Han., melakukan pengecekan langsung terhadap seluruh fasilitas yang ada di lingkungan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Selasa (15/7/2025). Pengecekan ini dilakukan guna memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana penunjang tugas-tugas satuan dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung operasional TNI AD di tingkat […]

  • SATMA AMPI Madina: PETI ‘Puddin’ Tak Berperikemanusiaan, Jalan Usaha Tani Warga Jadi Korban

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 76
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Mandailing Natal, 16 Desember 2025| Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga kuat dikendalikan oleh seorang pelaku bernama “Puddin” kembali menuai kecaman. Kegiatan ilegal tersebut dilaporkan telah merusak jalan usaha tani milik masyarakat di Desa Ampung Padang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, serta tetap beroperasi di tengah kondisi bencana alam yang melanda wilayah […]

expand_less